Beranda blog Halaman 32

Sustainable Village 2025: Mahasiswa UPNVJ Wujudkan Desa Cerdas dan Berkelanjutan

0

BOGOR, MPI Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Bidang Lingkungan dan Masyarakat (Lingmas) BEM UPNVJ kembali menggelar program Sustainable Village (SUSVIL) 2025 di Desa Cijantur, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Selama sepuluh hari, mulai 15 hingga 24 Oktober, para mahasiswa lintas fakultas berkolaborasi menghadirkan solusi nyata untuk pembangunan desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

🔍 Tantangan Nyata di Desa Cijantur

Hasil observasi lapangan mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pendidikan yang masih satu arah, keterbatasan akses layanan kesehatan, hingga minimnya strategi pemasaran hasil pertanian kopi. Masalah lain mencakup rendahnya kepemilikan dokumen kependudukan, pengelolaan sampah yang belum optimal, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

Ibu Ita (45), warga setempat, menyampaikan keprihatinannya: “Akses ke layanan medis masih sulit. Lokasi puskesmas cukup jauh, dan kegiatan posyandu jarang dilakukan. Sosialisasi pun hampir tidak pernah ada.” ungkpa ibu Ita. Pada Rabu, (15/10/2025).

🤝 Solusi Lintas Disiplin: Sinergi Tujuh Fakultas

Sebanyak tujuh fakultas UPNVJ—FEB, FISIP, FH, FIKES, FT, FK, dan FIK—turun langsung ke lapangan, menghadirkan solusi dari enam bidang utama:

– Pendidikan: FISIP menginisiasi sistem kelas berdasarkan usia, pengajaran Bahasa Inggris interaktif, edukasi kebersihan, dan pentas seni sebagai wadah ekspresi anak-anak.
– Digitalisasi: FIK mengajarkan pemanfaatan Instagram untuk promosi kopi dan menciptakan titik lokasi “Aroma Cijantur” di Google Maps.
– Kesehatan: FK dan FIKES menyelenggarakan pemeriksaan gratis dan penyuluhan keluarga tentang pencegahan penyakit, termasuk edukasi bahaya cacingan.
– Administrasi: FH mendampingi warga dalam pembuatan dokumen kependudukan dan sosialisasi pentingnya identitas legal.
– Teknologi & Lingkungan: FT menghadirkan tiang lampu tenaga surya dan eco burner sebagai solusi pengelolaan sampah.
– Ekonomi: FEB melatih petani kopi dalam pengolahan hasil panen dan strategi pemasaran agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi.

 

Kilau Harapan untuk Desa Berdaya

Mengusung tema KILAU: Kolaborasi Inovatif untuk Keberlanjutan dan Aksi Unggul, program ini menjadi ruang pembelajaran lintas disiplin bagi mahasiswa sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup pendampingan, pelatihan, dan penerapan inovasi sederhana yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Sustainable Village bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat untuk membangun solusi nyata bagi kehidupan yang lebih baik,” ujar perwakilan Lingmas BEM UPNVJ.

Dengan dukungan pemerintah desa, mitra akademik, dan partisipasi aktif warga, UPNVJ berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pengabdian masyarakat demi terwujudnya desa cerdas, mandiri, dan berdaya.

 

Red

Ketua Umum DPP PWRI Hadiri Pengukuhan Pengurus DPC PWRI Kabupaten Sukabumi

0

SUKABUMI, MPI Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Sukabumi sukses menggelar rapat perdana sekaligus pembentukan jajaran kepengurusan pada Sabtu (8/11/2025)). Acara berlangsung di Rumah Makan Saung Rizky, Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Rapat dipimpin langsung oleh Rizal Pane, yang kini resmi menjabat sebagai Ketua DPC PWRI Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWRI se-Kabupaten Sukabumi dan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi serta arah kerja organisasi ke depan.

Menambah semangat acara, Ketua Umum DPP PWRI, Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn, turut hadir secara langsung. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan moral dan motivasi bagi pengurus daerah untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan fungsi pers.

“PWRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi wadah perjuangan untuk menjaga etika, profesionalisme, serta peran strategis pers dalam mengawal pembangunan nasional hingga tingkat daerah,” ujar Dr. Suriyanto dalam sambutannya. Pada sabtu (8/11).

Ia juga menekankan pentingnya peran jurnalis di era digital yang menuntut kecepatan, akurasi, dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, PWRI hadir untuk memastikan insan pers bekerja dengan semangat kebangsaan dan berpihak pada kebenaran.

Sementara itu, Rizal Pane menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum dan seluruh pengurus. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas antaranggota dan menjadikan PWRI sebagai rumah besar bagi seluruh wartawan di Sukabumi.

“Ini adalah langkah awal kita bersama. Melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, saya yakin PWRI Sukabumi akan mampu berperan aktif, baik dalam bidang sosial, kemasyarakatan, maupun pembangunan daerah,” ungkap Rizal.

Rapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain membahas struktur kepengurusan, para peserta juga menyampaikan berbagai gagasan untuk memperkuat eksistensi PWRI di Kabupaten Sukabumi.

Dalam waktu dekat, pengurus DPC PWRI Kabupaten Sukabumi dijadwalkan akan dilantik secara resmi oleh DPP PWRI sebagai bentuk pengesahan sekaligus awal langkah kerja organisasi di tingkat daerah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta, menandai semangat baru bagi PWRI Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan insan pers yang profesional, berintegritas, dan berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah dan bangsa.

 

Red/PWRI

Kuasa Hukum Apresiasi Respons Polda Jabar: Proses Hukum Dinilai Transparan dan Cepat

0

BOGOR, MPI Setelah sebelumnya keluarga korban melalui kuasa hukumnya mendesak agar penyelidikan kasus dugaan penganiayaan berat yang menewaskan MF, warga Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, segera diproses, kini pihak Polda Jawa Barat disebut telah merespons cepat dan menindaklanjuti laporan tersebut secara serius.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa proses penanganan kasus saat ini sudah kembali berjalan, setelah sempat mengalami sedikit keterlambatan karena adanya proses disposisi internal di tingkat penyidik.

Kabar positif ini disampaikan langsung oleh penyidik kepada pihak kuasa hukum, yang memastikan bahwa berkas laporan dan tahapan penyelidikan kini telah diproses secara berjenjang sesuai prosedur.

Kuasa Hukum Beri Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih

Menanggapi perkembangan tersebut, Moch. Rizal Trianto, S.H., selaku Kuasa Hukum keluarga korban, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Polda Jawa Barat, khususnya kepada penyidik yang telah memberikan tanggapan cepat dan terbuka.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan respons positif dari Polda Jabar. Penyidik telah memberikan penjelasan yang baik kepada kami bahwa proses hukum sedang berjalan, dan kami sangat menghormati tahapan yang sedang dilakukan,” ujar Moch. Rizal Trianto, S.H., di Bogor, Kamis (6/11).

Ia juga mengakui bahwa sedikit keterlambatan yang sempat terjadi murni karena adanya proses administrasi disposisi internal, yang memang merupakan bagian dari mekanisme prosedural di institusi kepolisian.

“Kami memahami bahwa dalam sistem penegakan hukum, ada tahapan disposisi dan birokrasi yang harus dilalui. Dan setelah kami berkoordinasi langsung, kami mendapat penjelasan yang sangat baik dari pihak penyidik,” imbuhnya dengan nada penuh hormat.

Komitmen Mengawal Proses Hukum hingga Tuntas

Moch. Rizal Trianto, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal jalannya proses hukum ini hingga tuntas, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati antara penegak hukum dan pihak keluarga korban.

“Kami percaya Polda Jabar bekerja profesional. Kami dari pihak kuasa hukum akan terus mendampingi dan mengawal proses ini hingga benar-benar selesai, demi memastikan keadilan yang seadil-adilnya bagi klien kami, Bapak A. Rahman, dan tentu bagi almarhum adik beliau,” tutur Moch. Rizal Trianto, S.H.,

 

Ia menambahkan, kasus ini menyangkut penghilangan nyawa seseorang, sehingga penting bagi semua pihak untuk tetap fokus pada pencarian kebenaran substantif, bukan sekadar formalitas hukum semata.

“Ini bukan hanya perkara hukum, tetapi juga soal kemanusiaan dan rasa keadilan. Kami ingin memastikan bahwa kebenaran akan terungkap dengan cara yang bermartabat dan sesuai dengan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Harapan untuk Sinergi dan Profesionalisme Aparat

Sebagai penutup, Moch. Rizal Trianto, S.H., menyampaikan doa dan harapannya agar pihak kepolisian dapat terus bekerja dengan integritas dan profesionalisme tinggi. Ia juga menegaskan bahwa hubungan baik dan koordinasi antara kuasa hukum dengan penyidik akan terus dijaga demi kelancaran proses hukum.

“Kami berterima kasih kepada Polda Jabar atas keterbukaannya. Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang baik dan profesionalisme aparat, kasus ini akan menemui titik terang dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” pungkasnya.

Dengan demikian, proses hukum atas dugaan penganiayaan berat yang menewaskan MF kini telah kembali berjalan dengan baik, dan seluruh pihak berharap agar kebenaran dapat segera terungkap melalui proses yang transparan dan berkeadilan. [Syam]

 

Red

Motor Wartawan Hilang di Depan Toko Prima Mart Sukahati Cibinong, Warga Harap Keamanan Ditingkatkan

0

CIBINONG, MPI Sebuah sepeda motor milik wartawan Matapena Indonesia dilaporkan hilang di area parkir Toko Prima Mart, yang terletak di Jalan KSR Dadi kusumayadi, sukahati cibinong kabupaten bogor, tepat di depan SMP Negeri 2 Cibinong, pada Jumat malam (7/11).

Kendaraan yang raib adalah Honda BeAT Street keluaran tahun 2025 berwarna hitam dengan striping hijau, bernomor polisi F 2371 FKU. Pemilik motor, Dewi, mengaku terkejut saat mendapati motornya sudah tidak berada di tempat parkirnya setelah selesai belanja di toko prima mart.

Foto; Unit Milik korban yang Hilang

“Saya kaget setelah keluar dari toko prima mart habis belanja, motor saya sudah tidak ada di tempat yang saya perkirkan,” ujar Dewi kepada wartawan, dengan wajah lemes

Menurut keterangan saksi mata, motor tersebut masih terlihat terparkir sekitar pukul 19.00 WIB. Namun hanya berselang beberapa menit, kendaraan itu sudah tidak tampak lagi dilokasi parkir.

Foto: Lokasi kejadian Curanmor milik korban

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dan kini tengah dalam proses penyelidikan.

Foto; Bukti Lp kehilangan dari Polres Bogor

Salah satu karyawan toko, Kang Fauzi, menyebut bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.

“Sudah tiga kali kejadian kehilangan di sini. Helm saya juga pernah hilang sebulan lalu. Bahkan pada 21 Oktober malam, motor teman saya, jenis BeAT Deluxe CBS, juga hilang,” ungkapnya.

“Teman saya yang lain juga hampir kehilangan motor. Untungnya motor itu sempat dikunci cakram, jadi yang dibobol hanya bagian kontaknya. Memang daerah sini rawan, Pak,” tambahnya.

Korban berharap kepada pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan meningkatkan patroli keamanan di kawasan tersebut. Area parkir di sepanjang deretan toko di jalan itu dinilai rawan dan kerap menjadi sasaran pencurian kendaraan bermotor.

 

Red

Dugaan Kelalaian Pengawasan Proyek Drainase di Bogor Selatan

0

BOGOR, MPI Proyek pembangunan saluran drainase di samping Kantor Kecamatan Bogor Selatan yang dikerjakan oleh CV Japhe Methe Sadaya diduga tidak diawasi secara optimal oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor. Dugaan ini mencuat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Pada Kamis, (6/11).

Menurut informasi yang dihimpun, pada saat pelaksanaan proyek, tidak tampak kehadiran mandor, pelaksana, maupun konsultan teknis. Bahkan, beberapa pekerja mengaku tidak mengenal siapa pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut.

Lebih memprihatinkan, para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana diatur dalam UU Disnaker No. 8 Tahun 2010 tentang kewajiban penggunaan APD dalam aktivitas proyek. Hal ini juga berpotensi melanggar ketentuan UU No. 1 Tahun 1970 terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang menjadi tanggung jawab perusahaan pelaksana dan pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja.

Seorang pengamat pembangunan di Kota Bogor yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa CV Japhe Methe Sadaya wajib mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, terlebih proyek ini menggunakan anggaran dari APBD Kota Bogor. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh oleh Dinas Perumkim sebagai pihak yang menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) dan memiliki tugas pokok serta fungsi (tupoksi) dalam pengawasan proyek.

Kejadian ini menyoroti perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur daerah, demi menjamin keselamatan kerja dan penggunaan anggaran publik secara bertanggung jawab.

 

Red

Lagi, Pengamat Bongkar Potret Buram ‘Pentahelix’ di Bidang SDA PUPR Karawang

0

KARAWANG, MPI Pengamat kebijakan pemerintahan sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., kembali melontarkan kritik keras terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, khususnya di Bidang Sumber Daya Air (SDA). Ia menilai, konsep “Pentahelix” yang sempat digembar-gemborkan pejabat bidang tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, justru kini tampak buram di lapangan.

Sorotan tajam Asep Agustian — yang akrab disapa Askun — tertuju pada proyek pembangunan drainase di Jalan Puri Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan nilai anggaran sekitar Rp1,4 miliar yang dikerjakan oleh CV Trisula Wijaya. Menurutnya, proyek tersebut terindikasi kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Pelaksanaannya tetap berjalan meski lokasi proyek masih tergenang air. Ini jelas tidak sesuai standar teknis. Coba tanyakan ke Kabid ‘Pentahelix’ alias Kabid SDA, karena istilah pentahelix itu pertama kali keluar dari mulutnya,” tegas Askun, Senin (3/11/2025).

Lebih lanjut, Askun menyindir keras klaim Kabid SDA yang dalam pemberitaan media sebelumnya sempat menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya Bidang SDA “bersih” dari praktik kotor.

“Dia bilang Bidang SDA di bawah kepemimpinannya bersih. Ya, memang bersih — bersih segalanya!” ucap Askun dengan nada sarkastik. “Ucapan seperti itu akan menjadi bumerang. Ada pepatah, ucapanmu adalah harimaumu. Jangan sampai termakan ucapan sendiri.”

Menurut Askun, klaim bersih seharusnya datang dari pihak lain, bukan diucapkan oleh pejabat yang bersangkutan. “Kalau memang merasa bersih, biarlah orang lain yang menilai. Faktanya, saya lihat sendiri proyek drainase di Puri dikerjakan dalam kondisi banjir. Lalu pasir di lokasi itu untuk apa fungsinya? Ini harus dijelaskan,” ujarnya menegaskan.

Selain proyek drainase di Telukjambe Timur, Askun juga menyoroti proyek sabuk pantai yang dinilai lamban dan terindikasi tidak akan rampung hingga akhir tahun 2025, padahal menyerap anggaran hampir Rp1 miliar. Kedua proyek tersebut, menurutnya, memperlihatkan wajah buram dari pelaksanaan konsep pentahelix yang kerap digaungkan.

“Waktu ditanya soal lingkaran setan, dia jawab dengan konsep pentahelix. Sekarang saya tanya, di mana unsur-unsur pentahelix itu saat proyek berjalan amburadul? Saya akan terus mengkritisi, karena apa yang dia ucapkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan hanya pintar bicara konsep, tapi lemah dalam implementasi,” sindirnya tajam.

Dengan semakin banyaknya proyek bermasalah di lingkungan PUPR Karawang, Askun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan. Ia meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh terhadap indikasi pelanggaran teknis dan administratif di Bidang SDA, termasuk kejelasan penggunaan dana dan kualitas hasil pekerjaan.

“APH jangan diam. Kalau proyek itu benar, tunjukkan di mana letak benarnya. Tapi kalau tidak benar, ungkap di mana letak salahnya. Kalau APH tidak berani menyelidiki, patut dipertanyakan: ada hubungan apa antara APH dengan Kabid ‘Pentahelix’ ini?” tegasnya.

Askun juga menyinggung bahwa Kabid SDA yang dimaksud diketahui memiliki gelar akademik tinggi, bahkan disebut-sebut lulusan S2 dan S3 dari perguruan tinggi luar negeri, namun hal itu tidak lantas menjamin kualitas kinerja di lapangan.

“Sekalipun dia lulusan luar negeri, bukan berarti kebal kritik. Pertanggungjawabkan ucapanmu. Saya tidak akan diam. Mata saya, telinga saya, kaki tangan saya, dan otak saya semuanya akan bekerja mencari kebenaran sampai kapan pun,” pungkasnya tegas.

 

Red

Dandim 0508/Depok Disambut Tradisi Palang Pintu Saat Kunjungi Koramil 03/Sukmajaya

0

DEPOK, MPI Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf Iqbal Triano, melakukan kunjungan kerja ke Koramil 03/Sukmajaya. Kedatangannya bersama istri dan rombongan disambut meriah dengan tradisi Palang Pintu, kesenian khas Betawi, di gerbang Makoramil 03/Sukmajaya. Pada kamis, (6/11).

Setelah melewati prosesi Palang Pintu yang diiringi pantun-pantun selamat datang, rombongan Dandim disambut langsung oleh Danramil 03/Sukmajaya, Mayor Inf Suyono, beserta jajaran.

Mayor Suyono menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan kerja perdana Kolonel Inf Iqbal Triano ke Koramil 03/Sukmajaya. Selain menjalankan agenda resmi, kunjungan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi langsung antara pimpinan dan anggota Koramil.

“Kegiatan ini merupakan kunjungan kerja pertama Bapak Dandim ke Koramil 03/Sukmajaya. Selain itu, beliau ingin melihat langsung kondisi fisik Koramil, kesejahteraan prajurit, serta memastikan seluruh personel bekerja secara optimal dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial,” ujar Mayor Suyono.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan semangat kebersamaan di lingkungan Kodim 0508/Depok, khususnya di wilayah Koramil 03/Sukmajaya.

 

Red

Pengukuhan KORWIL PWRI Bogor Timur: Menjaga Solidaritas, Membangun Kolaborasi

0

BOGOR, MPI Di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap membaurkan fakta dan opini, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya resmi membentuk Koordinator Wilayah (KORWIL) PWRI Bogor Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pers yang berintegritas dan berbasis digital di wilayah Bogor Raya.

Acara pengukuhan digelar pada Kamis (6/11). di Kedai Sate Maranggi, Gerbang Tol Citeureup, Bogor Timur. Ketua PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH, memimpin langsung prosesi tersebut, didampingi Sekretaris Candra Doso, S.IP (Wakil Ketua Bidang Organisasi), serta pembina PWRI, Fajar Subagja Rianto.

Dalam musyawarah internal PWRI Bogor Raya, Alvin (Asilungun P. Ndraha), Sabar Marpaung, dan Heri Paruk Harja ditetapkan secara aklamasi sebagai pengurus KORWIL PWRI Bogor Timur. Pengukuhan ini turut disaksikan oleh aktivis serta perwakilan PWRI Bogor Barat dan Bogor Selatan, sebagai wujud nyata solidaritas lintas wilayah.

Dalam sambutannya, Ketua Rohmat menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan membangun kolaborasi antarjurnalis. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas media harus dibarengi dengan verifikasi anggota dan kepatuhan terhadap kaidah jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers.

“PWRI hadir bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga integritas pers dan mengawal pembangunan Bogor yang lebih baik,” ujar Rohmat.

Pembina PWRI, Fajar Subagja Rianto, menambahkan bahwa media anggota PWRI harus mampu mengangkat potensi wilayah, baik keberhasilan besar maupun kecil, serta inisiatif masyarakat yang bernilai positif.

“PWRI Bogor Raya bukan hanya penyampai informasi, tapi juga pengawal pondasi pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fajar Subagja juga mengukuhkan Machrudin (Bang Udin) sebagai Humas PWRI yang baru. Ia menyampaikan komitmen PWRI Bogor Raya untuk memperkuat solidaritas antarjurnalis dan menjadikan organisasi ini sebagai wadah silaturahmi yang produktif.

“Semangat kami sederhana: menjaga solidaritas, membangun kolaborasi, dan menghadirkan media lokal yang cepat, cerdas, dan berintegritas,” tutup Machrudin.

 

Red