Beranda blog Halaman 23

Barisan Penegak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) Siap Pasang Badan Lawan Fitnah Terhadap Presiden Prabowo Subianto

0

JAKARTA, MPI Barisan Penegak Supremasi Sipil (Bapersipil) secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk menjaga kehormatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hal ini menyusul pernyataan Presiden terkait perilaku segelintir elite yang hanya sibuk menghujat dan memfitnah di media sosial.

Inisiator Bapersipil, melalui Celoteh Abah yang berbicara kepada wartawan pada 8 Januari 2026, menegaskan bahwa sebagai barisan yang menjaga nilai-nilai sipil dan konstitusi, Bapersipil tidak akan tinggal diam melihat simbol negara direndahkan oleh narasi destruktif.

Pernyataan Sikap BapersipilPoin

1. Garda Terdepan: Bapersipil siap pasang badan menghadapi setiap serangan digital maupun opini yang mencoba mendelegitimasi keberhasilan pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo.

2. Kritik vs Fitnah: Kami mendukung demokrasi, namun mengutuk keras fitnah dan nyinyiran elite yang tidak menghargai perjuangan rakyat dan pemerintah.

3. Aksi Nyata: Barisan Penegak Supremasi Sipil akan aktif melakukan edukasi dan klarifikasi terhadap sejarah serta capaian kerja nyata Presiden Prabowo Subianto.

“Kami adalah Barisan Penegak Supremasi Sipil. Tugas kami adalah memastikan supremasi hukum dan kepemimpinan nasional tetap bermartabat. Siapa pun yang mencoba merusaknya dengan fitnah, akan berhadapan dengan barisan kami,” tutup Inisiator Bapersipil.

Pesan untuk Anggota Bapersipil

Sesuai dengan arahan sebagai Inisiator BAPERSIPIL, kami menekankan sikap siap pasang badan untuk merespons video Presiden Prabowo yang menyindir elite “nyinyir”.

[BAPERSIPIL SATU KOMANDO!]

Kepada Rekan-Rekan Barisan Penegak Supremasi Sipil,

Bapak Presiden Prabowo Subianto baru saja memberikan teguran keras bagi para elite yang hanya bisa menghujat dan menebar fitnah di media sosial tanpa kontribusi nyata.

SIKAP KITA TEGAS:

Bapersipil bukan penonton! Kita adalah Barisan Penegak Supremasi Sipil yang siap pasang badan membela marwah pemimpin bangsa dari nyinyiran elite yang tidak bertanggung jawab. Jangan biarkan fitnah merajalela. Kita luruskan sejarah, kita jaga sinergi, dan kita lawan narasi pesimisme!

 

Rakorwil PSI Jabar di Bandung, Kaesang Tegaskan Kader Harus Kerja Nyata

0

BANDUNG, MPI Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat resmi menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW PSI Jawa Barat, di Bandung yang di hadiri lebih dari 600 ketua DPD dan DPC se Jawa Barat. Agenda strategis ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan mesin partai menghadapi agenda politik ke depan, yang berlangsung pada Rabu, (7/1/2026) di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam arahannya menegaskan pentingnya soliditas struktural dari tingkat wilayah hingga akar rumput. Ia menekankan bahwa Rakorwil bukan sekadar seremonial, melainkan ruang menyatukan langkah, strategi, dan kerja nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“PSI harus hadir dengan kerja konkret. Pengurus yang baru dilantik harus bergerak cepat, membangun jaringan, dan memastikan PSI menjadi partai yang dekat dengan rakyat,” tegas Kaesang di hadapan kader PSI se-Jawa Barat.

Pengurus DPD dan DPC Hadiri Rakorwil PSI Jawa Barat, Selasa, 7/1/2026,

 

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Barat Abang Ijo Hapidin menyampaikan komitmennya untuk mengonsolidasikan seluruh DPD dan DPC PSI di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Menurutnya, Rakorwil menjadi langkah awal untuk menyamakan visi dan memperkuat kerja-kerja politik yang berorientasi pada pelayanan publik.

“Kepercayaan yang diberikan ini akan kami jawab dengan kerja keras, disiplin organisasi, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat Jawa Barat,” ujar Abang Ijo Hapidin. Ia juga menegaskan kesiapan DPW PSI Jabar untuk menjadi salah satu kekuatan utama PSI secara nasional.

Senada dengan ketua DPD PSI kabupaten Bogor Rena Da Frina optimis siap memenuhi harapan ketua umum PSI Kaesang Pangarep menargetkan Suara PSI Jawa Barat lebih dari 5 juta suara.

“Kami PSI Kabupaten Bogor siap menggerakkan mesin partai politik guna memenuhi permintaan ketua umum PSI Kaesang Pangarep menargetkan perolehan suara PSI Jawa Barat diatas 5 juta suara” ujar mantan calon walikota Bogor 2024 kepada media

“Apalagi Bogor merupakan lumbung suara terbesar di Jawa Barat, yang tersebar di 40 kecamatan 416 desa dan 19 Kelurahan maka dengan kerja keras pengurus saya memastikan sumbangsi suara kabupaten Bogor dalam memenuhi target ketua umum PSI, insyaallah tercapai” Harap Rena

Pelantikan pengurus DPW PSI Jawa Barat tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan elektabilitas PSI di Jawa Barat. Dengan semangat muda dan konsolidasi yang solid, PSI optimistis dapat meraih hasil signifikan pada kontestasi politik mendatang.

Dalam Kegiatan Rakorwil dihadiri 627 DPC kecamatan se-Jawa Barat sebagai penguatan konsolidasi kader dan penguatan soliditas struktur partai untuk memenangkan Pemilu 2029, dan akan menargetkan lebih dari 5 juta suara untuk memenangkan PSI Di Jawa Barat pada pemilu 2029.

Rakorwil dan pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PSI Jawa Barat, dengan target memperluas basis dukungan serta menghadirkan politik yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Nahkoda Partai PSI DPW Jawa Barat: Ketua DPW Abang Ijo Hapidin, Sekretaris DPW Iwan Koswara, Bendahara DPW Sherly Theresia.

Innalillahi, Ketua OKK PWRI Bogor Raya Bapak M. Yusup Tutup Usia

0

CIBINONG, MPIDengan rasa hati yang sangat berat dan penuh kesedihan, Keluarga Besar Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya mengumumkan bahwa Bapak M. Yusup, Ketua Orientasi Keorganisasian Kewartawanan (OKK) PWRI Bogor Raya, telah berpulang ke rahmat Allah SWT pada Rabu malam, (7/1/2026). pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong. dan akan di wakafkan di jakarta utara yang berdekatan dengan makam ibundanya pada hari ini pukul 12.00 Wib.

Almarhum berusia 63 tahun, lahir di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1966. Sejak tahun 2007, beliau telah aktif terlibat dalam dunia media dan organisasi, hingga menjabat sebagai Ketua OKK PWRI Bogor Raya dan memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan organisasi serta kesejahteraan anggota.

Ketua PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamat, S.H., M.Kn bersama seluruh jajaran pengurus menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, Bapak M. Yusup dikenal sebagai sosok yang baik hati, aktif dalam setiap kegiatan organisasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama anggota serta lingkungan sekitar.

“Atas nama Organisasi dan Keluarga Besar PWRI Bogor Raya, kami merasa sangat kehilangan. Almarhum Bapak M. Yusup adalah pribadi yang santun, bersahaja, dan selalu menjaga kebersamaan serta solidaritas di antara kami. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima dengan baik oleh Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, bersama para hamba yang shaleh,” ucap rohmat selamat

Selain itu, Rohmat Selamat juga menyampaikan doa serta dukungan moral yang tak terbatas kepada keluarga yang ditinggalkan, baik istri, anak-anak, maupun seluruh keluarga besar, agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah yang datang tak terduga ini.

“Kami secara bersama-sama mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran yang luar biasa dan kekuatan untuk menjalani hari-hari mendatang. Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah dan segala urusan dunia serta akhiratnya dipermudahkan,” tambahnya.

Kepergian Bapak M. Yusup menjadi duka cita yang mendalam bagi seluruh komponen PWRI Bogor Raya dan semua pihak yang mengenalnya. Beliau meninggalkan kenangan manis serta teladan kebaikan yang akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita semua.[Ats]

 

Ketika Kebenaran Harus Disampaikan, Namun Akhlak Tetap Dijaga

0

BOGOR, MPI 🌿 MUTIARA HIKMAH RABU

🗓️ 7 Januari 2026 – 📖 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْ
“Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku.”
(QS. Thaha: 42)

اِذْهَبَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى
“Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas.”
(QS. Thaha: 43)

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.”
(QS. Thaha: 44)

قَالَا رَبَّنَاۤ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَاۤ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى
“Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, sungguh kami khawatir dia akan menyiksa kami atau bertambah melampaui batas.’”
(QS. Thaha: 45)

قَالَ لَا تَخَافَاۤ اِنَّنِيْ مَعَكُمَاۤ اَسْمَعُ وَاَرٰى
“Dia (Allah) berfirman, ‘Janganlah kamu berdua khawatir. Aku bersama kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.’”
(QS. Thaha: 46)

✨ *Hikmah yang Patut Kita Renungkan*

🧠 *Dari logika dan spirit ayat-ayat ini, Al-Qur’an mengajarkan prinsip yang sangat maju dan relevan lintas zaman:*

🔹 Kekuasaan yang melampaui batas wajib diingatkan

🔹 Kebenaran harus disampaikan langsung kepada sumber persoalan

🔹 Namun, bahasa yang digunakan tetap harus lembut, beradab, dan bermartabat

🔹 Ketakutan manusiawi itu wajar, tetapi jangan sampai mematikan keberanian moral

🔹 Allah menegaskan: Dia selalu bersama orang-orang yang menyampaikan kebenaran

📌 *Inilah pelajaran besar:*
Al-Qur’an tidak pernah memerintahkan diam menghadapi ketidakjelasan, tetapi juga tidak membenarkan kebencian, fitnah, atau kekerasan.

🕊️ *Relevansi Kontekstual Polemik Ijazah Petinggi Negeri Ini di Tahun 2026*

❓ *Pertanyaan reflektifnya adalah:*

*Siapakah “Musa, Harun dan Fir’aun” di era kini?*

➡️ *Musa, Harun, adalah mereka orang-orang yang jujur, berakal sehat, dan berniat lurus, yang menyuarakan kebenaran demi keadilan publik. Ia semata ingin menegakkan kebenaran ketika terjadi polemik di masyarakat melalui jalur pengadilan yang diberlaku, dengan tetap menjaga etika yang memunculkan fitnah dan merugikan mereka yang tak semestinya dipersalahkan.*

❓ *Lalu, siapakah “Fir‘aun” di masa kini?*

➡️ *Fir’aun dalam konteks era kini, ia bukan semata dilakukan individu, melainkan oleh sekelompok dalam kekuasaan pemegang kewenangan yang tertutup, enggan menjelaskan, dan membiarkan masalah kecil membesar karena keengganan bersikap terbuka. Mereka bersekutu dengan melakukan bermacam cara untuk menutupi kebusukan, tanpa rasa iba mengorbankan siapapun yang berniat menegakkan kebenaran hakiki.*

⚖️ *Pelajaran Penting dari Polemik Publik ini*

📣 *Dalam konteks dugaan ijazah palsu pejabat tinggi negeri, yang telah memicu pro dan kontra, membelah opini publik, bahkan berujung pada jatuhnya korban dimasa pemilihan umum, warga yang mempersoalkan hal penting petinggi negara harus berhadapan dengan hukum, tanpa menggunakan jalan seimbang demi terwujudnya kebenaran keadilan.

*Al-Qur’an memberi pesan jernih:*

✅ Jika persoalan bisa diselesaikan dengan keterbukaan dan kejujuran, maka itulah jalan paling maslahat

✅ Diam yang berlarut justru membuka ruang kecurigaan, konflik, dan korban sosial

✅ Negara seharusnya melindungi rakyat, bukan membiarkan rakyat kecil menanggung beban konflik elite

🕯️ Persoalan yang sejatinya sederhana tidak akan menjadi berkepanjangan, bila sejak awal dijawab dengan kejujuran dan kejernihan hati.

*Peringatan Allah tentang Kekuasaan yang Zalim*

📜 Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ… إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
(QS. Al-Qashash: 4)
وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ… لَا يُرْجَعُونَ
(QS. Al-Qashash: 39)

✨ *Intisari Hikmah*

🔹 *Kekuasaan yang merasa paling tinggi akan cenderung menindas*

🔹 *Rakyat dipecah-belah agar mudah dikendalikan*

🔹 *Aparat yang ikut sombong menjadi bagian dari kerusakan sistemik*

🔹 *Merasa kebal hukum adalah awal dari kehancuran*

📌 *Fir‘aun tidak runtuh karena kurang kekuatan, tetapi karena lupa bahwa setiap kekuasaan pasti dimintai pertanggungjawaban.*

🧠 *Refleksi Kehidupan*

Dalam kehidupan sehari-hari, pola Fir‘aun bisa muncul dalam bentuk:

*Pemimpin yang anti kritik*

*Kebijakan yang menindas rakyat kecil*

*Hukum yang tajam ke bawah, tumpul ke atas*

*Kekuasaan yang jauh dari amanah dan nurani*

⚠️ *Ketika kekuasaan tak lagi takut pada Allah, maka kehancuran tinggal menunggu waktu.*

🌱 *Pesan Moral*

Allah tidak melarang kekuasaan,
tetapi melarang kesombongan dan kezaliman dalam kekuasaan.

💡 *Keadilan menjaga negara,
kezaliman menggali kuburnya sendiri.*

🌱 *Penutup Hikmah*

📖 *Al-Qur’an tidak mungkin basi.*

*Yang sering tertinggal justru kesanggupan intelektual dan moral kita dalam membaca serta menerapkannya secara adil dan beradab.*

✨ *Wallahu A‘lam bish-shawab.*

🖋️ *Salam Ta’ziem, Taqwa, dan Jihad*

*BES – Brother Eggi Sudjana.*

🤲 *Insha Alloh kita semua diberi keberanian seperti Nabi Musa, keteguhan seperti Nabi Harun, dan kebijaksanaan untuk menyampaikan kebenaran tanpa melukai kemanusiaan.*

 

Red

Media Detiksatu Hadir sebagai Sumber Informasi Digital Dan Liputan Nasional

0

JAKARTA, MPI Perkembangan media digital mendorong masyarakat untuk semakin selektif dalam memilih sumber informasi. Di tengah derasnya arus berita, kehadiran portal yang menyajikan konten aktual dan mudah dipahami menjadi kebutuhan penting bagi audiens.

Salah satu portal berita digital yang menghadirkan beragam topik adalah Mediatime Indonesia. Media ini menyajikan informasi dari berbagai sektor, mulai dari isu nasional, internasional, ekonomi, teknologi, otomotif, hingga gaya hidup.

Menyajikan Berita Aktual dan Berimbang
Dalam setiap publikasi, redaksi mengedepankan penyampaian informasi yang jelas dan kontekstual.

Artikel disusun detiksatu.com  agar masyarakat dapat memahami suatu peristiwa secara utuh tanpa kehilangan latar belakang yang relevan.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima tetap proporsional, sekaligus membantu khalayak mengikuti dinamika isu yang berkembang di dalam maupun luar negeri.

Mengikuti Topik yang Relevan bagi Masyarakat

Selain berita harian, portal ini juga menghadirkan artikel bertema pencarian populer yang banyak diminati pengguna internet. Topik tersebut mencakup perkembangan produk teknologi, tren otomotif, hingga isu ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, konten yang disajikan tetap selaras dengan minat audiens serta perkembangan informasi di ruang digital.

Akses Informasi yang Mudah dan Terbuka
Sebagai media berbasis daring, tampilan situs dirancang agar dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat. Navigasi yang sederhana memungkinkan pengguna menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.

Untuk mengetahui lebih lanjut berbagai artikel dan liputan yang disajikan masyarakat dapat mengunjungi portal berita Media detiksatu.com Indonesia sebagai salah satu referensi informasi digital.

Ragam Konten Berita dan Informasi Digital
Portal berita digital saat ini tidak hanya menyajikan informasi aktual, tetapi juga menghadirkan beragam topik yang bersifat edukatif dan informatif.

Mulai dari berita nasional, internasional, hingga isu gaya hidup dan otomotif, konten disajikan dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Keberagaman konten ini bertujuan untuk menjangkau kebutuhan informasi dari berbagai kalangan.

Dengan pembaruan yang dilakukan secara berkala, masyarakat dapat mengikuti perkembangan isu terkini sekaligus memperoleh referensi tambahan dari artikel yang bersifat mendalam.

Peran Media Digital dalam Menyediakan Referensi

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, media digital memiliki peran penting sebagai penyedia referensi yang kredibel. Penyajian informasi yang ringkas namun tetap akurat membantu masyarakat memahami suatu isu tanpa harus menghabiskan waktu lama.

Untuk mengetahui lebih lanjut berbagai artikel dan liputan yang disajikan, masyarakat dapat mengunjungi portal berita detiksatu.com  Indonesia sebagai salah satu referensi informasi digital yang terus berkembang.

Akses informasi yang mudah, konten yang beragam, serta navigasi yang sederhana menjadi faktor penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat akan berita digital. Kehadiran media daring yang responsif dan informatif membantu pembaca memperoleh wawasan dengan cepat dan efisien.

Dengan memanfaatkan platform berita digital secara bijak, masyarakat dapat tetap terhubung dengan berbagai informasi relevan di tengah dinamika perkembangan zaman.

Sumber: detiksatu.com

Red

Politik Luar Negeri Indonesia Pasca Penangkapan Presiden Venezuela

0

Oleh: Prof. Eggi Sudjana

BOGOR, MPI Peristiwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Flores, oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah mengguncang tata hubungan internasional.

Tindakan sepihak tersebut, apa pun alasan hukumnya menurut versi Amerika Serikat, menimbulkan pertanyaan serius tentang penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta peran lembaga-lembaga global seperti Dewan Keamanan PBB.

Bagi Indonesia, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari warisan pemikiran Bung Karno, yang sejak awal telah meletakkan pondasi moral dan ideologis politik luar negeri Indonesia, bebas dan aktif, anti-penindasan, serta berpihak pada keadilan dunia.

Bung Karno dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari penjajahan cara berpikir. Dalam pidatonya di Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Bung Karno menegaskan:

“Kolonialisme belum mati. Ia hidup dalam bentuk baru, dalam kontrol ekonomi, kontrol intelektual, dan kontrol politik.”

Pernyataan ini sangat relevan dengan situasi dunia hari ini. Ketika negara kuat bertindak sepihak atas negara lain dengan dalih hukum, keamanan, atau demokrasi, tetapi mengabaikan mekanisme internasional, sesungguhnya itulah bentuk kolonialisme gaya baru yang telah diperingatkan Bung Karno sejak puluhan tahun lalu.

Pemikiran Bung Karno ini sejalan dengan firman Allah SWT:

وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

(QS. Al-Baqarah: 190)

Larangan melampaui batas ini bukan hanya berlaku bagi individu, tetapi juga bagi negara.

Non-Blok Jalan Tengah yang Bermartabat

Bung Karno tidak ingin Indonesia menjadi satelit kekuatan mana pun. Ia menolak politik “ikut yang kuat” dan juga menolak sikap pasif. Inilah makna sejati non-blok, berdiri di tengah dengan prinsip, bukan berdiri di pinggir tanpa sikap.

Dalam salah satu pidatonya, Bung Karno berkata:

“Kita tidak memihak ke Timur atau ke Barat. Kita memihak kepada keadilan.”

Kalimat ini adalah intisari politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks Venezuela, Indonesia tidak dituntut membela individu Maduro atau rezimnya, tetapi membela prinsip, kedaulatan negara, supremasi hukum internasional, dan penyelesaian damai.

Prinsip ini sejalan dengan Al-Qur’an:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا
(QS. Al-Mā’idah: 8)

Keadilan tidak boleh dikalahkan oleh kebencian, tekanan politik, atau kepentingan global.

Kedaulatan sebagai Harga Mati

Bung Karno adalah pemimpin yang sangat sensitif terhadap isu kedaulatan. Baginya, kedaulatan adalah kehormatan bangsa. Dalam pidato-pidatonya, ia berkali-kali menegaskan:

“Sekali kita menyerah pada intervensi asing, maka saat itu pula harga diri bangsa mulai runtuh.”

Karena itu, Indonesia tidak boleh membenarkan praktek penangkapan kepala negara asing secara sepihak, apa pun alasannya. Jika preseden ini dibiarkan, maka dunia akan bergerak menuju hukum rimba, di mana yang kuat menentukan benar dan salah.

Al-Qur’an telah mengingatkan bahaya kezaliman kekuasaan:

وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا
(QS. Al-Kahfi: 59)

Sejarah dunia, sebagaimana sejarah bangsa-bangsa yang runtuh, selalu menunjukkan bahwa kezaliman kekuasaan tidak pernah berumur panjang.

Bung Karno tidak pernah bercita-cita menjadikan Indonesia negara adidaya secara militer. Yang ia inginkan adalah Indonesia menjadi mercusuar moral dunia. Negara yang berani bersuara ketika keadilan diinjak-injak, meski tidak memiliki kekuatan senjata terbesar.

Itulah sebabnya Bung Karno menggagas Konferensi Asia Afrika, bukan untuk melawan Barat atau Timur, tetapi untuk mengangkat martabat bangsa-bangsa yang selama ini dibungkam.

Al-Qur’an telah mengajarkan:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
(QS. An-Nahl: 90)

Perintah ini bersifat universal, berlaku di rumah tangga, di masyarakat, hingga dalam hubungan antarnegara.

Dalam menghadapi konflik global seperti kasus Venezuela, Indonesia tidak boleh kehilangan kompas sejarahnya.

Politik luar negeri Indonesia harus tetap setia pada ajaran Bung Karno, semangat Konferensi Asia Afrika, dan nilai-nilai keadilan universal yang juga diajarkan Al-Qur’an.

Selama Indonesia berpijak pada keadilan, kedaulatan, dan kemanusiaan, Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa kecil, meski tidak menjadi negara adidaya.

Itulah warisan Bung Karno.
Itulah jalan non-blok yang bermartabat.

BOGOR, Selasa 6 Januari 2026. 4:54 WIB.

 

Red

Lecehkan Aturan, UPT SPALD Cibinong Diduga Buang Limbah Tinja ke Sungai

0

CIBINONG, MPI Dugaan pelanggaran serius mencuat terhadap Unit Pelaksana Teknis Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPT SPALD) Cibinong yang beralamat, Jl Kp bojong koneng, kelurhan cibinong, kecamatan cibinong, kabupaten bogor. setelah terekam video yang memperlihatkan praktik pembuangan limbah tinja domestik kelas A dari mobil tankki langsung ke aliran sungai di belakang kantor UPT SPALD pada 19 mei 2025 lalu.

Video tersebut yang berdurasi 1 menit 34 detik ditunjukkan oleh Wahyu Iskandar, mantan sopir limbah UPT SPALD cibinong kabupaten bogor pada Sabtu, (3/1/2026)

Dalam tayangan itu terlihat jelas tindakan sopir truk limbah domestik kelas A yang membuang muatan tanpa melalui prosedur pengolahan sebagaimana mestinya. Wahyu Iskandar menjelaskan kepada media bahwa praktik tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan yang berlaku. “Itu jelas pelanggaran karena pembuangan tidak melalui tahapan prosedur yang sudah ditentukan,” ujar wahyu dicibinong, pada Minggu (4/1/2026).

Ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kepala UPT SPALD Cibinong, Novi, melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (3/1/2026), pukul 18.01 wib, Novi memberikan keterangan.

“Limbah domestik itu adalah limbah yang aman untuk lingkungan karena tanpa ada bahan kimia tambahan. Lumpur kering dan airnya bisa dijadikan pupuk tanaman, jadi bersahabat saja dengan limbah tinja,” ungkapnya.

Namun, pernyataan tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Limbah tinja domestik kelas A, meskipun telah melalui proses pengolahan awal, tetap mengandung patogen berbahaya, bakteri, virus, serta nutrisi berlebih seperti nitrogen dan fosfor. Pembuangan langsung ke sungai irigasi berpotensi menimbulkan:

Pencemaran Air: Menurunkan kualitas air sehingga tidak aman digunakan untuk irigasi, ternak, maupun kebutuhan MCK masyarakat.

Risiko Kesehatan: Menyebarkan penyakit bawaan air seperti kolera, disentri, tipus, dan hepatitis.

Kerusakan Ekosistem: Memicu eutrofikasi (ledakan alga) yang mengurangi kadar oksigen dan mengancam kehidupan akuatik.

Dasar Hukum Larangan Pembuangan Limbah Tinja ke Sungai

Beberapa regulasi yang melarang praktik tersebut antara lain:

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH):

Pasal 60: Melarang dumping limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin.

Pasal 104: Menyatakan bahwa pencemaran lingkungan hidup dapat dikenai pidana.

PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:

Menetapkan standar baku mutu air limbah yang harus dipenuhi sebelum dibuang ke badan air.

UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air:

Pasal 12: Melarang kegiatan yang merusak atau mencemari sumber air.

Peraturan Daerah (Perda) Setempat:

Memperkuat larangan pembuangan limbah domestik secara langsung ke lingkungan.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh UPT SPALD Cibinong ini bukan hanya persoalan administratif, melainkan ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Praktik pembuangan limbah tinja ke sungai irigasi jelas melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana serta denda.

Pengelolaan limbah tinja domestik yang benar seharusnya dilakukan melalui sistem sanitasi yang aman, seperti tangki septik sesuai standar atau terhubung dengan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD). Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan limbah demi melindungi masyarakat dan lingkungan hidup.

[ATS]

KPP Bogor Raya Soroti Kondisi Kota Bogor yang Kian Tidak Tertib, Sebut Ada Pembiaran dari Satpol PP

0

KOTA BOGOR, MPI Kota Bogor menghadapi tantangan besar terkait ketertiban ruang publik, di mana maraknya aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) telah menguasai berbagai titik strategis seperti alun-alun, terminal, pasar, hingga trotoar. Kondisi ini menurut KPP Bogor Raya menunjukkan kurangnya ketegasan dalam menegakkan aturan dan menjaga wibawa pemerintah daerah.

“Kesemrawutan yang terjadi tidak mungkin terjadi tanpa adanya pembiaran. Ruang publik direbut secara liar, sementara aparat yang bertugas justru terlihat kurang responsif,” ujar Benni Sitepu kepada media pada Sabtu, (3/1).

Menurutnya, masalah ini bukan semata kesalahan PKL, melainkan kegagalan dalam menjalankan mandat hukum secara konsisten dan adil.

Meskipun KPP Bogor Raya masih memberikan dukungan kepada Plt Kepala Satpol PP Kota Bogor, dukungan tersebut memiliki syarat dan batasan. Plt Kepala Satpol PP diharapkan segera membuktikan keberanian, kepemimpinan, dan integritas dalam menata aktivitas PKL secara tegas, terukur, dan berkelanjutan – bukan hanya melalui razia sesaat atau upaya pencitraan semata.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan, evaluasi total hingga pencopotan pimpinan Satpol PP akan menjadi langkah yang tak terelakkan. Kota Bogor tidak boleh terus menjadi korban dari aparat yang gagal menjalankan tugasnya,” tegas beni kepada media Pada Sabtu (3/1/2026).

Benni menambahkan, ketertiban kota adalah cermin kepemimpinan pemerintah daerah.

“Ketika kota dibiarkan semrawut, yang runtuh bukan hanya fasilitas publik seperti trotoar dan alun-alun, melainkan juga wibawa hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

KPP Bogor Raya menegaskan akan terus bersuara, mengawal proses penataan, dan membuka persoalan ini ke ruang publik nasional hingga muncul tindakan nyata, bukan sekadar janji kosong,” pungkasnya

 

Red