JAKARTA, MPI – Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana menyatakan bahwa ia tidak terima dituding sebagai pengkhianat dan disebut sebagai “tuyul” oleh tersangka kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo, serta kuasa hukumnya Ahmad Khozinuddin. Saat Konfrensi Pers di depan halaman lobby Gedung Mabes Polri pada Rabu (18/2/2026) Malam, Eggi menilai tudingan tersebut bukan sekadar kritik, tetapi fitnah yang merendahkan kehormatannya sebagai advokat.
Eggi meminta Roy dan Khozinuddin untuk berani menghadapi laporan polisi yang telah diajukannya. Ia mengaku sakit hati dengan pernyataan keduanya pasca-SP3 kasus yang melibatkan dirinya dan Damai Hari Lubis (DHL).
Meski sebelumnya mereka merupakan rekan seperjuangan, Eggi kini memilih membawa masalah tersebut ke ranah hukum atas dugaan fitnah dan penghinaan. Ia menyebut bahwa ucapan-ucapan Roy dan Khozinuddin sebagai bentuk serangan personal.
“Selanjutnya datang dua tuyul menemui jin Iprit. Jadi dua tuyul itu saya sama dia Damai Hari Lubis (DHL). Jin Ipritnya Jokowi. Roy lu jangan ngeles-ngeles maksudnya lu pakai satir-satir. Lu lagi ribut sama gua ya toh. Jadi lu jelaskanlah. Aku tidak mau ribut antar begini apalagi teman. Di-framing-framing gua meninggalkan perjuangan. Siapa yang ninggalin perjuangan?,” ujar Eggi.
Namun, Eggi tetap menegaskan ingin menyelesaikan masalah lewat jalur hukum sambil menjaga etika menjelang Ramadhan.
“Nah, poin pentingnya dengan segala hormat jelang Ramadan ini saya tidak mau terbawa emosional saya. Jadi secara umum perilaku mereka walaupun mereka tidak pernah minta maaf dan merasa belagu, sudahlah saya pakai moral Islam, saya maafkan mereka ya toh. Tapi hukum jalan terus,” tegasnya,
Eggi menantang Roy untuk membuktikan diri secara gentleman melalui proses hukum, “kau buktikan kau jagoan, kau bisa hebat, pengacara terkenal. Lawanlah.” pungkasnya
[ATS]



