BOGOR, MPI – Hizbullah A. Sudjana, S.H., M.H., putra kedua Eggi Sudjana sekaligus Managing Partner Law Firm Eggi Sudjana & Partners, menyampaikan tanggapan atas tulisan Ahmad Khozinudin yang berjudul “Eggi Sudjana Sebaiknya Banyak Berdzikir & Mohon Ampunan Allah Agar Husnul Khatimah.”
Menurut Hizbullah, sejumlah narasi yang disampaikan Ahmad Khozinudin dinilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi sekaligus penjelasan dari sudut pandang keluarga Eggi Sudjana.
Hizbullah menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh Eggi Sudjana terhadap Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo merupakan hak setiap warga negara untuk memperoleh perlindungan hukum atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan. Ia menolak anggapan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk “serangan terbuka”, sebab menurutnya proses hukum merupakan mekanisme yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sebelumnya telah berupaya membuka ruang tabayun dan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak memperoleh tanggapan sebagaimana yang diharapkan sehingga proses hukum tetap berjalan.
Terkait pertemuan Eggi Sudjana dengan Presiden Joko Widodo yang berujung pada penghentian penyidikan (SP3), Hizbullah menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari strategi dan perjuangan hukum Tim Pembela Hukum Bang Eggi Sudjana (TPH BES), serta bukan bentuk pengakuan atas berbagai tuduhan yang berkembang di ruang publik.
Hizbullah juga menyoroti peran Ahmad Khozinudin sebagai advokat. Menurutnya, kewenangan seorang kuasa hukum harus dijalankan sesuai dengan ruang lingkup surat kuasa yang diberikan oleh klien dan tidak digunakan untuk menyerang pihak lain di luar objek perkara.
Selain itu, ia berpendapat bahwa proses persidangan pidana memiliki ruang lingkup pembuktian yang terbatas pada unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum, sehingga tidak serta-merta menjadi forum pembuktian terhadap berbagai isu lain yang berkembang di masyarakat.
Menanggapi saran Ahmad Khozinudin agar Eggi Sudjana memperbanyak zikir, memohon ampun kepada Allah SWT, serta mempersiapkan husnul khatimah, Hizbullah menyatakan menghargai nasihat tersebut.
Namun, ia menilai bahwa ajakan untuk memperbaiki diri semestinya juga menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak.
“Jangan sampai seseorang merasa dirinya paling benar atau paling suci sehingga mudah menilai orang lain, tetapi lupa bercermin terhadap kekurangan dirinya sendiri,” ujar Hizbullah, pada Kamis (2/7).
Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan etika, persaudaraan, serta penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku, tanpa saling menghina maupun membangun narasi yang dapat memperkeruh suasana.
(Red)
