Polemik Ijazah Memanas, Eggi Sudjana Kirim Pesan Moral Tegas kepada Jokowi!

JAKARTA |  MATA PENA INDONESIA – Polemik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas dan menjadi sorotan. Kali ini, Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si yang sering di kenal dngan sebutan Brother Eggi Sudjana (BES) dengan tegas menyampaikan pesan moral sekaligus peringatan keras kepada Jokowidodo (Jokowi) agar berani menghadapi proses persidangan dan membuktikan kebenaran Ijazahnya melalui jalur hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Eggi Sudjana saat menjadi narasumber tamu undangan dalam podcast Ngopi Radikal yang berlangsung di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan, pada (28/10/2026)

Dalam dialog tersebut, Eggi secara terbuka didepan sorot kamera meminta Jokowi untuk tidak menghindari persidangan apabila benar dijadwalkan hadir pad 5 November 2026.

Dengan nada serius, Eggi menegaskan bahwa pesan yang disampaikannya bukan didasari kebencian pribadi, melainkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral terhadap persoalan yang telah menjadi perhatian masyarakat.

Baca juga:  Menuju Indonesia Bertaqwa dalam Paradoks Kekayaan Indonesia

“Saya ingatkan dengan serius, khususnya Pak Jokowi. Dengan segala hormat, saya lebih tua dari Jokowi. Beliau tahun 1961, saya tahun 1959. Jadi, Adinda Jokowi, dengan segala hormat, saya dengar katanya nanti pertengahan November Anda akan datang ke pengadilan,” ujar Eggi.

Eggi menilai, kehadiran Jokowi dalam persidangan menjadi hal penting untuk memberikan ruang pembuktian secara terbuka. Menurutnya, seseorang yang merasa memiliki kebenaran seharusnya tidak ragu menghadapi proses hukum.

Bahkan, Eggi menggunakan kalimat keras untuk menekankan pentingnya tanggung jawab moral seorang mantan Presiden.

“Anda harus datang. Kalau Anda tidak datang, Anda tidak bermoral. Karena Anda adalah Presiden Republik Indonesia ke-7. Ini serius, ya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar Jokowi tidak sampai mengabaikan proses persidangan yang menurut informasi yang didengarnya akan berlangsung pada pertengahan November.

Baca juga:  Kunto Wibisono, SH: Selamat atas Peresmian Kantor Baru Mata Pena Group

“Jadi, jangan sampai tidak datang. Pertengahan November ini, ini pesan moral,” ungkap Eggi.

Dalam kesempatan tersebut, Eggi juga menyinggung Roy Suryo dan Dr. Tifa yang selama ini turut menjadi perhatian dalam polemik ijazah Jokowi.

Menurut Eggi, pembuktian harus dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut. Tidak cukup hanya menyampaikan pernyataan atau argumentasi di ruang publik, tetapi harus diuji melalui mekanisme hukum.

“Roy buktikan di pengadilan, Tifa juga begitu. Jokowi juga buktikan ijazahnya asli,” kata Eggi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Eggi menghendaki adanya pembuktian dari masing-masing pihak agar polemik tidak terus berkembang menjadi perdebatan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pesan Moral Eggi: Jangan Menghindar dari Kebenaran

Lebih jauh, Eggi menegaskan bahwa persoalan ijazah bukan sekadar perdebatan biasa. Ketika sebuah persoalan telah masuk dalam ranah hukum dan menjadi perhatian publik, seluruh pihak harus menghormati proses yang berjalan.

Baca juga:  Usai CFD, Arus Lalu Lintas Simpang McD Tegar Beriman Semrawut, Kemana Petugas?

Menurutnya, jabatan dan status seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghindari proses pembuktian.

Pesan moral yang disampaikan Eggi kepada Jokowi cukup jelas: apabila merasa ijazah yang dipersoalkan tersebut asli, maka pembuktian harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Publik pun menantikan kejelasan atas polemik tersebut. Kebenaran tidak semestinya ditentukan oleh opini, tekanan, ataupun perdebatan di media sosial, melainkan melalui fakta, dokumen, dan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pada akhirnya, pesan Eggi Sudjana menjadi Sorotan pengingat bahwa penghormatan terhadap hukum harus berlaku bagi siapa pun, termasuk mereka yang pernah menduduki jabatan tertinggi di negeri ini. (Ats/MPI)

Latest

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua...

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali...

Mutiara Hikmah BES: Eggi Sudjana Bongkar 7 Penyebab Manusia Mengkhianati Kebenaran

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H....

Newsletter

Don't miss

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua...

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali...

Mutiara Hikmah BES: Eggi Sudjana Bongkar 7 Penyebab Manusia Mengkhianati Kebenaran

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H....

Petisi 26 Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Kongkalikong Tender RSUD Parung Rp109 Miliar

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Dugaan persekongkolan tender dalam...

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mulai menjadi perhatian...

Mutiara Hikmah BES: 40 Tahun Menjaga Istiqamah, Eggi Sudjana Bongkar 7 Variabel Konsistensi Perjuangan Islam dari QS Al-Fath 27–29

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si. atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam Mutiara Hikmah Selasa, 3 November 2026, mengangkat...

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data tindak lanjut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) hingga...