Prof Eggi Sudjana: Ingkar Hukum Allah, Menerima Azab Jahanam di Dunia dan Akhirat

Mutiara Hikmah 16 April 2026.

Matapenaindonesia Allaah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَا بُ جَهَنَّمَ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa lillaziina kafaruu birobbihim ‘azaabu jahannam, wa bi-sal-mashiir

“Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 6)

Sangatlah jelas bagi siapa saja yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka ia akan MENDAPATKAN AZAB JAHANAM, suatu TEMPAT yang SEBURUK-BURUKNYA.

Azab Allah itu bisa terjadi sekaligus dan terasa nyata, bahkan di dunia ini. Contohnya bagi Bangsa Indonesia yang ingkar hukum-hukum Allah, terutama dalam penerapan pidana Islam. Hingga hari ini, kita masih menggunakan hukum warisan penjajah Belanda. Padahal sudah 80 tahun Indonesia merdeka, namun sistem hukumnya belum sepenuhnya beralih ke aturan Ilahi.

Sejalan dengan berjalannya waktu selama 80 tahun kemerdekaan, rakyat Indonesia justru TIDAK MERDEKA SECARA SUBTANSI POLITIK, EKONOMI, dan HUKUM.

Baca juga:  Kapolres Metro Bekasi Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Jaya

Data Sumber Daya Alam (SDA) menunjukkan potensi yang luar biasa besar:

– Batu bara: 3.000 Triliun

– Kelapa sawit: 1.500 Triliun

– Nikel: 1.000 Triliun

Totalnya jauh melampaui kebutuhan APBN yang hanya sekitar 3.700 Triliun. Akan tetapi, rakyat tetap dibebani pajak, dan pembangunan negara justru bergantung pada pajak, bukan dari hasil kekayaan alam yang melimpah itu.

Lalu ke mana perginya ribuan triliun hasil kekayaan negara tersebut?

Belum lagi ditambah beban HUTANG PEMERINTAH, BUMN, dan SWASTA yang mencapai 20-an ribu triliun rupiah. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Akibatnya sudah nyata terlihat: rakyat Indonesia menjadi SUSAH dan MENDERITA, sulit mencari pekerjaan, tingkat kriminalitas meningkat, terjadinya disharmoni sosial di tengah bangsa, serta seringnya bencana alam dahsyat melanda.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Dari Kegelapan Menuju Cahaya, Refleksi Tauhid bagi NKRI

Ini adalah sebagian wujud AZAB JAHANAM MINOR yang kita rasakan bersama, di mana azab itu bisa datang dari langit maupun dari bumi, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Masih ada waktu untuk bertaubat, terutama bagi para pemimpin bangsa. Segeralah kembali kepada Allah dan perbaiki keadaan, sebagaimana perintah-Nya:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَ يْمَا نِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَ تْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا وَا غْفِرْ لَـنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Baca juga:  Prof Eggi Sudjana: Yang Dilihat ALLAH Adalah Iman dan Niat

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Salam Ta’ziem dan Jihad.

Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Newsletter

Don't miss

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, UIP...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal harta, jabatan dan kekuasaan? Pertanyaan tersebut menjadi bahasan Koh Halim dalam refleksi Curhat Pagi Hari...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Rabu, 16 September 2026, mengajak umat Islam merenungkan kandungan QS. Al-Hujurat ayat...