BOGOR, MPI – Dugaan keterlibatan oknum keamanan PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor berinisial EY selaku Komandan Tim (Dantim) dan sopir mobil patroli berinisial DI dalam praktik jual beli waktu shift di Portal Level 71 terus menjadi sorotan publik yang tajam.
Ketua Indonesia Morality Watch (IMW) Perwakilan Jawa Barat, Edwar, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak ada alasan bagi kepolisian untuk menunda pembongkaran kasus ini. Kongkalikong antara oknum keamanan dan pemain emas ilegal adalah praktik mafia tambang yang merugikan negara,” ujar Edwar, pad Minggu (14/6).
Edwar menjelaskan, kesepakatan haram pencurian batuan emas di area produksi PT Antam UBPE Pongkor diduga tidak hanya melibatkan EY dan DI. Nilai transaksi akses masuk ke Portal Level 71 mencapai Rp316 juta, yang diklaim tidak mungkin hanya dinikmati dua orang tersebut.
“Uang sebesar itu pasti dibagi ke pihak internal PT Antam, terutama yang memiliki wewenang di bagian keamanan,” tegasnya.
Selain itu, praktik jual beli slot shift tersebut dikaitkan dengan lemahnya pengawasan pimpinan. Edwar menilai tindakan Security Work Unit Head atau Kepala Keamanan bernama Kasim dinilai gagal menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.
“Kepala keamanan harus segera diperiksa. Jika terbukti terlibat, proses hukum harus dijalankan. Jika tidak terlibat namun terbukti lalai mengawasi, ia wajib dicopot dari jabatannya,” tambahnya.
Berdasarkan penelusuran, PT Antam dikabarkan telah memeriksa puluhan pegawai terkait kasus ini, namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang jelas mengenai keterlibatan pihak manajemen maupun oknum internal lainnya.
Seorang pelaku emas ilegal berinisial NN dari Sulawesi Tengah mengungkapkan kekecewaannya, di mana jadwal yang ditawarkan pihak SR tiba-tiba dialihkan kepada orang lain.
“Sekitar sebulan lalu saya ditawarkan slot shift oleh SR, tapi dialihkan ke orang lain. Saat saya bertanya kepada Pak Kasim, jawabannya saya boleh saja bermain asalkan tidak diketahui,” ungkap NN (12/6).
Sebelumnya, Direktur Utama PT Antam, Untung Budiharto, menyatakan komitmen perusahaan untuk memberantas aktivitas ilegal pasca insiden kebakaran kayu penyangga di Portal Level 700 yang menewaskan belasan pekerja.
“Antam tidak akan toleransi aktivitas ilegal di luar operasi resmi. Kami akan terus berkoordinasi dengan APH dan menjaga standar ESG, khususnya pada keselamatan kerja dan tata kelola yang bertanggung jawab,” kata Untung (19/1).
Ia menekankan bahwa penegakan aturan keselamatan bukan hanya melindungi operasional perusahaan, namun juga melindungi nyawa pekerja dan masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, praktik jual beli jadwal shift di Portal Level 71 PT Antam UBPE Pongkor masih menjadi pertanyaan publik, karena disinyalir lingkaran mafia tambang tersebut masih berjalan seolah tidak tersentuh hukum dan terus menguntungkan pihak-pihak tertentu.
(Red)



