Forendeba, Anak Mantu Brother Eggi Sudjana, Desak Penghentian Program MBG Tanpa Transparansi

LEEDS INGGRIS, MPI – Forendeba, anak mantu Brother Eggi Sudjana (BES), menyampaikan Saat dirinya berada di Leeds Inggris pada Sabtu (28/2/2026). tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sepenuhnya selama pemerintah belum mampu menjamin standar gizi, keamanan pangan, dan transparansi anggaran.

Menurutnya, di negara maju program makan gratis bukan sekadar “bagi-bagi nasi”, melainkan dijalankan dengan standar ketat. “Ada standar kalori per kelompok usia, standar minimal protein hewani, uji keamanan bahan baku, SOP higienitas dapur produksi, hingga audit rutin yang hasilnya bisa diakses publik melalui website pemerintah,” ujarnya.

Baca juga:  Maulid Nabi di Sanggar Silat Pengsimatoga, Eggi Sudjana Tekankan Silaturahmi, Empati dan Persaudaraan

Forendeba menekankan bahwa Indonesia seharusnya menerapkan sistem serupa, mengingat program ini menggunakan dana rakyat. “Jangan hanya meniru program negara maju, tetapi aspek yang benar-benar menguntungkan rakyat justru diabaikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti janji pemerintah terkait transformasi digital. “Kalau pemerintah sering gembar-gembor soal AI dan digitalisasi, seharusnya sistem transparansi real-time untuk program ratusan triliun rupiah bukan hal sulit. Kalau memang tidak ada yang bisa membuatkannya, saya dan suami sangat mampu membangun sistem tersebut untuk rakyat,” tambahnya.

Baca juga:  Presiden Minta Pindad Rancang Mobil Khusus: Tetap Bisa Berdiri, Meski Ada Kaca

Kritik tajam juga diarahkan kepada Presiden Indonesia yang sebelumnya menyatakan bahwa kasus keracunan dalam program MBG hanya terjadi dalam persentase kecil. “Nyawa dan kesehatan anak itu bukan angka statistik. Negara tidak boleh menunggu angka besar baru bertindak. Satu kasus saja sudah cukup untuk audit total,” kata Forendeba.

Ia menilai sikap defensif pemerintah berpotensi menjadikan program besar tanpa transparansi sebagai ladang korupsi baru. “Saya jadi bingung, para anggota DPR ini sebenarnya mewakili rakyat atau mewakili siapa?” pungkasnya.

Baca juga:  492 SPPG di Wilayah Sumatera yang Belum Mendaftar SLHS Disuspend

Forendeba mengajak masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Indonesia silakan bersuara di kolom komentar,” tutupnya.

[ATS]

Latest

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bogor Raya memadati kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI yang digelar di Sentul...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara Hikmah edisi Ahad, 25 Oktober 2026. Kali ini,...