Matapenaindonesia.co.id – Mutiara Hikmah BES – SENIN, 22 Juni 2026.
📖 Allah SWT berfirman:
آلِ عِمْرَانَ ١٤٠
(QS. Ali Imran Ayat 140)
إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Artinya:
“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
Ayat ini menjelaskan bahwa kekuasaan, kejayaan, kemenangan, maupun kemunduran adalah sunnatullah yang akan terus bergilir di antara manusia.
✅ Tidak ada kekuasaan yang abadi.
✅ Tidak ada kejayaan yang berlangsung selamanya.
Allah mempergilirkan kekuasaan agar:
🔍 Terlihat siapa yang beriman dan siapa yang kufur nikmat.
✅ Menjadi ujian bagi mereka yang memperoleh amanah.
✅ Menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
✅ Menunjukkan bahwa Allah tidak menyukai kezaliman.
🧭 TIGA PARAMETER MENILAI KEPEMIMPINAN
Menurut BES – Brother Eggi Sudjana
⏳ 1. Waktu dan Rekam Jejak
Berapa lama seseorang memimpin dan apa hasil nyata yang ditinggalkannya?
Ukuran keberhasilannya dapat dikaitkan dengan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea Keempat:
🇮🇩 A. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
Apakah kepemimpinannya berhasil menjaga kedaulatan, keamanan, dan persatuan bangsa?
💰 B. Memajukan kesejahteraan umum
Apakah rakyat semakin sejahtera selama masa kepemimpinannya?
🎓 C. Mencerdaskan kehidupan bangsa
Apakah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kualitas sumber daya manusia mengalami kemajuan?
🌏 D. Ikut melaksanakan ketertiban dunia
Apakah Indonesia berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif?
📜 2. Perkataan dan Kebijakan
Seorang pemimpin tidak cukup dinilai dari pidato dan janji.
Yang lebih penting adalah kebijakan nyata yang dihasilkan.
🔹 Kebijakan hukum
🔹 Kebijakan ekonomi
🔹 Kebijakan politik
🔹 Konsistensi antara ucapan dan tindakan.
Di sinilah kualitas kepemimpinan sesungguhnya diuji.
🚀 3. Momentum dan Kesempatan
Setiap pemimpin memperoleh momentum yang berbeda.
Ada yang memimpin saat:
⚔️ Masa perang
📉 Krisis ekonomi
🏛️ Transisi politik
🌍 Gejolak global
📈 Masa pertumbuhan ekonomi
Kemampuan memanfaatkan momentum tersebut menjadi salah satu ukuran keberhasilan seorang pemimpin.
👑 DELAPAN PRESIDEN RI SEBAGAI LABORATORIUM SEJARAH
Pergiliran kekuasaan di Indonesia dapat dipelajari melalui perjalanan delapan Presiden Republik Indonesia:
1️⃣ Ir. Soekarno
2️⃣ Jenderal Soeharto
3️⃣ B.J. Habibie
4️⃣ KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
5️⃣ Megawati Soekarnoputri
6️⃣ Susilo Bambang Yudhoyono
7️⃣ Joko Widodo
8️⃣ Prabowo Subianto
Masing-masing hadir pada zamannya dengan tantangan dan kesempatan yang berbeda.
Dari mereka kita dapat belajar:
📌 Bagaimana kekuasaan diraih.
📌 Bagaimana kekuasaan dijalankan.
📌 Bagaimana kekuasaan dipertahankan.
📌 Bagaimana kekuasaan berakhir.
📌 Apa manfaat dan dampak dari setiap kebijakan yang diambil.
🪞 PELAJARAN BAGI KITA SEMUA
Sesungguhnya ayat tentang pergiliran kekuasaan tidak hanya berlaku bagi presiden atau pejabat negara.
Setiap manusia memiliki bentuk kekuasaan dalam lingkup kehidupannya masing-masing:
👨👩👧 Orang tua terhadap keluarga.
👨🏫 Guru terhadap murid.
👔 Pimpinan terhadap bawahannya.
🤝 Tokoh masyarakat terhadap lingkungannya.
Karena itu, tiga parameter yang digunakan untuk menilai pemimpin negara juga dapat digunakan untuk menilai diri sendiri.
❓ PERTANYAAN MUHASABAH
⏰ Tentang Waktu
Bagaimana kita menggunakan umur yang Allah berikan?
Apakah menghasilkan manfaat atau justru terbuang sia-sia?
🗣️ Tentang Perkataan dan Kebijakan
Apakah ucapan kita sejalan dengan tindakan kita?
Apakah kita berlaku adil kepada keluarga, teman, dan masyarakat?
🎯 Tentang Kesempatan
Sudahkah kesempatan yang Allah berikan dimanfaatkan untuk kebaikan?
Ataukah justru berlalu tanpa makna?
🌟 PENUTUP
Pergiliran kekuasaan adalah hukum Allah yang tidak pernah berubah.
🔄 Yang berkuasa hari ini, suatu saat akan digantikan.
🔄 Yang berada di puncak hari ini, suatu saat akan turun.
🔄 Yang sedang diuji kesulitan hari ini, suatu saat dapat memperoleh kemudahan.
Karena itu, ketika Allah memberikan amanah, jabatan, kesempatan, atau kekuasaan sekecil apa pun kepada kita, gunakanlah untuk:
⚖️ Menegakkan keadilan.
🤲 Membela kebenaran.
💞 Menebar kemaslahatan.
📚 Menambah ilmu dan manfaat.
Pada akhirnya, yang dinilai oleh Allah bukanlah lamanya seseorang berkuasa, melainkan bagaimana amanah itu dijalankan.
“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan setiap amanah, kesempatan, dan kekuasaan yang Allah titipkan untuk meraih ridha-Nya.
🤲 Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Salam Jihad – Brother Eggi Sudjana ( BES )



