Prof Eggi Sudjana: Kemuliaan Bukan pada Rupa, Harta, atau Jabatan, Melainkan Ketakwaan

Matapenaindonesia – Mutiara Hikmah – Jumat, 5 Juni 2026.

🕌 ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
🤲 أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
🤲 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
📿 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🌷 Jangan Pernah Merendahkan Siapapun

🌹 Tentang Rupa
Jangan mengolok mereka yang wajahnya tidak seindah yang kita miliki. Tidak ada manusia yang memilih rupa saat dilahirkan. Jika belum mampu memuliakan sesama, setidaknya hormatilah Sang Pencipta yang telah menciptakannya.

💰 Tentang Harta
Jangan meremehkan mereka yang hidup dalam keterbatasan. Rezeki bukan semata hasil usaha manusia, melainkan karunia Allah yang diberikan sesuai hikmah-Nya. Hari ini seseorang berkecukupan, esok bisa saja sebaliknya. Tak ada alasan untuk menyombongkan diri.

🤝 Tentang Profesi
Jangan memandang rendah pekerjaan yang sederhana. Seribu rupiah yang halal lebih mulia di sisi Allah daripada miliaran rupiah yang didapat dengan cara haram.

📖 Dasar Al-Qur’an

QS. Al-Hujurat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Baca juga:  Kerja Sama INDONESIA – AMERIKA SERIKAT Untung Atau Rugi ?

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok lebih baik daripada mereka yang mengolok. Dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok perempuan lain, boleh jadi perempuan yang diperolok lebih baik daripada yang mengolok. Janganlah kamu saling mencela dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

QS. Al-Hujurat Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۚ إِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

🌿 Renungan

Baca juga:  Bupati Bogor Dorong Solusi Pengelolaan Sampah Melalui Proyek Waste to Energy di TPA Galuga

💭 Hidup bukan tentang siapa yang paling tampan atau cantik
💭 Hidup bukan tentang siapa yang paling kaya atau berjabatan tinggi
💭 Hidup bukan tentang siapa yang paling terkenal atau banyak pengikutnya

🌟 Kemuliaan sejati terletak pada ketakwaan, keikhlasan, dan amal saleh di hadapan Allah SWT.

QS. Ali ‘Imran Ayat 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”

🍂 Betapa singkatnya perjalanan manusia. Kemarin ia hanya setetes air, hari ini berjalan dengan berbagai kebanggaan, dan esok akan kembali menjadi jasad yang menunggu hisab. Maka tak ada alasan untuk merendahkan atau menyombongkan diri.

⚠️ Bagi yang Tak Mau Menerima Nasihat

QS. Al-Baqarah Ayat 206

وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Artinya:
Dan apabila dikatakan kepadanya, ‘Bertakwalah kepada Allah,’ bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan dia berbuat dosa. Maka cukuplah neraka Jahannam baginya. Dan sungguh, itu seburuk-buruk tempat tinggal.”

Ciri orang yang demikian:
🔹 Sulit menerima nasihat
🔹 Merasa dirinya selalu benar
🔹 Tersinggung ketika diingatkan
🔹 Kesombongan menghalangi kebenaran
🔹 Lebih mempertahankan ego daripada memperbaiki diri

Padahal mukmin sejati bersyukur saat diingatkan, karena itu bentuk kasih sayang sesama hamba.

Baca juga:  Bantahan Eggi Sudjana Terkait Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Isu Permintaan Maaf

🌺 Penutup

Ukuran kemuliaan bukan rupa, harta, jabatan, suku, atau keturunan — melainkan ketakwaan.

QS. Al-Hujurat Ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللّٰهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللّٰهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

 🤲 Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَوَاضِعِينَ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا كِبْرًا وَلَا حَسَدًا وَلَا سُوءَ ظَنٍّ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخُلُقِ وَصَفَاءَ الْقَلْبِ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang rendah hati, tidak merendahkan sesama, tidak berprasangka buruk, tidak mencari kesalahan orang lain, dan tidak menyombongkan diri. Karuniakan hati yang bersih, akhlak mulia, dan akhir kehidupan yang baik.”

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

🕌 وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

🌷 Salam Jihad ✍️ Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Mutiara Hikmah BES: Ketika Hati Manusia Menjadi Lebih Keras dari Batu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Mutiara Hikmah Senin,...

Mutiara Hikmah BES: Mengapa Nabi Muhammad SAW Lebih Utama dari Diri Sendiri dan Orang Tua?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA - Mutiara Hikmah Prof...

Mutiara Hikmah BES: Memahami Islam sebagai Jalan Hidup Berdasarkan QS Ali Imran Ayat 83-89

BOGOR, MPI – Dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 5 September 2026,...

Mutiara Hikmah BES: Memahami Takdir, Usaha Manusia, Ancaman Kekafiran dan Hikmah dalam QS. Al-Qamar Ayat 3-5

BOGOR, MPI – Mutiara Hikmah Jumat, (4/9/2026), Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah BES: Ketika Hati Manusia Menjadi Lebih Keras dari Batu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Mutiara Hikmah Senin,...

Mutiara Hikmah BES: Mengapa Nabi Muhammad SAW Lebih Utama dari Diri Sendiri dan Orang Tua?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA - Mutiara Hikmah Prof...

Mutiara Hikmah BES: Memahami Islam sebagai Jalan Hidup Berdasarkan QS Ali Imran Ayat 83-89

BOGOR, MPI – Dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 5 September 2026,...

Mutiara Hikmah BES: Memahami Takdir, Usaha Manusia, Ancaman Kekafiran dan Hikmah dalam QS. Al-Qamar Ayat 3-5

BOGOR, MPI – Mutiara Hikmah Jumat, (4/9/2026), Brother Eggi Sudjana...

GMPB Aksi di Depan KPK, Desak Usut Tuntas Dugaan Potongan Insentif Bappenda Bogor

JAKARTA, MPI – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) menggelar...

Mutiara Hikmah BES: Ketika Hati Manusia Menjadi Lebih Keras dari Batu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Mutiara Hikmah Senin, 7 September 2026, kali ini mengangkat pertanyaan serius tentang hati manusia. Bagaimana hati manusia yang...

Mutiara Hikmah BES: Mengapa Nabi Muhammad SAW Lebih Utama dari Diri Sendiri dan Orang Tua?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA - Mutiara Hikmah Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si pada Ahad, 6 September 2026, kali ini mengangkat pertanyaan serius...

Mutiara Hikmah BES: Memahami Islam sebagai Jalan Hidup Berdasarkan QS Ali Imran Ayat 83-89

BOGOR, MPI – Dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 5 September 2026, Prof. Dr. Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak umat Islam untuk kembali memahami makna keimanan, Islam...