Mutiara Hikmah – Senin, 8 Juni 2026
Matapenaindonesia.co.id – Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓـفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ ۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.”
(QS. Al-Mulk [67]: 19)
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ ۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍ
“Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.”
(QS. Al-Mulk [67]: 20)
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
“Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).”
(QS. Al-Mulk [67]: 21)
قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَ كُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصَا رَ وَ الْاَ فْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
“Katakanlah, ‘Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.'”
(QS. Al-Mulk [67]: 23)
Bahwa dalam upaya mentadaburi Al-Qur’an, kiranya Eggi Sudjana (ES) Theori mesti digunakan agar Ýterjaga alur berpikirnya yang Objektif, Sistematis, Toleran Jujur Benar Adil (OST JUBEDIL).
Perhatikan Ayat 19 dari Surah Al-Mulk tersebut secara obyektif. Adakah yang bisa menafikkan fakta tentang burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya serta terbang bebas, tak ada yang bisa menahannya? Ingat, kebenaran itu adalah persesuaian antara pernyataan dengan kenyataan. Jadi menjadi aneh bila ada orang yang kafir atau menutup diri dari kenyataan fakta yang terjadi, atau bahkan menentangnya.
Belum lagi mengenai bala tentara yang membela-Nya ketika Perang Badar hingga berbagai peristiwa yang terjadi sampai saat ini, seperti Amerika Serikat dan Israel berhadapan dengan Palestina dan Iran. Siapa sangka Iran mampu melawan, sekalipun menghadapi kecanggihan persenjataan Amerika Serikat dan Israel. Dengan HOI-mu, bagaimana hal itu bisa terjadi bila bukan Allah yang membantu dengan bala tentara-Nya? Itulah orang-orang kafir yang tertipu.
Sisi lain tentang rezeki-Nya buat kita. Bukankah ada yang kaya dan ada yang miskin? Siapa yang menentukan itu? Juga mengenai pendengaran, penglihatan, dan hati. Allah-lah yang menciptakannya, tetapi HOI-nya itu dilalaikan atau disfungsional sebagaimana yang diwahyukan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’ [17]: 36)
Bahkan akhir hidup bagi orang yang hanya ikut-ikutan saja dan tidak memiliki daya OST JUBEDIL-nya, baik dalam soal politik, ekonomi, maupun hukum terhadap kebijakan pemerintah yang sesat, tidak berani mengkritik apalagi melawannya, maka mereka termasuk orang-orang yang disfungsional pendengaran, penglihatan, dan hatinya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”
(QS. Al-A’raf [7]: 179)
Bahwa banyak Manusia Kardus, tetapi ia tidak menyadarinya. Akhir hidupnya adalah Neraka Jahanam.
Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)



