Beranda blog Halaman 13

Perjanjian dagang RI dan AS: Bentuk Kenaifan dan Kebodohan

0

Oleh : Shamsi Ali Al-Nuyorki

Matapenaindonesia.co.id Beberapa hari lalu, di selah-selah kunjungan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri KTT apa yang disebut Board of Peace di Washington DC, juga di langsungkan penanda tanganan formalisasi persetujuan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dua agenda utama kunjungan Presiden RI ini menjadi perbincangan hangat di kalangan para pengamat bahkan masyarakat luas. Pada galibnya menyampaikan kritikan sekaligus menyayangkan posisi Indonesia sebagai negara besar dengan potensi yang dahsyat.

Pada catatan kali ini saya akan menyampaikan pandangan singkat tentang perjanjian dagang itu. Perjanjian yang dengan pandangan sederhana dapat disimpulkan sangat merugikan, bahkan menghinakan bangsa dan negara Indonesia. Bagaimana tidak, hampir semua pasal persetujuan itu tidak memberikan keuntungan (nilai positif) kepada Indonesia.

Berikut saya sampaikan secara menyeluruh semua persetujuan itu dan catatan sederhana saya. Intinya ada enam kesepakatan utama yang disetujui kedua belah pihak:

Satu: Penghapusan Tarif untuk Amerika. Indonesia setuju untuk menghapus sekitar 99% hambatan tarif untuk produk AS, termasuk pertanian, kesehatan, teknologi informasi, otomotif, dan bahan kimia. Persetujuan ini tidak memerlukan akal yang sophisticated (canggih) untuk memahaminya bahwa Indonesia telah bertekuk lutut, tunduk patuh kepada keinginan Amerika. Bisa dibayangkan 99% produk Amerika, hampir semua bidang akan masuk ke Indonesia secara gratis. Pastinya harga lebih murah. Akibatnya produk dalam negeri akan terseok-seok, bahkan ambruk.

Dua: Penurunan Tarif. AS akan menurunkan tarif timbal balik menjadi 19% untuk produk Indonesia, dengan beberapa produk tertentu akan dikenakan tarif 0% untuk Amerika. Artinya produk-produk Indonesia yang akan masuk ke Amerika akan ditarik tarif sebesar 19%. Sebaliknya, produk-produk Amerika akan dikenakan 0% tarif. Lalu ini disebut timbal balik (reciprocal). Sungguh sebuah kenaifan dan kegilaan yang bisa menjadi bahan tertawaan oleh siapapun. Yang runyam lagi, sehari kemudian Departmen Kehakiman Amerika (US Supreme Court) membatalkan penetapan tarif Trump tersebut. Lalu bagaimana dengan persetujuan itu?

Tiga: Penghapusan Hambatan Non-Tarif. Yang juga sangat konyol adalah Indonesia dipaksa menghapus “hambatan non-tarif”, seperti persyaratan kandungan lokal, standar keselamatan dan emisi kendaraan, serta sertifikasi FDA untuk alat kesehatan dan farmasi. Yang dimaksud menghapus hambatan non tarif di sini adalah bahwa Indonesia jangan mempermasalahkan produk Amerika dengan hal-hal yah tidak berkaitan dengan tarif. Tentu cakupannya sangat banyak. Tapi salah satu yang paling sensitif sebagai negara dengan mayoritas Muslim adalah bahwa Indonesia tidak lagi boleh menjadikan sertifikasi halal sebagai hambatan bagi produk-produk Amerika, baik itu makanan, obat-obatan, dan lain-lain, untuk masuk ke pasar Indonesia.

Empat: Kerjasama Rantai Pasok. Indonesia dan AS akan bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan, mengatasi penghindaran bea masuk, dan memastikan kontrol ekspor yang memadai. Salah satu yang paling sensitif klausa persetujuan ini adalah bahwa Indonesia setuju untuk memberikan data-data konsumer kepada Amerika. Ini pembodohan bahkan bentuk penjajahan kepada negara besar yang seharusnya berdaulat penuh. Pertanyaannya, apakah Amerika juga akan menyerahkan data-data konsumer kepada Indonesia? I doubt it!

Lima: Investasi Amerika untuk Indonesia. Perjanjian ini mencakup investasi AS untuk Indonesia senilai $33 miliar di bidang pertanian, kedirgantaraan, dan energi. Barangkali dari semua persetujuan itu hanya di poin ini Indonesia mendapat secuil keuntungan. Tapi ingat, $33 miliar itu bukan pemberian (hibah) atau hadiah (gift). Itu adalah investasi yang tentunya dengan ketentuan yang Amerika inginkan. Selain itu, $33 miliar bagi Amerika itu bagaikan membeli permen. Kekakayaan pribadi Ellon Musk saja di awal tahun 2026 ini telah mencapai lebih $750 milyar.

Enam: Pembelian Energi dan Pertanian. Yang juga runyam adalah Indonesia dipaksa membeli energi senilai $15 miliar, produk pertanian $4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing dari AS. Dengan demikian dari awal pun Amerika mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Selain berhasil memasarkan produk-produknya, juga dengan persetujuan sekitar 99% bebas tarif sungguh menguntungkan bagi Paman Sam. Dengan pemaksaan membeli produk Amerika ini akan menjadikan ketergatungan bagi Indonesia kepada impor produk asing ke depan. Dan pastinya produk-produk lokal akan kalah saing. Lebih khusus lagi petani Indonesia akan dipaksa gigi jari karena harga dan kwalitas impor boleh jadi lebih menarik. Mana keberpihakan kepada rakyat yang digembor-gemborkan selama ini?

Semua ini jelas menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia telah gagal total dalam diplomasi dan perundingan, tidak saja dalam menjaga kepentingan nasionalnya. Saya bahkan cenderung melihatnya sebagai bentuk “istislaam” (surrendering) pemerintahan Prabowo kepada arogansi dan kerakusan Presiden Amerika, Donald J. Trump. Yang lebih runyam, persetujuan dagang ini dipromosikan untuk mengelabui rakyat seolah keberhasilan dan kehebatan diplomasi RI.

A bit embarrassing, actually!

Manhattan, 24 Pebruari 2026

Poetra Kajang, a Proud New Yorker

Timur Tengah, Peran Indonesia di BoP, dan Bayang-Bayang Perang Dunia Ketiga?

0

Oleh: Prof. Eggi Sudjana.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّا رِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ ۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِ نْجِيْلِ ۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْئَـهٗ فَاٰ زَرَهٗ فَا سْتَغْلَظَ فَا سْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّا عَ لِيَـغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّا رَ ۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud.

Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath 48: Ayat 29) .

Perkembangan mutakhir di Timur Tengah memperlihatkan paradoks besar dengan Statement Allah tersebut dalam Wahyunya Surah Al Fath ayat 29, ketika diplomasi global melalui Board of Peace (BoP) digagas untuk meredam konflik, justru eskalasi militer meningkat tajam, sedihnya tak ada Ukhuwah Islamiah di Timur Tengah tersebut, daya bantu pada palestina hanya didemonstrasikan oleh Iran dan Yaman.

Serangan bersama yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 hari ini menjadi titik balik yang mengguncang stabilitas kawasan. Laporan media internasional seperti Reuters dan The Guardian menyebutkan bahwa serangan udara tersebut menyasar fasilitas strategis dan memicu ledakan besar di Teheran, disusul respon rudal Iran ke arah wilayah Israel dan instalasi yang diduga terkait kepentingan AS di kawasan sana .

Dampaknya langsung terasa, dejumlah maskapai internasional membatalkan penerbangan setelah wilayah udara Iran dan beberapa negara Teluk ditutup sementara demi keamanan. Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tersebut bukan hanya persoalan dua atau tiga negara, tapi telah menyentuh kepentingan global mulai dari jalur energi, perdagangan, hingga stabilitas ekonomi dunia.

Sebelum eskalasi terbaru ini, dunia sempat mencatat momentum positif ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza. Ketegangan antara Israel dan Hamas memang sempat mereda secara formal, tetapi di lapangan ketidakpercayaan tetap tinggi. Rekonstruksi Gaza berjalan lambat, dan perundingan politik jangka panjang belum menghasilkan solusi final mengenai status wilayah dan keamanan bersama.

Serangan terhadap Iran praktis menggeser fokus dari Gaza ke konflik regional yang lebih luas. Banyak analis melihat bahwa konflik Israel dan Iran berpotensi membuka kembali front-front proksi di Lebanon, Suriah, Irak, hingga Yaman. Artinya, satu gesekan dapat memicu kobaran yang lebih besar dan meluas.

Di tengah pusaran konflik, inisiatif Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Donald Trump menjadi sorotan. BoP diluncurkan dengan klaim memperkuat stabilitas global, termasuk rekonstruksi Gaza dan konsolidasi perdamaian pascaperang. Indonesia termasuk negara yang hadir dan menyatakan dukungan terhadap upaya stabilisasi tersebut, bahkan menjadi wakil komandan nya di BoP .

Namun kritik muncul dari berbagai kalangan internasional. Sebagian pihak mempertanyakan netralitas dan efektivitas BoP, terutama karena AS secara bersamaan tetap menjadi pendukung militer utama Israel. Di sinilah muncul dilema, dapatkah sebuah forum perdamaian berjalan optimal jika salah satu aktor kuncinya juga terlibat aktif dalam operasi militer bahkan ikut memeranginya?

Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah apakah eskalasi ini berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga?

Secara historis, perang dunia terjadi ketika konflik regional menyeret aliansi besar dan memperluas front peperangan lintas benua. Saat ini, terdapat beberapa indikator yang patut dicermati yakni keterlibatan langsung kekuatan besar. AS sudah terlibat secara militer. Jika Iran mendapat dukungan terbuka dari kekuatan global lain seperti Rusia atau Tiongkok, eskalasi bisa melebar.

Blok aliansi yang mengeras, Negara-negara Teluk, Eropa, serta NATO berada dalam orbit keamanan AS, sementara Iran memiliki jejaring mitra strategis sendiri, akan tetapi problem seriusnya bagaimana dengan Peran Indonesia di BoP tersebut sebagai wakil Komandan, tentu dengan mudah ikut serta dalam perang yg notabene sesama Negara Muslims, how came?

Dimensi ekonomi global, Selat Hormuz adalah jalur vital energi dunia. Gangguan serius dapat memicu krisis ekonomi global yang memperkeruh ketegangan politik antarnegara.

Namun demikian, banyak analis menilai bahwa meski resiko eskalasi tinggi, semua pihak juga memahami biaya yang luar biasa dari perang global terbuka. Keseimbangan ketakutan (balance of deterrence) masih menjadi pertimbangan kuat yang menahan konflik agar tidak melebar ke skala dunia.

Respons Palestina dan Negara Pendukung terhadap Indonesia

Kerja sama Indonesia dalam BoP di bawah Trump memunculkan dinamika tersendiri. Pemerintah Palestina secara resmi tetap menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, termasuk di PBB. Indonesia dipandang sebagai salah satu negara dengan posisi moral kuat dalam membela hak rakyat Palestina tapi Paradoxnya mengapa bergandengan dengan Donald Trump yang rekam jejaknya sejak periode awal menjadi Presiden, dan kini kembali terpilih tidak konsisten atas stabilitas dan kemerdekaan Palestina?

Namun, dari sebagian kelompok masyarakat sipil Palestina dan negara-negara pendukung seperti Turki, Iran, dan beberapa negara Amerika Latin, muncul nada kehati-hatian bahkan kecurigaan. Mereka menilai keterlibatan dalam BoP perlu diimbangi dengan sikap tegas terhadap setiap tindakan militer yang merugikan rakyat sipil Palestina. Intinya, dukungan diplomatik Indonesia masih dihargai, tetapi publik internasional menunggu bukti konkrit bahwa Indonesia tetap konsisten memperjuangkan keadilan, bukan hanya stabilitas politik, tapi agar tidak pabaliut (bahasa Sunda: kacau) bagusnya peran Indonesia di batalkan ikut BoP.

Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan kekecewaan langsung kepada Indonesia. Tetapi dinamika opini publik global menunjukkan bahwa kredibilitas moral sebuah negara sangat ditentukan oleh konsistensinya antara retorika dan tindakan, jangan Munafik!

Bagi Indonesia, posisi ini ibarat berjalan di atas tali tipis. Di satu sisi, keterlibatan dalam BoP membuka ruang diplomasi dan peran global yang lebih besar. Di sisi lain, Indonesia harus menjaga identitasnya sebagai pendukung kemerdekaan Palestina yang tegas dan konsisten sejak era Konferensi Asia Afrika, yaitu dengan gerakkan politik luar negeri Indonesia yang NON BLOK bebas aktif, siapun presidennya.

Opini ini ditulis dengan netral dengan melihat persoalan secara objektif, sistematis, toleran terhadap diplomasi bukan pengkhianatan, tetapi juga bukan tujuan akhir. Diplomasi adalah alat/seni dan efektivitasnya diukur dari hasil nyata, apakah mampu menurunkan korban sipil, menghentikan agresi, dan membuka jalan menuju solusi cerdas negara yang adil.

Penutup:

Eskalasi terbaru di Timur Tengah adalah peringatan semua pihak, bahwa perdamaian tidak cukup dibicarakan, namun harus diperjuangkan dengan konsistensi dan keberanian moral. Resiko perang dunia memang belum menjadi keniscayaan, tetapi sejarah mengajarkan bahwa konflik besar sering bermula dari kegagalan membaca tanda-tanda kecil.

Kini dunia menanti, apakah kekuatan global memilih jalan eskalasi, atau kembali ke meja perundingan dengan komitmen yang lebih tulus?

Bagi Indonesia, sejarah akan mencatat bukan soal siapa yang diajak bekerja sama tapi sejauh mana komitmen mewujudkan keadilan dan kemanusiaan tetap dijunjung tinggi dan dijaga ditengah pusaran geopolitik semakin keras bahkan perang.

 

[ TIM – Brother Eggi Sudjana – BES ]

Forendeba, Anak Mantu Brother Eggi Sudjana, Desak Penghentian Program MBG Tanpa Transparansi

0

LEEDS INGGRIS, MPI – Forendeba, anak mantu Brother Eggi Sudjana (BES), menyampaikan Saat dirinya berada di Leeds Inggris pada Sabtu (28/2/2026). tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sepenuhnya selama pemerintah belum mampu menjamin standar gizi, keamanan pangan, dan transparansi anggaran.

Menurutnya, di negara maju program makan gratis bukan sekadar “bagi-bagi nasi”, melainkan dijalankan dengan standar ketat. “Ada standar kalori per kelompok usia, standar minimal protein hewani, uji keamanan bahan baku, SOP higienitas dapur produksi, hingga audit rutin yang hasilnya bisa diakses publik melalui website pemerintah,” ujarnya.

Forendeba menekankan bahwa Indonesia seharusnya menerapkan sistem serupa, mengingat program ini menggunakan dana rakyat. “Jangan hanya meniru program negara maju, tetapi aspek yang benar-benar menguntungkan rakyat justru diabaikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti janji pemerintah terkait transformasi digital. “Kalau pemerintah sering gembar-gembor soal AI dan digitalisasi, seharusnya sistem transparansi real-time untuk program ratusan triliun rupiah bukan hal sulit. Kalau memang tidak ada yang bisa membuatkannya, saya dan suami sangat mampu membangun sistem tersebut untuk rakyat,” tambahnya.

Kritik tajam juga diarahkan kepada Presiden Indonesia yang sebelumnya menyatakan bahwa kasus keracunan dalam program MBG hanya terjadi dalam persentase kecil. “Nyawa dan kesehatan anak itu bukan angka statistik. Negara tidak boleh menunggu angka besar baru bertindak. Satu kasus saja sudah cukup untuk audit total,” kata Forendeba.

Ia menilai sikap defensif pemerintah berpotensi menjadikan program besar tanpa transparansi sebagai ladang korupsi baru. “Saya jadi bingung, para anggota DPR ini sebenarnya mewakili rakyat atau mewakili siapa?” pungkasnya.

Forendeba mengajak masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Indonesia silakan bersuara di kolom komentar,” tutupnya.

[ATS]

🕌✨ MUTIARA HIKMAH ✨🕌

0

📅 Sabtu 28 Februari 2026

BOGOR, MPI Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, ‘salam,'”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63) 🌿

Bahwa lebih elegan lagi dalam Surah Al-Muzzammil ayat 10:

وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا

“Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 10) 🤲✨

Bahwa konstruksi sabar haruslah persepsinya jangan terkesan lemah dan diam, bukanlah demikian, tapi sabar dalam ketentuan Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 146:

وَكَأَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌ فَمَا وَهَنُوْا لِمَا أَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa.

Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).

Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 146) ⚔️🔥

Bahwa konstruksi sabar persepsinya dalam menghadapi peperangan, sikapnya haruslah tidak lemah [tentu dalam segala hal terutama tak boleh lemah aqidahnya], tidak lesu/patah semangat, tidak menyerah pada musuh Allah dan musuh kita 💪🛡️

Bahwa cerita ini bila dihubungkan dengan peristiwa BES ke Solo, sungguh menyakitkan dan membangkitkan emosi amarah yang dahsyat untuk melawan fitnah dan caci maki yang menimpa BES.

Alhamdulillah IB HRS menasehati BES untuk CD/Cooling Down, untuk tidak membalas caci maki dan fitnah-fitnah tersebut. Untuk itulah BES dan DHL jalankan perintah IB tersebut karena sesuai dengan perintah Qur’an tersebut 🧊🤍

Akan tetapi sisi lain, agar tidak jadi beban buruk bagi keluarga dan keturunan BES dan DHL ke depannya dalam pandangan sosial masyarakat, maka kami upayakan secara terukur dengan membuat LP pada Roy Suryo, Ahmad Khozinuddin dan Sobari, baik ke Polda Metro maupun di Polda Jabar, dengan harapan mereka yang kami LP-kan itu menyadari kekeliruannya.

Juga kami sangat bersedia memaafkannya

⚖️🙏

Insyaa Allah dirajut kembali ukhuwah Islamiyah di antara kita 🤝✨ Aamiin.

Salam Ta’ziem, Taqwa dan Jihad,
BES : Brother Eggi Sudjana

[Tim – Brother Eggi Sudjana : BES]

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Air, Tirta Kahuripan Terapkan Siaga Lebaran

0

CIBINONG – BOGOR, MPI Menyambut libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap optimal melalui sistem siaga penuh selama masa libur cuti bersama. Lonjakan kebutuhan diprediksi terjadi akibat arus mudik dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menyampaikan bahwa kebutuhan air masyarakat pada periode libur Lebaran cenderung meningkat seiring aktivitas ibadah, mudik, berkumpulnya keluarga, dan peningkatan kunjungan ke tempat wisata, resto, serta hotel. Perusahaan menerapkan pola pengamanan layanan berlapis mulai dari produksi, distribusi hingga pelayanan pelanggan.

Foto: Aktifitas kegiatan Perumda Air Minun Tirta Kahuripan Cibinong. (Dok. Tirta Kahuripan)

Kami menyediakan 297 petugas teknik dan non-teknik standby 24 jam bergilir dengan 11 armada tangki yang tersebar di tujuh wilayah pelayanan. Dukungan juga diberikan melalui peralatan operasional, bahan kimia, genset cadangan, dan stok perpipaan untuk mempercepat penanganan gangguan,” ujar Abdul Somad.

Pola siaga ini merupakan standar pelayanan Perumda saat libur Lebaran, namun langkah antisipasi juga dilakukan jika terjadi gangguan akibat faktor alam atau pencemaran sumber air sungai yang dapat menurunkan atau mematikan proses produksi.

Perumda juga mengajak pelanggan untuk berperan aktif dalam menjaga kenyamanan bersama dengan:

1. Menampung air secukupnya sebagai cadangan

2. Menggunakan air secara bijak selama libur

3. Mematikan instalasi air rumah saat ditinggal mudik (menutup stop kran merah di meter air)

4. Menggunakan papan pencatat meter air jika rumah terkunci

5. Segera melaporkan gangguan melalui kanal layanan resmi

Untuk pembayaran tagihan, loket pembayaran di seluruh kantor cabang akan ditutup mulai Rabu (18/03/2026) dan kembali beroperasi pada Rabu (25/03/2026). Pelanggan dapat membayar melalui channel bank, PPOB, atau aplikasi MyKahuripan sebelum batas tanggal 25 Maret 2026. Bagi yang membayar setelahnya, dapat melakukan transfer ke Bank Mandiri Cabang Cibinong atas nama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor (nomor rekening 1570000070681) dengan menyertakan bukti transfer, nomor sambungan, nama, dan alamat ke admin cabang melalui WA resmi.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen menjaga kontinuitas, kualitas, dan kuantitas pelayanan air bersih selama Ramadan dan Idul Fitri. Direksi beserta seluruh pegawai mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

[ Dewi ]

THR PNS Cair 26 Februari 2026, Menaker : Harus Dibayar Penuh,Tak Boleh Dicicil

0

JAKARTA, MPI Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan, anggaran THR pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri serta pensiunan akan mulai cair bertahap mulai minggu ini. Tepatnya, pada Kamis, 26 Januari 2026.

” Minggu pertama puasa. Bentar lagi,” tegasnya, saat ditemui di DPR RI, minggu lalu (18/2/2026).

Jika THR, TNI dan Polri PNS sudah tampak hilalnya, bagaimana dengan THR pegawai swasta?

Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D mengatakan bahwa untuk swasta, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 menegaskan kewajiban pengusaha dalam memberikan THR sebagai bagian dari pengupahan. Sementara itu, Undang-Undang Cipta Kerja pasal 88E juga menegaskan THR sebagai hak karyawan.

Sesuai aturan yang berlaku, THR pegawai swasta wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum Lebaran. Jika Idulfitri jatuh pada 19-20 Maret 2026, maka THR diperkirakan cair paling lambat 11-12 Maret 2026.

Patut diingat, THR swasta tidak boleh dicicil dan harus dibayarkan penuh. Ketentuan ini merujuk pada Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

” Tidak boleh dicicil ya, kami akan pantau dan siap menerima laporan dari berbagai daerah,” kata Menaker, Rabu (25/2/2026).

Adapun, perusahaan yang terlambat menyalurkan THR dapat dikenai denda sebesar 5% dari total kewajiban kepada pekerja. Ketentuan ini berlaku bagi karyawan tetap maupun kontrak yang telah memenuhi syarat masa kerja. Patut diingat, besaran THR dibedakan berdasarkan masa kerja pekerja.

Jika masa kerja terhitung 12 bulan atau lebih, pekerja berhak memperoleh THR sebesar satu bulan upah, terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap.

Namun, jika masa kerja masih di bawah 12 bulan, maka pekerja berhak mendapatkan THR secara proporsional dengan rumus masa kerja dibagi 12 dan dikalikan satu bulan upah.

[ ATS ]

Menimbang Rencana Penutupan Ritel Modern: Jalan Tengah untuk Ekonomi Rakyat

0

Oleh : Prof Eggi Sudjana

BOGOR, MPIAllah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Rencana dari pihak kementerian terkait untuk menutup atau membatasi ritel modern memantik diskusi luas di tengah masyarakat. Wacana ini tentu lahir dari semangat keberpihakan kepada koperasi dan usaha kecil. Niat untuk memperkuat ekonomi desa dan UMKM adalah tujuan yang mulia. Namun dalam praktiknya, setiap kebijakan ekonomi perlu ditimbang secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar dari manfaat yang diharapkan.

Hari ini, ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Mereka bukan sekadar toko, melainkan simpul distribusi barang kebutuhan pokok dari produsen ke konsumen. Di dalam ekosistem itu ada pekerja, ada pemasok, ada UMKM yang menitipkan produk, dan ada konsumen yang membutuhkan harga stabil serta akses mudah.

Karena itu, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar “perlu atau tidak ditutup”, melainkan: apa dampaknya bagi perekonomian nasional?

Bahwa perlu dimasukkan dalam analisis kebijakkan publik itu unsur IMAN dan TAQWA , karena element penting untuk dapat keberkahan hidup baik dari Langit dan Bumi , tapi sayang nya unsur tersebut dalam bangunan pembangunan ya sekular tak di indahkan , bahkan DIDUSTAKAN AYAT-AYAT NYA , maka ngeri kedepannya datang terus Azhab NYA. Salah satu yang kentara bentuk Azhab tersebut adalah sebagai berikut :

1 . Dampak Jika Ritel Ditutup
Jika penutupan dilakukan secara luas dan mendadak, beberapa konsekuensi logis bisa muncul :

2.Lapangan kerja terancam.
Ritel modern menyerap tenaga kerja langsung maupun tidak langsung dalam jumlah besar.

3 .Gangguan distribusi barang.
Sistem logistik yang sudah terbangun puluhan tahun bisa terganggu. Ini berisiko memicu kelangkaan atau kenaikan harga di wilayah tertentu.

4.Kepercayaan investor terganggu.
Dalam situasi geopolitik global yang belum stabil mulai dari konflik kawasan hingga gangguan rantai pasok dunia Indonesia membutuhkan kepastian kebijakan, bukan sinyal ketidakpastian.

5.Ekonomi nasional saat ini masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan tekanan global. Stabilitas distribusi menjadi faktor penting agar inflasi tetap terkendali. Karena itu, kebijakan drastis perlu sangat berhati-hati.

Belajar dari Negara Lain

Beberapa negara menunjukkan bahwa kolaborasi jauh lebih efektif dibanding eliminasi.

Di Jepang, koperasi konsumen seperti Japanese Consumers’ Co-operative Union berkembang berdampingan dengan ritel modern besar seperti 7-Eleven. Kuncinya adalah profesionalisme dan tata kelola yang kuat. Koperasi tidak dimanjakan, tetapi didorong agar efisien dan kompetitif.

Hal serupa terjadi di Finlandia melalui S Group, koperasi ritel yang justru menjadi pemain besar di negaranya. Mereka membuktikan bahwa koperasi bisa unggul tanpa harus mematikan pesaing.

Sebaliknya, di Kuba, ketika distribusi terlalu terpusat dan ritel swasta dibatasi, muncul tantangan efisiensi dan keterbatasan pilihan barang. Pengalaman ini menunjukkan bahwa sistem yang terlalu tertutup dapat menghadapi kendala dalam inovasi dan ketersediaan barang.

– Jalan Tengah yang Rasional dan Solutif , melihat dari berbagai contoh tersebut, kita belajar bahwa:

– Koperasi akan kuat jika dikelola profesional.

– Ritel modern perlu regulasi agar tidak memonopoli.

– Persaingan sehat lebih produktif daripada penghapusan sepihak.

– Solusi yang lebih moderat dan konstruktif bisa berupa:

– Pengaturan zonasi agar JANGAN warung tradisional terdesak.

– Kewajiban kemitraan ritel dengan UMKM lokal.

– Digitalisasi dan pelatihan manajemen koperasi.

– Transparansi serta pengawasan tata kelola koperasi.

– Dengan pendekatan ini, koperasi naik kelas tanpa harus mematikan ritel modern.

Optimisme ke Depan

Tulisan ini bukan untuk menggurui atau merasa paling benar untuk Solusinya . Penulis yakin setiap kebijakan yang dirancang pemerintah berangkat dari niat baik untuk membela rakyat kecil. Namun kebijakan ekonomi harus mempertimbangkan dampak menyeluruh, bukan hanya semangat sesaat.

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, saya percaya cita-cita kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui kebijakan yang rasional, inklusif, dan berpihak pada stabilitas jangka panjang. Indonesia membutuhkan kolaborasi, bukan polarisasi.

Pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukan bentuk tokonya ritel modern atau koperasi melainkan kesejahteraan rakyat nya . Jika keduanya bisa berjalan dalam keseimbangan yang adil, maka ekonomi nasional akan lebih kokoh menghadapi tantangan global. Oleh karenanya dengan segala kekurangan tulisan ini, insyaaAllaah pandangan sederhana ini dapat menjadi bahan pertimbangan yang mencerahkan bagi kita semua yang mau di cerahkan.

[ Tim – Brother Eggi Sudjana BES]

Tidak Adil Menyalahkan Nahkoda Saat Ombak dan Badai Datang

0

(Menimbang Kerja Sama Indonesia–Amerika di Tengah Badai Ekonomi Global).

Oleh: Prof. Eggi Sudjana.

BOGOR, MPI ALLAAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214).

Bahwa kaitan Surah Al Baqarah ayat 214 tersebut dengan keadaan peristiwa, Perdebatan tentang kerja sama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump belakangan menghangat. Sebagian menilai Indonesia terlalu dekat. Sebagian lagi khawatir kita sedang “dikendalikan”. Bahkan ada yang menyimpulkan, jika ekonomi global goyah, berarti langkah Presiden keliru.

*Namun benarkah sesederhana itu?*

Mari kita pakai analogi sederhana. Bayangkan Indonesia adalah sebuah kapal besar. Presiden adalah nahkodanya. Saat laut tenang, kapal melaju mulus. Tapi ketika ombak besar dan Badai datang dari samudera, apakah adil menyalahkan nahkoda karena kapal bergoyang ?

Hari ini, ombak itu datang dari ekonomi global, khususnya Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia.

Mahkamah Agung Amerika, Supreme Court of the United States, membatalkan kebijakan tarif (pajak impor) yang sebelumnya diberlakukan. Di sisi lain, data inflasi mereka yang disebut Core PCE (ukuran kenaikan harga versi bank sentral, tanpa menghitung makanan dan energi) masih cukup tinggi.

Bank sentral Amerika, Federal Reserve atau The Fed, belum yakin menurunkan suku bunga (rate cut – penurunan bunga pinjaman). Artinya uang masih mahal, kredit masih ketat, dan investor global lebih nyaman menyimpan dananya di Amerika.

Ketika suku bunga di Amerika tinggi, uang dari seluruh dunia cenderung “pulang kampung” ke sana. Akibatnya negara berkembang seperti Indonesia bisa mengalami tekanan nilai tukar dan fluktuasi pasar.

Ini bukan keputusan Presiden Indonesia. Ini mekanisme ekonomi global, sisi lain dalam proses Takdir NYA dibuat keadaan kurang dan atau tak nyaman jalannya kehidupan Ekonomi Global .

Sama seperti harga cabai naik karena cuaca buruk di daerah penghasil, bukan karena kesalahan pedagang di pasar.

*Lalu bagaimana dengan kerja sama Indonesia – Amerika?*

Hubungan antarnegara bukan hubungan pribadi dua presiden, hal ini diatur konstitusi. Kerjasama melibatkan DPR, dan kementerian teknis , yang terpenting, hal ini menyangkut kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia.

Bahwa dalam kerja sama terbaru, ada perluasan akses ekspor, hilirisasi mineral (mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah), penguatan teknologi, stabilitas pasokan pangan, hingga energi serta perluasan informasi data digitalnya.

*Mari kita coba pakai analogi rumah tangga.*

Jika sebuah keluarga punya tetangga kaya yang menjadi pasar utama usaha kecilnya, apakah bijak memutus hubungan hanya karena ada perbedaan pandangan?

Atau lebih bijak tetap menjaga komunikasi, sambil tetap berpegang pada prinsip?

Kerja sama dagang itu seperti berjualan. Kita mungkin tidak selalu setuju dengan karakter pembeli, tetapi jika pembeli itu penting bagi kelangsungan usaha, hubungan tetap dijaga selama tidak melanggar prinsip dan hukum.

*Bagaimana dengan isu Palestina?*

Bahwa sikap Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina adalah prinsip konstitusional. Itu tidak berubah. Tetapi diplomasi modern memungkinkan dua negara berbeda pandangan dalam satu isu, dan tetap bekerja sama di bidang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari pun begitu. Dua sahabat bisa berbeda pilihan politik, tetapi tetap saling membantu dalam urusan ekonomi.

Apakah ada resiko dalam kerja sama dengan negara besar? Tentu ada.

Tetapi dalam ekonomi global, tidak bekerja sama juga mengandung resiko.

Justru dalam situasi dunia yang tidak stabil yang ditandai inflasi Amerika yang belum turun, suku bunga tinggi, dan pasar saham seperti Nasdaq Composite yang masih dalam tren melemah dn Indonesia perlu memastikan kapal tetap punya banyak jalur perdagangan, bukan menutup diri.

*Lalu apakah langkah Presiden Prabowo salah?*

Secara objektif, tidak ada bukti bahwa ketidakstabilan ekonomi global saat ini disebabkan oleh kebijakan beliau. Ombak berasal dari laut global, bukan dari ruang rapat di Istana Negara Jakarta atau Hambalang .

Tentu kebijakan pemerintah tetap harus diawasi. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Namun menyimpulkan bahwa seluruh gejolak ekonomi adalah kesalahan presiden adalah penyederhanaan yang berlebihan.

Menjadi pemimpin di era globalisasi bukan soal memilih tanpa resiko. Namun ini soal memilih resiko yang paling bisa dikelola, namun dalam bidang Militer Indonesia ditempatkan jadi wakil Komandan dalam BoP,  ini kekeliruan nyata karena Indonesia sudah lepas jati diri dari NON BLOKnya dan berhadapan dengan HAMAS GARDA TERDEPAN PALESTINA. 

Seorang nahkoda yang baik bukan yang bisa menghentikan badai, karena itu mustahil melainkan yang mampu mengarahkan kapal agar tidak karam.

Sebagai warga negara, kita berhak mengkritik. Sebagai bangsa, kita perlu berpikir jernih Ilmiah, Obyektif, Sitematis, Toleran dan berjiwa intelektual Jujur, Benar, Adil.

Sebagai manusia, kita harus adil dalam menilai, tidak tergesa menyalahkan, tidak pula menutup mata terhadap resiko, lihat Quran Surah Al Maidah ayat 8 :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 8).

Bahwa perlu sekali berfikir Obyektif, Sistematis dan Toleran terhadap kehidupan yang menglobal karena dalam dunia yang saling terhubung, kadang kapal kita bergoyang bukan karena nahkodanya salah arah, tetapi karena ombak memang sedang dahsyat tingginya. Oleh karenanya konsep tahu diri dan tahu batas perlu selalu PERLINDUNGAN dan PERTOLONGAN ALLAAH SUBHANNAHU WA TA ALA : 

بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ

balillaahu maulaakum, wa huwa khoirun naashiriin

“Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 150).

Bogor, Kamis 26 Feb 2026, 22 : 02 Wib.

[Redaksi] – [Tim Brother Eggi Sudjana BES]