Saiful Chaniago: Kapolda Metro Jaya Harus Jaga Profesionalitas

JAKARTA, MPI – Wakil Ketua Umum DPP KNPI sekaligus Ketua Umum Pasukan Pro Bowo (PASPROBO), Saiful Chaniago menilai polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Republik Indonesia Ke – 7 bukan semata-mata persoalan hukum, melainkan lebih dominan bernuansa politik. Karena itu, ia mengingatkan Kapolda Metro Jaya Asep Suheri agar senantiasa menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas. Kamis (13/11/2025).

Baca juga:  Kurnia Royani Diminta Pahami Perbedaan RJ dan “Demi Hukum”, BES-DHL: Teruslah Berjuang!

Saiful Chaniago menyampaikan apresiasi atas kinerja Kapolda Metro Jaya selama ini. Menurutnya, Kapolda harus konsisten dan konsekuen terhadap nilai konstitusional yang menjamin hak demokrasi setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi, sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang eksistensi Kepolisian Republik Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia dalam melayani dan mengayomi masyarakat. Alhamdulillah, banyak prestasi terbaik yang sudah dicapai. Berkaitan dengan penangkapan penculik anak bernama Bilqis di Makassar, kami sebagai pemimpin pemuda Indonesia sangat berterima kasih kepada Kapolri dan jajarannya yang telah optimal menjalankan kewajibannya sesuai amanat undang-undang,” ujar Chaniago.

Baca juga:  DPD LAPBAS Tak Sesuai AD/ART Organisasi, Pemberhentian Ketua DPC LAPBAS Kab. Bogor (Guntur rutangga) Akan Tempuh Jalur Hukum

Lebih lanjut, Saiful berharap kepolisian semakin meningkatkan profesionalitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara adil dan proporsional. Ia juga mengingatkan agar institusi kepolisian tidak terjebak dalam dinamika politik kebangsaan.

“Dinamika politik harus keniscayaan demi perbaikan dan penguatan kemajuan Indonesia ke depan,” tutup Saiful Chaniago, Waketum DPP KNPI.

 

Baca juga:  Gudang Limbah Terbakar, Dugaan B3 dan Legalitas Disorot

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...