Beranda blog Halaman 25

LWP PWNU Jawa Barat Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kabupaten Bogor

0

BOGOR, MPI – Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong percepatan penerbitan sertifikat tanah wakaf, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja bertajuk LWP PWNU Jawa Barat Goes to BPN Bogor 1 Cibinong.

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan capaian kinerja Bidang Wakaf ATR/BPN Kabupaten Bogor 1 sepanjang tahun 2025. Hingga saat ini, Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Bogor 1 telah berhasil menyelesaikan pensertifikatan 91 bidang tanah wakaf, sementara 64 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Bogor 1, Drs. Freddy Murphi, M.Si, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf merupakan bagian dari pelayanan strategis pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset keagamaan dan sosial. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua LWP PWNU Jawa Barat di ruang rapat Kantor BPN Bogor 1, Jumat (24/12/2025), yang turut disaksikan oleh Kautsar, Koordinator Bidang Tanah Wakaf.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama kelembagaan antara PWNU Jawa Barat dan Kanwil ATR/BPN Jawa Barat. Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan perjanjian antara 27 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan 28 Kantah ATR/BPN kabupaten/kota, yang dilaksanakan pada 5 Desember 2024 di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat.

Ketua LWP PWNU Jawa Barat, H. Amiruloh, S.H., menyampaikan rasa syukur atas progres signifikan yang telah dicapai.

“Alhamdulillah, dari total 1.818 bidang tanah wakaf yang diajukan se-Jawa Barat, khusus di Kabupaten Bogor terdapat 155 bidang. Beberapa di antaranya masih memiliki kekurangan berkas sesuai SOP sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Hari ini, kekurangan tersebut sudah kami serahkan kepada masing-masing nadzir untuk segera dilengkapi,” ujar Amiruloh.

Ia menegaskan bahwa PWNU Jawa Barat berkomitmen kuat membantu masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin dan umat Islam secara umum, agar aset-aset wakaf—baik milik perseorangan maupun badan hukum—memiliki tertib administrasi dan kepastian hukum yang jelas.

“Fakta di lapangan menunjukkan masih sering terjadi sengketa tanah wakaf oleh ahli waris, padahal tanah tersebut telah sah diwakafkan oleh muwakif. Sertifikasi menjadi kunci utama untuk mencegah konflik dan menjaga amanah wakaf umat,” tegasnya.

Secara keseluruhan, jumlah tanah wakaf yang diusulkan untuk disertifikatkan di Jawa Barat mencapai 1.818 bidang. Program percepatan sertifikasi wakaf ini diharapkan mampu memperkuat peran wakaf sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan umat, penguatan ekonomi sosial keagamaan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis keadilan dan kemaslahatan.(Syam)

 

Red

Celoteh Abah: Refleksi Akhir Tahun 2025 Jakarta, “Kemanusiaan di Atas Segalanya: Mengawal Persatuan, Menggilas Provokasi”

0

JAKARTA, MPI I. Manifesto Persatuan: Menutup Luka, Membuka Era Baru

Pemerintah Prabowo-Gibran menegaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun pembuktian kerja nyata. Namun, sangat disayangkan, di tengah ujian bencana alam, masih ada segelintir “kaum kusam” yang mencoba memancing di air keruh. Bersama Celoteh Abah BAPERSiPIL (Barisan Penggerak Supremasi Sipil), selebriti, dan rakyat, kita instruksikan kepada seluruh pihak: Hentikan residu Pilpres sekarang juga. Musibah rakyat bukan panggung sandiwara politik. Siapa pun yang menarasikan musibah untuk kepentingan menjatuhkan martabat bangsa, mereka sedang berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. Sabtu (27/12/2025).

II. Arahan Presiden Prabowo Subianto jelas : “Bantu atau Diam!”

Mengutip arahan tegas Presiden Prabowo terkait pihak-pihak yang terus memproduksi narasi negatif:

“Saudara-saudara, saya katakan dengan tegas: Indonesia adalah bangsa yang besar karena gotong royongnya, bukan karena caci makinya. Saat rakyat kita kedinginan di pengungsian, saat anggota TNI, Polri, SAR, dan relawan bertaruh nyawa di medan bencana, tidak ada tempat bagi mereka yang hanya bisa mencibir dan memprovokasi. Jika Anda tidak mampu membantu, minimal jangan buat keruh. Kalau Anda jual narasi perpecahan, saya pastikan persatuan NKRI akan meladeni Anda!”

III. Pagar Opini: Kemanusiaan Tanpa Syarat

– Hormati Seragam dan Atribut Kemanusiaan: Jangan nodai keringat prajurit TNI, anggota Polri, dan tim SAR dengan opini busuk. Mereka adalah benteng terakhir kemanusiaan kita.

– Cacat Fikir & Miskin Moral: Narasi yang mempolitisasi bencana adalah bukti nyata dari kelompok yang kehilangan kompas moral. Rakyat sudah cerdas melihat mana yang bekerja dengan hati dan mana yang memprovokasi dengan benci.

– Lepaskan Beban Politik: Saatnya fokus pada pemulihan nasional. Semua kepentingan kelompok harus tunduk di bawah kepentingan keselamatan rakyat.

IV. Pesan Penutup untuk Pihak Oposan Destruktif

Pemerintah tidak anti-kritik, namun pemerintah anti-perpecahan. Jangan tantang kesabaran rakyat yang sedang berjuang bangkit dari musibah. NKRI adalah harga mati, dan stabilitas nasional adalah syarat mutlak pembangunan.
“Di tahun 2026, tidak ada lagi ruang bagi provokator bencana. Kita hanya akan berjalan bersama mereka yang mau berkeringat untuk Merah Putih.”

REFLEKSI 2025: KEMANUSIAAN DI ATAS SEGALANYA! 🇮🇩

Tahun 2025 adalah tahun pembuktian. Di saat rakyat berjuang menghadapi tantangan alam, Pemerintah Prabowo-Gibran berdiri tegak di garis depan. Namun, sangat disayangkan jika masih ada “kaum kusam” yang mencoba mempolitisasi musibah demi residu Pilpres yang tak kunjung usai.

Ingat:
❌ STOP Provokasi Bencana.
❌ STOP Politisasi Musibah.
❌ STOP Narasi Destruktif.

Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk menghargai dedikasi tanpa batas dari TNI, Polri, Tim SAR, dan para Relawan. Mereka bertaruh nyawa di medan lumpur, sementara provokator hanya sibuk menebar cacat pikir di media sosial.
Pesan Presiden Prabowo jelas: Bantu Pemerintah atau Diam! Jangan perkeruh suasana NKRI jika nuranimu sudah mati. Narasi yang memecah belah di tengah duka adalah bukti kemiskinan moral.
Kalian jual narasi kebencian? Maka Persatuan NKRI siap meladeni! 👊🔥

#PrabowoGibran2025 #Refleksi2025 #NKRIHargaMati #GotongRoyongNasional #StopProvokasi #IndonesiaMaju

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025: PAGAR PERSATUAN NKRI 🇮🇩
Saudara sebangsa, saatnya kita rapatkan barisan.

– Hormati Pejuang Kemanusiaan: Beri apresiasi setinggi-tingginya untuk TNI, POLRI, SAR, dan Relawan yang sedang berjibaku dengan bencana. Jangan bebani mereka dengan opini busuk!

– Hentikan Politisasi: Musibah rakyat bukan panggung politik kaum oposan residu Pilpres. Memanfaatkan duka untuk provokasi adalah tindakan CACAT FIKIR & MISKIN MORAL.

– Pesan Tegas Presiden: “Bantu atau Diam! Jangan buat keruh NKRI.”
Jika ada yang terus menjual narasi negatif saat bangsa sedang berduka, maka rakyat yang cinta damai siap meladeni. Indonesia tidak butuh provokator, Indonesia butuh GOTONG ROYONG.

Sebarkan pesan ini untuk menjaga stabilitas dan moral bangsa!

#BantuAtauDiam #NKRIBersatu #PrabowoSubianto

Refleksi 2025: Menutup tahun dengan ketegasan. Pemerintah Prabowo-Gibran fokus pada kemanusiaan. Stop jadikan bencana sebagai alat politik! #Refleksi2025

Menghargai kerja keras TNI, Polri, & SAR adalah kewajiban. Mereka di lapangan, bukan di balik layar sebar hoaks. Lepaskan beban politik, fokus pada keselamatan rakyat! 🛡️

Kepada kaum oposan residu Pilpres: Narasi negatif kalian di tengah musibah hanya menunjukkan kemiskinan moral. Jika tidak bisa membantu, minimal jangan memperkeruh suasana.

Pesan Presiden @prabowo: “Kalian jual narasi perpecahan, maka persatuan NKRI siap meladeni.” NKRI adalah harga mati. Stabilitas nasional tidak bisa ditawar. 🇮🇩

Mari tutup 2025 dengan semangat Gotong Royong. Tinggalkan pola pikir kusam, bangun masa depan. Bantu pemerintah, atau diam! ✊

#NKRI #PrabowoGibran

Sumber: CELOTEH ABAH BAPERSIPIL MS. Indonesia KP3. Polri

 

Red

Bupati Bogor Gelar Doa Bersama di Penghujung 2025

0

CIBINONG, MPIPemerintah Kabupaten Bogor menutup tahun 2025 dengan doa bersama dan santunan kepada 1.200 anak yatim serta lansia dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong. Acara dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga. Pada Jumat, (27/12).

Kegiatan ini menjadi momentum muhasabah sekaligus memohon rida Allah SWT agar Kabupaten Bogor senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan kekuatan menghadapi tantangan ke depan. Doa bersama dipimpin para kiai dan ulama se-Kabupaten Bogor, diawali tausiyah oleh Gus Miftah yang mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa refleksi akhir tahun kali ini tidak diisi dengan hiburan, melainkan doa dan kebersamaan.

“Menutup akhir tahun 2025, kami memilih berkumpul dan berdoa bersama seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ini adalah bentuk ikhtiar batin, memohon rida Allah SWT agar Bogor senantiasa dalam lindungan-Nya,” ujar Rudy.

Foto: Bupati Rudi susmanto dan wakil Bupati Ade ruhandi, bersama Jajaran pemkab bogor foto bersama anak yatim

Santunan kepada anak yatim dan lansia menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, sejalan dengan semangat gotong royong dan nilai keagamaan.

Dalam refleksinya, Bupati Rudy menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Pemkab Bogor telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, menekan angka kemiskinan, serta memperluas akses pendidikan. Namun ia mengakui, upaya tersebut belum sepenuhnya menjawab seluruh harapan masyarakat.

“Kekuatan terbesar dalam membangun Kabupaten Bogor bukan hanya pada anggaran dan kebijakan, melainkan pada persatuan, doa, dan dukungan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. [ATS]

 

Red

Tudingan Pencuri serta Pemerasan Anak di Bawah Umur, Kasir Alfamart: Minta Maaf Berujung Damai di Polsek Kemang

0

KEMANG, MPIKasus tudingan pencurian dan pemerasan terhadap seorang anak di bawah umur yang sempat viral di media sosial instragram (IG) akun milik sss akhirnya berujung damai. Seorang kasir Alfamart di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak keluarga korban di hadapan kepolisian Polsek Kemang, orang tua korban, serta perwakilan toko pada Jumat (26/12).

Peristiwa ini bermula dari unggahan di akun Instagram berinisial SSS, karyawati Alfamart, yang menuding seorang anak bernama Rafi mencuri satu buah pasta gigi di Alfamart Kemang, beralamat di Jl. Raya Pabuaran No. 88, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Foto: unggahan instragram (IG) milik kasir Alfamart

Dalam unggahan tersebut, korban dituduh mencuri bahkan diperas dengan harga berkali lipat dari harga sebenarnya. Unggahan ini memicu keresahan keluarga dan membuat orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kemang.

Permintaan Maaf Kasir

Dalam mediasi yang digelar pada Jumat, 26 Desember 2025, kasir Alfamart sss menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan pihak media, kepolisian sektor kemang, orang tua korban, dan pimpinan toko serta temen dari alfamart.

Foto: Kasir Alfamart saat menucapkan permintaan maaf.

Isi permintaan maaf yang dibacakan adalah sebagai berikut:

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya atas nama Sri Suryani Siharahap meminta maaf atas kejadian pada tanggal 12 Desember 2025. Semua ini adalah kesalahpahaman. Bahwa Rafi tidak mencuri. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Rafi beserta orang tuanya. Semoga dengan adanya permohonan maaf ini bisa diterima dan tidak ada lagi perundungan terhadap Rafi. Terima kasih.” ucapnya sambil menagis dan rasa menyesal

Permintaan maaf tersebut disaksikan langsung oleh pihak kepolisian Polsek Kemang, orang tua kasir, serta sejumlah rekan kerja.

Ibu korban, Perawati, menyampaikan kekecewaannya atas dampak yang dialami anaknya. Menurutnya, unggahan di media sosial tanpa bukti telah menimbulkan tekanan psikologis dan perundungan di lingkungan sekolah serta mencemarkan nama baik anaknya.

“Anak saya sempat tidak mau sekolah karena sering diledek. Padahal ini hanya kesalahpahaman. Seharusnya tidak langsung diposting ke media sosial, apalagi menyangkut anak di bawah umur. Harapan saya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ucap Perawati.

Ia menambahkan bahwa anaknya yang berkepribadian tertutup semakin merasa tertekan akibat ledekan teman-temannya. kasus ini menjadi pembelajaran bagi Keluarga saya agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial dan tidak gegabah menuduh seseorang tanpa bukti yang nyata,” tambahnya

Sementara itu, pimpinan Alfamart enggan memberikan banyak komentar. Pihaknya hanya menegaskan bahwa tindakan kasir tersebut jelas tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.

“No Comment,” ujar pimpinan Alfamart singkat, namun menekankan bahwa karyawati yang bersangkutan telah menyalahi aturan internal perusahaan.

Kasus ini menjadi perhatian khusus dan pengingat pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial, terutama ketika menyangkut anak di bawah umur. Tuduhan tanpa bukti dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi rafi, termasuk perundungan di lingkungan sekolah.

Mediasi di Polsek Kemang diharapkan dapat mengakhiri polemik dan memulihkan kondisi psikologis rafi Ke depan, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mengedepankan musyawarah sebelum menyebarkan informasi yang dapat merugikan pihak lain.[ATS]

 

Red

Saatnya Prabowo dan BES (Brother Eggi Sudjana) Merangkul, Nitizen: Dukungan Keras BES Duduki Kursi Menteri di Kabinet Merah Putih

0

BOGOR, MPI Nama BES (Brother Eggi Sudjana) tengah menjadi sorotan publik dan nitizen setelah digadang-gadang masuk dalam bursa tiga jabatan strategis Kabinet Merah Putih, yakni: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Dalam Negeri, serta Jaksa Agung Republik Indonesia. Wacaa ini mencerminkan besarnya kepercayaan terhadap kapasitas dan rekam jejak BES dalam bidang pemerintahan, hukum, dan pengelolaan sumber daya daya publik. Kamis, (25/12/2025).

Rekam jejak Kedekatan Prabowo dengan BES

Menjadi sorotan publik serta dukungan kuat saat Prabowo Subianto dan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang hadir ke Polda Metro Jaya pada 15 Mei 2019 untuk membesuk BES meskipun kunjungan mereka ditolak. Dalam proses hukumnya, Tim Pemenangan Prabowo berhasil mengajukan penangguhan penahanan untuk BES . Meski demikian, pada November 2024, Eggi mengungkapkan bahwa ia masih berstatus tersangka, yang menunjukkan belum ada kepastian hukum dalam kasus yang telah berlangsung lebih dari lima tahun ini.

Latar Belakang Isu

Kabinet Merah Putih saat ini menghadapi tantangan besar: transisi energi, penguatan tata kelola pemerintahan daerah, serta penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan. Figur yang mampu menjembatani kepentingan rakyat dengan kebijakan strategis sangat dibutuhkan, dan nama BES pun muncul sebagai salah satu kandidat yang dianggap memenuhi kriteria tersebut dalam sorotan publik serta netizen.

Foto: Keakraban Prabowo dengan BES (Brother Eggi Sudjana)

Nilai Prestasi dan Rekam Jejak BES

Beberapa poin prestasi BES yang menjadi sorotan publik dan netizen:

Kepemimpinan di sektor energi: BES dikenal aktif mendorong kebijakan transisi energi berkelanjutan, dengan fokus pada pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Pengalaman dalam tata kelola pemerintahan: Ia memiliki rekam jejak dalam membangun koordinasi lintas lembaga dan daerah, serta menekankan pentingnya transparansi birokrasi.

Komitmen terhadap penegakan hukum: BES kerap menyuarakan pentingnya supremasi hukum dan pemberantasan korupsi, serta mendukung penguatan lembaga penegak hukum agar lebih independen.

Advokasi publik: Ia dikenal sebagai figur pengacara kurang lebih 30 tahun yang vokal dalam memperjuangkan hak masyarakat, khususnya terkait keterbukaan informasi dan akuntabilitas pemerintah.

Kapasitas akademik dan komunikasi publik: Dengan latar belakang akademis dan pengalaman komunikasi, BES mampu menjembatani isu-isu kompleks menjadi kebijakan yang mudah dipahami masyarakat.

Berikut adalah profil singkat Prof. Dr. H. Egi Sudjana, S.H., M.Si. : BES (BROTHER EGGI SUDJANA)

– Tempat & Tanggal Lahir: Jakarta, 3 Desember 1959

– Agama: Islam

– Status Perkawinan: Menikah dengan Asmini Budi Ani, memiliki 5 anak

– Tempat Tinggal: Bogor

Riwayat Pendidikan

– SMA: SMAN 30 Jakarta (1976-1979)

– S1 Hukum: Universitas Jayabaya Jakarta (1981-1985)

– S2 Lingkungan: Institut Pertanian Bogor (IPB) (1992-1994)

– S3 Lingkungan: IPB (2002-2004)

– Studi Lanjutan: Universitas Teknologi Berlin (1990-1991)

Karier & Profesi

– Pengacara: Pendiri law firm Egi Sudjana and Partners (2004-2023) dan mantan managing partner HSJ & Partners Law Firm. Juga membentuk Tim Pembela Muslim tahun 2001.

– Dosen: Telah mengajar di beberapa universitas, antara lain Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Sahid Jakarta, dan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta.

– Aktivis: Aktif sejak masa mahasiswa di HMI, pernah menjabat Ketua Umum PB HMI (1986-1988), Presiden PPMI (1998-2004), dan Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) (2017-2023).

– Politisi: Pernah mendirikan Partai Pemersatu Bangsa (PBB), bergabung dengan PPP dan PAN, mencalonkan diri sebagai gubernur Jabar (2013, 2018) dan Jatim (2013), serta caleg DPR RI dari PAN (2019).

Respons Publik

Akademisi menilai BES sebagai figur yang memiliki kapasitas multidisipliner, sehingga wajar jika namanya masuk dalam lebih dari satu bursa jabatan.

Masyarakat sipil menekankan perlunya proses seleksi yang transparan agar penunjukan pejabat tinggi negara tidak menimbulkan persepsi elitis.

Pengamat politik melihat dinamika ini sebagai cerminan arah kebijakan pemerintahan yang tengah mencari figur seperti BES dengan integritas dan daya dukung publik yang kuat.

Penutup

Apapun keputusan akhir, publik berharap proses penunjukan pejabat tinggi negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Nama BES yang masuk dalam bursa tiga kursi strategis Kabinet Merah Putih menjadi bukti bahwa figur dengan rekam jejak prestasi dan komitmen publik tetap mendapat tempat dalam dinamika politik nasional. [A T Solihin]

 

Red

Budaya Dibunuh oleh Ego: Pencatutan Nama Ulama di Citeureup

0

KAB. BOGOR, MPI Sebuah preseden buruk kembali mencoreng wajah sosial dan budaya Citeureup. Seorang oknum warga berinisial MYK alias IJ dengan tanpa rasa malu diduga mencatut dan membawa-bawa nama tokoh ulama serta kasepuhan Citeureup secara serampangan, demi membenarkan egoisme dan kepentingan pribadi yang miskin etika, nihil adab, dan jauh dari nilai luhur masyarakat setempat.

Perilaku ini bukan sekadar tindakan tidak sopan, melainkan bentuk perampasan simbol moral. Ulama dan kasepuhan yang selama ini menjadi rujukan akhlak, kebijaksanaan, serta peneduh umat, justru dijadikan alat legitimasi oleh oknum yang mempertontonkan sikap tinggi hati, arogansi verbal, dan kecenderungan manipulatif di ruang publik.

Dalam kultur Citeureup, menyebut nama ulama dan kasepuhan bukan perkara ringan. Ia adalah amanah budaya dan moral. Ketika nama-nama itu dipakai tanpa izin, tanpa restu, apalagi untuk membenarkan konflik, intimidasi, atau klaim sepihak, maka yang terjadi bukan penghormatan melainkan penistaan nilai kasepuhan itu sendiri.

“Ini bukan sekadar etika yang dilanggar, tapi tatanan budaya. Ulama dan kasepuhan Citeureup tidak pernah mengajarkan kesombongan,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat dan budayawan lokal dengan nada geram. Pada Rabu, (24/12)

Potensi Pelanggaran Hukum: Bukan Sekadar Masalah Moral

Dari sudut pandang hukum, pencatutan nama tokoh agama dan kasepuhan tanpa hak dapat mengarah pada dugaan perbuatan melawan hukum, terlebih jika digunakan untuk mempengaruhi opini publik, menekan pihak lain, atau menimbulkan kegaduhan sosial. Tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip dalam Pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum, serta dapat ditafsirkan sebagai bentuk penyalahgunaan nama baik dan otoritas moral seseorang.

Jika dilakukan secara lisan atau tertulis di ruang publik dan menimbulkan dampak sosial, tindakan itu juga berpotensi masuk dalam kategori perbuatan tidak menyenangkan atau penyebaran narasi menyesatkan yang merugikan pihak lain.

Budaya Dibunuh oleh Ego

Yang lebih mengkhawatirkan, tindakan oknum ini mencerminkan gejala sosial yang berbahaya: ketika ego pribadi lebih diagungkan daripada adab, dan simbol agama diperdagangkan demi kepentingan sesaat. Ini bukan hanya soal satu orang, tetapi soal pembusukan nilai sosial jika dibiarkan tanpa koreksi.

Masyarakat Citeureup menilai, sikap semacam ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap warisan budaya lokal yang menjunjung tinggi musyawarah, rendah hati, dan penghormatan terhadap para sepuh.

“Kalau semua orang bebas membawa-bawa nama ulama untuk kepentingan pribadi, maka rusaklah tatanan. Citeureup bukan milik orang yang paling keras suaranya,” tegas seorang tokoh pemuda.

Desakan Klarifikasi dan Pertanggungjawaban Moral
Publik mendesak agar oknum tersebut segera:

– Menghentikan pencatutan nama ulama dan kasepuhan Citeureup

– Menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka

– Mengembalikan marwah tokoh-tokoh yang telah diseret ke dalam konflik tidak bermartabat

Jika tidak, masyarakat menilai perlu ada langkah sosial bahkan hukum untuk mencegah praktik serupa terulang kembali.

Citeureup dibangun oleh adab, bukan oleh suara lantang tanpa akhlak. Ulama dan kasepuhan adalah lentera moral, bukan tameng ego. Ketika nilai-nilai itu diinjak oleh ambisi segelintir oknum, maka diam bukan lagi pilihan melainkan pembiaran terhadap kehancuran jati diri sosial.[Syam]

 

Red

Mahasiswa Gelar Audiensi dengan Prof Brian Yuliarto, Ph.D., Bahas Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

0

JAKARTA, MPISejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melaksanakan audiensi dan diskusi bersama Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Pada Senin, (22/12/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara mahasiswa dan pemangku kebijakan dalam membahas kondisi serta arah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya yang berkaitan langsung dengan mahasiswa.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan, aspirasi, serta masukan terkait tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi saat ini. Isu-isu yang dibahas meliputi:

  • kualitas pembelajaran,
  • relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman,
  • penguatan riset dan inovasi,
  • serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan teknologi yang terus berkembang.

Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyambut baik inisiatif mahasiswa untuk berdialog secara langsung dengan kementerian. Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif mahasiswa sangat penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global. Menurutnya, masukan dari mahasiswa menjadi bahan refleksi sekaligus pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi ke depan.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Zaqi Ramdani, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyuarakan gagasan dan harapan mereka. “Kami berharap pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, daya kritis, serta keberpihakan terhadap pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dan penuh keterbukaan, mencerminkan komitmen bersama antara mahasiswa dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan Kemendiktisaintek dalam menciptakan pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan masa depan serta kebutuhan generasi muda Indonesia.[Syam]

 

Red

Pers Berdiri di Garda Kebenaran, DPC PWRI Kabupaten Sukabumi Periode 2025–2028 Resmi Dikukuhkan

0

KAB. SUKABUMI, MPIDi tengah derasnya arus informasi, hoaks, dan kepentingan yang kerap membelokkan kebenaran, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kembali meneguhkan jati dirinya sebagai penjaga nurani publik. Momentum tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWRI Kabupaten Sukabumi periode 2025–2028, yang berlangsung khidmat di Hotel Augusta, Cikukulu, Kabupaten Sukabumi, Pada Senin, (22/12/2025).

Mengusung tema “Pers Sebagai Cahaya Kebenaran dan Perekat Persatuan Bangsa”. pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan sebuah ikrar moral bahwa pers harus tetap berdiri tegak di atas nilai kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab sosial, meski dihadapkan pada tekanan dan tantangan zaman.

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur strategis lintas sektor, menandakan kuatnya dukungan terhadap peran pers yang profesional dan berintegritas. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWRI berhalangan hadir dan diwakili oleh Ketua OKK DPP PWRI, Bapak Tommy Saputra, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam tentang makna menjadi wartawan sejati.

Wartawan bukan sekadar pencatat peristiwa, tetapi penjaga kebenaran. Pers harus berani berdiri di tengah, tidak condong ke kekuasaan, tidak pula tunduk pada tekanan. Ketika pers jujur, bangsa ini akan tetap utuh,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWRI yang diwakili oleh Bapak Raja Robert M, S.H., M.H., mewakili Dr. Chan H. Hermawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa PWRI lahir dari semangat perjuangan, bukan sekadar organisasi profesi. Menurutnya, wartawan PWRI harus memiliki kepekaan sosial dan keberpihakan pada kepentingan rakyat kecil.

PWRI adalah rumah perjuangan. Di sinilah wartawan ditempa untuk tetap lurus di jalan kebenaran, meski godaan dan intimidasi sering menghadang,” tuturnya.

Dukungan nyata dari unsur TNI dan pemerintah daerah juga terlihat dengan kehadiran perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) yang diwakili oleh Kapten Agus, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh Bapak Kiki Aprilian, mewakili Bapak Yulipri, S.T., M.T. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol bahwa pers merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas demokrasi dan persatuan bangsa.

Ketua DPC PWRI Kabupaten Sukabumi yang baru dilantik, Rijal Pane, dalam pidato pelantikannya menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad yang kuat. Dengan suara bergetar penuh keyakinan, ia menyatakan bahwa amanah ini bukan kehormatan semata, melainkan tanggung jawab besar di hadapan masyarakat dan sejarah.

Kami sadar, menjadi wartawan yang jujur tidak selalu mudah. Ada risiko, ada tekanan, bahkan ada ancaman. Namun PWRI Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk tetap berjalan di jalur kebenaran. Pers harus menjadi cahaya di tengah gelapnya informasi, dan menjadi perekat ketika bangsa ini diuji oleh perbedaan,” tegas Rijal.

Ia juga menekankan bahwa kepengurusan PWRI ke depan akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kode etik jurnalistik, serta membangun kemitraan yang sehat dengan seluruh elemen, tanpa mengorbankan independensi pers.

Pelantikan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPC PWRI Kabupaten Sukabumi dan dihadiri perwakilan DPC APDESI Kabupaten Sukabumi, Kejaksaan Negeri Cibadak, KNPI Kabupaten Sukabumi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Suasana kebersamaan dan solidaritas begitu terasa, mencerminkan semangat persaudaraan insan pers dalam satu tekad: menjaga marwah profesi wartawan.

Di akhir acara, pelantikan ini menjadi pengingat bahwa pers bukan sekadar profesi, melainkan panggilan nurani. Di tangan wartawan yang berintegritas, informasi dapat menjadi cahaya. Dan di tengah bangsa yang majemuk, pers dapat menjadi perekat yang menguatkan persatuan.

Dengan kepengurusan baru ini, PWRI Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang tidak hanya cepat dan faktual, tetapi juga jujur, mencerahkan, dan berpihak pada kepentingan publik demi Indonesia yang lebih bermartabat.[ATS]

 

Red