Mengurai Benang Kusut Administrasi dan Sosial di Cijantur Lewat Program SUSVIL 2025

BOGOR, MPI – Kampung Cijantur, Kecamatan Rumpin, masih menghadapi tantangan serius dalam hal administrasi kependudukan dan akses informasi. Terletak di wilayah berbukit yang sulit dijangkau, warga—terutama lansia—kesulitan mengurus dokumen seperti KTP dan KK secara mandiri.

Menjawab kondisi tersebut, BEM UPN Veteran Jakarta melalui program Sustainable Village 2025 (SUSVIL) bidang Lingkungan Masyarakat, menggelar kegiatan pendampingan sosial dan administratif di Cijantur. Fokus utamanya: meningkatkan kesejahteraan warga melalui literasi informasi dan kemudahan akses layanan publik.

Pendampingan Lansia dalam Urusan Administrasi

Baca juga:  Budaya Dibunuh oleh Ego: Pencatutan Nama Ulama di Citeureup

Banyak warga lansia belum memiliki dokumen kependudukan lengkap. Bukan karena enggan, tetapi karena akses menuju kantor kecamatan sangat terbatas.

“Banyak warga ingin punya KTP dan KK, tapi jalan ke bawah itu jauh dan nanjak,” ujar Abduloh (56), warga Cijantur. Pada Senin, (20/10/2025).

Melalui SUSVIL, mahasiswa membantu pengumpulan data dan berkoordinasi langsung dengan pihak Kecamatan Rumpin untuk mempercepat proses administrasi.

Informasi Terhambat oleh Blank Spot

Kondisi geografis menyebabkan sinyal telepon dan internet sulit menjangkau sebagian besar wilayah kampung. Warga pun mengandalkan toa masjid dan kabar dari mulut ke mulut sebagai sumber utama informasi.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Hakim Menurut Al-Qur'an vs Kenyataan Di NKRI

“Kalau ada yang meninggal, kerja bakti, atau bantuan, ya dikabarin dari toa,” kata Elis (35), warga setempat.

Keterbatasan ini menjadi sorotan penting dalam upaya pembangunan sosial dan partisipasi warga terhadap program pemerintah.

Peran Tim Pengembangan Administrasi SUSVIL

Tim SUSVIL melakukan pendataan sosial, diskusi dengan perangkat desa, dan wawancara warga untuk menggali kebutuhan serta kendala yang dihadapi. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk policy brief sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Baca juga:  Penertiban dan Pengosongan Lokasi Peti di Waramsihat, Berhasil Bongkar Ratusan Tenda

“Data yang kami kumpulkan tidak hanya soal administrasi, tapi juga pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur informasi,” jelas perwakilan tim pengembangan.

Harapan untuk Masa Depan Cijantur

Program SUSVIL 2025 bertujuan membangun kemandirian warga dalam urusan administrasi dan memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perkembangan informasi.

“Kampung Cijantur punya semangat besar, tinggal bagaimana dukungan infrastrukturnya diperkuat,” tutup perwakilan BEM UPN Veteran Jakarta.

 

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...