BOGOR, MPI — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung At-Thohiriyah, Kampung Empang, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/8/2026), dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Shihab dan Prof. Dr. H. Eggi Sudjana.
Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Salah satu materi utama disampaikan oleh Dr. Al Habib M. Rizieq Shihab di hadapan jamaah yang hadir.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq menekankan besarnya pengorbanan dan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW sepanjang kehidupannya dalam menyampaikan risalah Islam.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan figur manusia yang menjadi teladan sempurna bagi umat manusia. Ia juga menyinggung pandangan yang menyebut Rasulullah sebagai sosok yang tidak sempurna.
“Jika ada yang mengatakan bahwa Baginda Rasulullah juga adalah sosok manusia yang tidak sempurna, maka orang tersebut adalah kategori jahiliyah dan tak beradab,” demikian inti pernyataan Habib Rizieq dalam ceramahnya.
Menjelang penutupan ceramah, Habib Rizieq secara khusus menyapa Prof. Dr. H. Eggi Sudjana yang turut hadir di tengah jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq menyebut Eggi Sudjana sebagai “Tokoh Nasional.” Sapaan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena disampaikan langsung dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri jamaah.
Damai Hari Lubis (DHL), yang juga hadir bersama Eggi Sudjana, menilai sapaan tersebut menunjukkan bahwa ketokohan Eggi Sudjana tetap diakui.
Menurut Damai, pernyataan Habib Rizieq juga memiliki makna penting di tengah dinamika internal dan berbagai polemik yang sebelumnya berkembang terkait TPUA dan KORLABI.
“Pupus sudah antek-antek atau komprador pemecah belah TPUA yang sengaja mendompleng TPUA dengan misi membunuh karakter seorang sosok Tokoh Nasional Eggi Sudjana dan inklud penulis di hadapan publik,” ujar Damai dalam keterangannya.
Damai menilai pengakuan tersebut sebaiknya dimaknai secara objektif dan elegan oleh masyarakat.
“Hal ini tergambar dari sapaan beliau kepada tokoh Eggi Sudjana, yang justru dinyatakan eksplisit dan transparan pada Perayaan Maulid Nabi termulia di antara para nabi,” katanya.
Dalam keterangannya, Damai Hari Lubis juga menyampaikan bahwa penulis tidak dapat hadir sejak awal kegiatan karena bertepatan dengan wafatnya seorang tetangga yang rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari kediamannya.
Meski demikian, Damai tetap menyampaikan pandangannya terkait momen tersebut setelah memperoleh informasi mengenai jalannya kegiatan dan sapaan Habib Rizieq kepada Eggi Sudjana.
Damai Hari Lubis diketahui menjabat sebagai Ketua Umum KORLABI. Dalam keterangannya, ia juga menyebut bahwa Eggi Sudjana sebelumnya diusulkan untuk turut bergabung ke KORLABI setelah TPUA dibekukan untuk sementara waktu.
Bagi Damai, penyebutan Eggi Sudjana sebagai tokoh nasional dalam forum keagamaan tersebut merupakan pernyataan terbuka yang menurutnya dapat dinilai langsung oleh publik. (Ats)




