Beranda blog Halaman 2

Bupati Bogor Bantah Namanya Dicatut sebagai Pembina Media, Ajak Warga Laporkan Peredaran Narkoba

0

KAB BOGOR, MPI Bupati Bogor Rudy Susmanto angkat bicara terkait isu viral di media sosial yang menyebut dirinya sebagai pembina salah satu media. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namanya disebut-sebut dicatut sebagai pembina di salah satu media, yang kemudian memicu perhatian publik.

Dalam keterangannya, Rudy memastikan bahwa dirinya tidak pernah terlibat, baik secara resmi maupun tidak resmi, sebagai pembina media mana pun.

“Saya pastikan saya tidak ada dalam satu pembina media manapun,” tegasnya, Kamis (02/04/2026).

Ia mengaku telah memantau isu tersebut sejak dua hingga tiga hari terakhir hingga menjadi viral. Namun, menurutnya, tidak pernah ada permintaan atau komunikasi apa pun yang mengarah pada penunjukan dirinya sebagai pembina media.

Lebih lanjut, Rudy menyoroti potensi persoalan serius jika seorang kepala daerah terlibat langsung dalam struktur media, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran publikasi pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang terjadinya konflik kepentingan hingga potensi tindak pidana korupsi.

“Kalau saya selaku pembina media, sementara media tersebut menerima biaya publikasi dari pemerintah daerah, itu bisa menjadi potensi tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Meski demikian, Rudy menilai viralnya isu ini justru memberikan dampak positif dari sisi keterbukaan informasi. Ia menyebut semakin banyak informasi yang beredar, maka semakin besar peluang untuk mengungkap persoalan lain yang lebih krusial.

Fokus utama yang kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor adalah pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, termasuk obat daftar G yang marak diperjualbelikan secara ilegal.

Rudy secara terbuka mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui lokasi penjualan obat-obat terlarang segera melaporkan. Bisa melalui DM ke saya atau kanal resmi lainnya,” ujarnya.

Ia bahkan meminta warga untuk menyertakan informasi detail seperti nama toko, lokasi, hingga dugaan tempat penyimpanan barang terlarang tersebut.

Menurut Rudy, langkah konkret jauh lebih penting dibanding sekadar perbincangan di media sosial.

“Kita jangan banyak bicara di media, tapi segera lakukan aksi. Kirimkan informasinya, kita tindak bersama,” katanya.

Dalam upaya pemberantasan narkoba, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak bekerja sendiri. Rudy menegaskan adanya kolaborasi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan.

Ia optimistis dengan sinergi lintas lembaga tersebut, peredaran narkoba di Bogor dapat ditekan hingga tuntas.

“Bogor harus bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Kita lindungi generasi muda kita,” tegasnya.

Rudy juga meyakini aparat penegak hukum akan bergerak cepat, terutama ketika isu yang beredar menyangkut nama kepala daerah dan persoalan serius seperti narkotika.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang bersih, aman, dan bebas dari ancaman narkoba.

Belasan Pengacara SPASI Turun Gunung Bela Ketua BPI KPNPA Bogor Lawan Dugaan Fitnah

0

CIBINONG, MPI Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia (SPASI) Kabupaten Bogor Raya resmi turun tangan memberikan pendampingan hukum kepada Ketua BPI KPNPA RI Bogor, Rizwan Rizwanto. Langkah tegas ini diambil menyusul dugaan penyebaran berita hoaks dan fitnah yang menyerang nama baik Rizwan di media sosial serta sejumlah media daring.

Pada kesempatan ini kami SPASI tidak tanggung-tanggung, mengerahkan belasan advokat untuk mengawal kasus ini. Berdasarkan surat kuasa resmi, tim hukum ini dikomandoi langsung oleh Kusnadi, S.H., M.H., dan diperkuat oleh 14 pengacara lainnya yang akan bertindak sebagai benteng pertahanan hukum bagi Rizwan riswanto, pada Rabu (1/4/2026).

Berikut adalah daftar lengkap advokat yang tergabung dalam tim pembela:

1. Kusnadi, S.H., M.H. (Ketua Tim)

2. Atep Linda Ramdhany, S.H.

3. Guruh Agung Gunawan, S.H.

4. Ridwan Saleh, S.H.

5. M. Nasir Ronny, S.H.

6. Alimitro, S.H.

7. Imanuel Yumiko Sinaga, S.H.

8. Suyono Abet, S.H.

9. Alfian Mark Sinaga, S.H.

10. Budi Prawira, S.H.

11. Yohanes Mahatma P., S.H.

12. Rahman Joko Purnomo, S.H.

13. Nur Kholis, S.H.

14. Deden Setiawan, S.H.

15. Pintor Marulak Tampubolon, S.H.

“Setelah penandatanganan surat kuasa, SPASI secara resmi bertindak sebagai kuasa hukum Saudara Rizwan Rizwanto. Kami melihat adanya dugaan kuat penyebaran informasi yang tidak benar, yang berpotensi mencemarkan nama baik serta merugikan klien kami secara pribadi maupun kelembagaan,” ujar Kusnadi mewakili tim kuasa hukum di Bogor.

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa langkah pendampingan ini merupakan wujud komitmen SPASI dalam melindungi profesi advokat, aktivis, maupun warga negara dari upaya kriminalisasi dan serangan yang merugikan kehormatan.

Lebih lanjut, tim pengacara menyatakan bahwa pembelaan ini mendapat dukungan penuh dari elemen ‘Sahabat SPASI’, gabungan dari aktivis, mahasiswa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini menjadi bentuk solidaritas untuk mengawal prinsip keadilan serta kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.

Siap Seret Penyebar Hoaks ke Jalur Hukum

Barisan pengacara SPASI juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terus memproduksi dan menyebarkan narasi bohong. Mereka memastikan tidak akan segan menempuh jalur hukum untuk memproses para pelaku.

“Kami tidak akan mentolerir setiap bentuk serangan yang tidak berdasar dan melanggar hukum. Jika terbukti, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas perwakilan tim.

Kami tim kuasa hukum SPASI Kabupaten Bogor Raya mengimbau publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat didorong untuk meningkatkan literasi digital dan lebih bijak bermedia sosial agar tidak terjerat persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan perlindungan hukum yang adil,” tutup Tim pernyataan resmi tersebut.

(Syam)

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Uang Palsu di Bogor

0

JAKARTA, MPI Subdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di wilayah Bogor, Jawa Barat. Satu orang tersangka berinisial MP pun ditangkap di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Senin (30/3/2026).

Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Robby Syahfery mengatakan, penyidik menyita barang bukti berupa uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan nilai mencapai sekitar Rp620 juta.

“Benar, kami telah mengamankan uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai sekitar Rp620 juta di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor. Sejauh ini, satu orang pelaku berinisial MP telah diamankan,” jelasnya, pada Selasa (31/3).

Menurutnya, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu. Beberapa di antaranya antara lain printer, tinta, alat potong kertas, kertas A4, serta perlengkapan lain yang berkaitan dengan proses pembuatan uang palsu.

AKBP Robby menegaskan, pengungkapan ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran pelaku serta jalur peredaran uang palsu tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap sindikat uang palsu tersebut terkait perencana dan jejaring peredarannya,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menerima uang tunai, khususnya pecahan besar. Masyarakat diminta lebih teliti dan segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110 apabila menemukan uang yang dicurigai palsu.

(PMJ)

Bupati Bogor Apresiasi Presiden atas Stabilitas BBM dan Ketersediaan Pangan di Tengah Konflik Global

0

KAB BOGOR, MPI Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keberhasilan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) serta memastikan ketersediaan pangan di tengah dinamika konflik global.

Menurut Rudy Susmanto, kondisi Indonesia saat ini menunjukkan ketahanan yang baik dibandingkan sejumlah negara lain yang mengalami lonjakan harga BBM secara signifikan, bahkan hingga lebih dari 100 persen disertai kelangkaan pasokan.

Sementara itu, di Indonesia, ketersediaan BBM di SPBU masih terjaga dan harga relatif stabil tanpa perubahan yang berarti.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama sejumlah perangkat daerah (SKPD) juga terus melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional.

Hasilnya menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok masih terkendali dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Alhamdulilah untuk stok bahan pangan juga dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Bogor menegaskan bahwa kunci utama dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah berbagai tantangan global adalah persatuan. Ia menyebut bahwa benteng pertahanan terakhir bangsa Indonesia terletak pada soliditas dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Musuh utama bangsa kita adalah perpecahan. Untuk itu, mari kita terus bersatu padu membangun bangsa, dimulai dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia,” ujar Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Penggerebekan Gas Ilegal di Cileungsi Memanas, Wartawan Sempat Bersitegang dengan Aparat

0

CILEUNGSI, MPI – Aparat kepolisian dari Subdit 5 Tipidter Bareskrim Mabes Polri menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi di Kampung Kirar, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Selasa, (31/3/2026) Siang.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan ratusan tabung gas berukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, alat timbangan, serta sejumlah pipa yang diduga digunakan sebagai alat penyuntikan gas. Selain itu, dua orang diamankan di lokasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Situasi di lokasi sempat memanas ketika sejumlah awak media mengaku mengalami pembatasan dalam peliputan, khususnya saat akan mengambil gambar. Bahkan, terjadi adu mulut antara wartawan dan aparat di lapangan.

“Sempat terjadi perdebatan dengan aparat kepolisian karena wartawan tidak diperbolehkan mengambil foto kegiatan,” ujar Gatot, salah satu wartawan yang berada di lokasi.

Ia menambahkan bahwa ketegangan dipicu oleh tudingan dari oknum aparat yang menyebut wartawan menghalangi jalannya operasi. “Kami tidak menghalangi kerja petugas. Kami hanya bertanya serta mengambil gambar dan video dari jarak yang tidak mengganggu,” tegasnya.

Perdebatan tersebut berlangsung sebentar sebelum situasi kembali kondusif. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden ketegangan dengan awak media.

Sementara itu, belum terdapat penjelasan resmi mengenai status hukum kedua orang yang diamankan maupun perkembangan penyelidikan yang tengah berlangsung.

Praktik penyalahgunaan gas LPG bersubsidi dinilai merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan masyarakat. Proses penyuntikan yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kebocoran hingga risiko ledakan.

Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan keterangan resmi guna memastikan transparansi penegakan hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik terkait kasus ini.

(Syam)

BPS Kabupaten Bogor Gandeng Diskominfo Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

0

CIBINONG, MPI Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, yang berlangsung di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor, pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta partisipasi perangkat daerah dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sebagai salah satu instrumen penting dalam penyediaan data akurat bagi pembangunan daerah dan nasional.

Kepala BPS Kabupaten Bogor, Bambang Pamungkas, dalam sambutannya menegaskan bahwa data memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Menurutnya, kesalahan dalam membaca data dapat berdampak langsung pada ketidaktepatan kebijakan yang diambil.

“Data itu sangat penting. Banyak persoalan terjadi karena kita salah membaca data. Oleh karena itu, melalui Sensus Ekonomi 2026, kita ingin menghadirkan data yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya budaya literasi di kalangan aparatur dan masyarakat. Membaca, menurutnya, tidak hanya sebatas buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami kondisi daerah melalui data statistik.

“Dengan membaca, kita bisa memahami kondisi Bogor, Jawa Barat, hingga Indonesia. Dari data yang dibaca dengan benar, kita bisa merumuskan langkah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, karena hasilnya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi, potensi usaha, serta arah pengembangan ke depan.

“Sensus Ekonomi 2026 ini akan berdampak besar terhadap kemajuan daerah dan bangsa. Mari kita dukung bersama agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara BPS, Diskominfo, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, sekaligus memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan

Audiensi Organisasi Garda Prabowo di Kantor Kesbangpol Kota Bogor

0

KOTA BOGOR, MPI Organisasi Masyarakat Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Prabowo Kota Bogor mengadakan audiensi ke Kantor Kesbangpol Kota Bogor. Pada Selasa, (31/3/2026).

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, SP., S.M.I. Agenda ini dilakukan dalam rangka silaturahmi, perkenalan, serta diskusi terkait organisasi, program, dan kebijakan pemerintah Kota Bogor saat ini.

Ketua DKC GP Kota Bogor, Fajar Subagja Rianto, menyampaikan bahwa audiensi ini selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk memperkenalkan jajaran struktur organisasi.

“Kami ingin menjadi mitra pemerintahan dalam menata dan mengawal kebijakan pemerintah Kota Bogor, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial di masyarakat. Kehadiran kami membawa nama besar Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, sebagai Dewan Pembina,” ujarnya.

Fajar menambahkan, sesuai dengan motto Kota Bogor saat ini yaitu “Bogor Beres”, maka seluruh unsur tatanan dan kebijakan pemerintah harus berjalan dengan baik, adil, dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, menyampaikan apresiasi atas kehadiran GP Kota Bogor.

“Kami menyambut baik kehadiran organisasi GP dengan harapan dapat bersinergi dan menjadi mitra pemerintahan dalam mengawal kebijakan serta melaksanakan kegiatan positif dan sosial kemasyarakatan. Alangkah baiknya bila ormas dapat terjun langsung bersama pemerintah ke lapangan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 280 ormas terdaftar di Kota Bogor.

Menurut Hidayatulloh, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan mitra organisasi masyarakat yang independen dan profesional agar koordinasi dengan masyarakat berjalan baik.

“Fungsi ormas salah satunya adalah menjaga keamanan, kenyamanan, serta ketertiban bersama,” tegasnya.

Audiensi yang berlangsung selama satu jam ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan komitmen untuk bersinergi.

(Ayax)

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Sinergi Antar Daerah Bersama Gubernur Jawa Barat

0

BANDUNG, MPI Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan dan semangat persatuan di halaman Gedung Sate, pada Senin (30/3/2026).

Kehadiran Bupati Bogor dalam forum ini menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi dan memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah guna mendorong percepatan pembangunan dan kemajuan wilayah di Jawa Barat. Momentum silaturahmi ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi serta menyatukan langkah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis dalam membangun kekuatan bersama antar daerah.

“Silaturahmi untuk mempererat sinergi dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah, bersama Gubernur Jawa Barat beserta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Jawa Barat dalam suasana hangat penuh kebersamaan dan semangat persatuan,” ungkap Rudy Susmanto.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa tradisi silaturahmi merupakan bagian penting dalam memperkuat kebersamaan antar jajaran pemerintah. Namun demikian, ia menekankan bahwa di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, seluruh aparatur pemerintah dituntut untuk lebih fokus pada kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, gagasan yang dibangun tidak boleh sekadar imajinatif, tetapi harus riil dan menjawab kebutuhan masyarakat, seperti pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan kerja yang taktis dan sederhana, yang berorientasi pada aksi nyata. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dengan perencanaan dan wacana, melainkan harus diwujudkan melalui langkah konkret yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak harus selalu diklaim oleh pemerintah, melainkan cukup dibuktikan melalui perubahan nyata di lapangan. Dengan demikian, masyarakat akan menjadi pihak yang secara langsung merasakan sekaligus menyampaikan dampak dari pembangunan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk terus meningkatkan kolaborasi, memperkuat sinergi, serta menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat