Beranda blog Halaman 35

Dirut RSUD Kota Bogor Dirikan Majelis Taklim Asmaul Husnah, Syiar Islam di Tengah Pemukiman Tamansari

0

KOTA BOGOR, MPI Di tengah arus modernisasi, semangat dakwah Islam tetap tumbuh subur. Salah satu buktinya adalah Majelis Taklim Asmaul Husnah yang berdiri di depan Kantor Kecamatan Tamansari, kota Bogor. Majelis ini menjadi pusat pembelajaran agama bagi warga sekitar, sekaligus simbol syiar Islam yang konsisten.

Majelis Taklim Asmaul Husnah didirikan pada tahun 2021 oleh dr. Ilham chaidir M.Kes, Direktur Utama RSUD Kota Bogor. Ia dikenal sebagai tokoh agama dan masyarakat yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya punya tanah sedikit, ingin bangun tempat ngaji, pelan-pelan,” ujar dr. Ilham saat ditemui awak media, Jumat (10/10).

Berawal dari sebidang tanah seluas 100 meter persegi miliknya, dr. Idham membangun tempat mengaji, madrasah ibtidaiyah, dan majelis taklim umum. Pembangunan dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa melibatkan banyak pihak.

Majelis ini aktif menggelar pengajian rutin setiap Jumat malam hingga Sabtu. Pengajian ibu-ibu berlangsung setiap Sabtu, sementara pengajian remaja dan warga dimulai ba’da Maghrib hingga Isya.

“Semoga majelis taklim ini menjadi ladang amal ibadah yang mendapat ridho dan pahala dari Allah SWT,” harap dr. Ilham.

Mengenal Allah Lewat Asmaul Husna

Majelis Taklim Asmaul Husnah menjadikan pengenalan sifat-sifat Allah sebagai inti pembelajaran. Dengan mempelajari dan mengamalkan Asmaul Husna, umat Islam diharapkan dapat lebih dekat kepada Allah dan meneladani sifat-sifat-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna:

– Memahami makna setiap nama: Seperti Al-Malik (Maha Merajai), Al-Quddus (Maha Suci), dan Al-Ghaffar (Maha Pengampun).

– Membaca dan mengamalkan: Mengingat dan menerapkan sifat Allah, seperti berlaku adil karena mengenal Al-Adl (Maha Adil).

– Berdoa dengan menyebut nama-Nya: Menyesuaikan permohonan dengan nama Allah, seperti menyebut Ar-Rahman saat memohon rahmat atau Ar-Razzaaq saat memohon rezeki.

Majelis ini menjadi ruang spiritual yang tidak hanya memperkuat akidah, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” tutupnya.

 

Red

Majlis Asmaul Husna Bersama dr H. Ilham Chaidir: Meneguhkan Iman dan Membersihkan Hati dari Penyakit Dunia

0

BOGOR, MPI – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Majlis Asmaul Husna yang digelar pada Jumat malam, 10 Oktober 2025, di Tamansari, Bogor. Kegiatan rutin ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan berlangsung penuh hikmah, dengan tausiyah disampaikan oleh dr H. Ilham Chaidir M.Kes.

Majlis kali ini mengangkat tema:

Meneguhkan Iman dan Amal Saleh dalam Cahaya Surat Ali Imran Ayat 116.”

Acara dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan zikir tahmid bersama. Setelah salat Isya, jamaah mengikuti pembacaan Asmaul Husna yang dipandu langsung oleh H. Ahmad Ilham, diiringi lantunan zikir yang menenangkan hati. Sebagai kelanjutan dari pengajian minggu sebelumnya, jamaah bersama-sama membaca syarah Surat Ali Imran ayat 116:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda mereka dan anak-anak mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak sesuatu dari (siksa) Allah sedikit pun. Dan mereka itulah bahan bakar api neraka.” (QS. Ali Imran: 116)

Tausiyah: Iman, Amal, dan Takwa
Dalam tausiyahnya, H. Ahmad Ilham menekankan bahwa ayat tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak terbuai oleh dunia. Kekayaan dan keturunan tidak akan berguna di hadapan Allah tanpa keimanan dan amal saleh.

“Keselamatan di sisi Allah tidak ditentukan oleh harta atau kedudukan, melainkan oleh keimanan dan amal yang ikhlas,” tegasnya.

Beliau mengajak jamaah menjadikan majlis ini sebagai sarana memperkuat hati dan memperbanyak zikir, agar setiap langkah kehidupan senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

H. Ilham Chaidir juga menyampaikan bahwa takwa memiliki tiga makna utama:

– Takut kepada Allah
– Taat kepada Allah
– Membersihkan diri dari dosa

“Rasulullah saja, yang maksum dan terjaga dari dosa, masih senantiasa beristighfar setiap hari. Apalagi kita manusia biasa, tentu lebih membutuhkan istighfar untuk menyucikan hati dari kesalahan,” ujarnya.

Beliau mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan singkat:

“Kita ini semua musafir, calon mati. Berapa pun banyaknya harta yang kita kumpulkan, tidak akan berguna bila tidak disertai amal kebaikan.”

Empat Pengaruh dan Penyakit Hati
H. Ilham menjelaskan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat empat pengaruh utama: dunia, makhluk, setan, dan nafsu. Setiap manusia memiliki nafsu, namun harus mampu mengendalikannya agar tidak tersesat dari tujuan utama hidup, yakni menjadi hamba Allah yang taat.

“Siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya,” tuturnya.

Beliau menegaskan bahwa ujian dan masalah hidup sejatinya berasal dari Allah, agar manusia kembali berserah diri dengan penuh tawakal.

Syahadat dan Zikir: Kunci Membersihkan Hati
Di bagian akhir tausiyah, H. Ahmad Ilham menekankan pentingnya memperbarui iman dengan syahadat:

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.”

Kalimat tauhid ini, menurut beliau, mampu menyingkirkan berhala dunia yang bersemayam di hati. Zikir menjadi penguat hati dalam menghadapi godaan dunia:

“Dengan zikir, Allah akan menguatkan hati kita. Sebab hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.”

Beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan akhirat kekal:

“Hidup di dunia ini hanya sebentar. Paling lama seratus tahun. Seiring waktu, penglihatan mulai rabun, pendengaran melemah, tubuh pun menua. Namun kehidupan akhirat akan kekal selamanya.”

Empat Penyakit Hati yang Harus Dihindari
Menjelang penutupan majlis, H. Ilham chaidir mengingatkan jamaah tentang empat penyakit hati yang dapat menghapus pahala dan mengeraskan hati:

1. Hasad (Iri dan Dengki)
“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

2. Riyaa’ (Pamer Amal)
“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya, yang berbuat riyaa’.” (QS. Al-Ma’un: 4–6)

3. Takabbur (Sombong atau Angkuh)
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji zarrah.” (HR. Muslim)

4. Ujub (Bangga Diri / Merasa Hebat)
Merasa kagum terhadap diri sendiri, amal, atau kelebihannya, seolah semua itu semata karena dirinya, bukan karena karunia Allah.

Beliau menegaskan bahwa keempat penyakit hati tersebut hanya dapat disembuhkan dengan zikir, istighfar, dan tawadhu’ di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah senantiasa meneguhkan hati setiap hamba dalam keimanan, ketakwaan, dan kesabaran di jalan-Nya. Majlis diakhiri dengan pembacaan sholawat Nabi secara bersama-sama.

 

Red

Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Penganiayaan Tahanan di Sel

0

JAKARTA, MPI Polda Metro Jaya memastikan tidak adanya penganiayaan tersangka di dalam sel hingga akhirnya muncul serikat tahanan. Bahkan Dirtahti Polda Metro Jaya memeriksa sendiri kondisi tahanan usai adanya isu tersebut.

“Kami membantah ada informasi tersebut. Kami sudah cek. Sudah cek Pak Dir Tahti. Jadi sempat ada informasi tersebut. Salah satu tersangka menyebutkan adanya tersangka lain yang telah dilakukan penganiayaan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi di Gedung Promoter, Jakarta Selatan, Pada Kamis (9/10).

Ia menerangkan, proses pemeriksaan kesehatan para tahanan juga sudah dilakukan dengan kesimpulan tidak adanya penganiayaan itu.

Brigjen Pol. Ade Ary menjelaskan, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya. Selain itu, sejumlah pihak juga diharapkan tak menyebarkan informasi yang belum dipastikan.

“Jadi nah ini juga kami wajib mengedukasi ini kepada masyarakat. Mohon jangan memberitakan informasi yang tidak benar. Termasuk para pihak yang sedang kami tangani proses penyidikannya,” ujarnya.

 

 

Red

Sumber: TBnews

Editor: Ats

Ketua PWRI Bogor Raya: Pengangkatan Ketua Korwil Bogor Barat Wujud Regenerasi dan Penguatan Struktur Organisasi

0

BOGOR, MPI Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya resmi mengangkat Ade Yusrialdi sebagai Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor Barat, menggantikan Matnasir Rony, SH., MH. Serah terima Surat Keputusan (SK) dilaksanakan di Rajawali Resto, Situ Gede, Kota Bogor, pada Minggu (5/10/2025).

Ketua PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH., M.Kn., menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi berjalan efektif. Menurutnya, rotasi jabatan dalam organisasi profesi adalah bagian dari dinamika yang penting untuk menjaga profesionalisme dan kesinambungan visi.

Foto: Rohmat selamat SH.,Mkn, Ketua PWRI (kanan) Bersama Ade Yusrialdi (kiri) Sebagai ketua Korwil barat Baru.

“PWRI bukan sekadar wadah berkumpulnya insan pers, tetapi lembaga yang tumbuh bersama nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Regenerasi kepemimpinan adalah keharusan agar semangat dan kinerja organisasi tetap segar,” ujar Rohmat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam mendukung program PWRI Bogor Raya secara kolektif. Peran Korwil Bogor Barat dinilai sangat strategis karena mencakup wilayah dengan dinamika sosial dan media yang tinggi, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Rohmat menyampaikan apresiasi kepada Matnasir Rony atas dedikasi dan loyalitasnya selama menjabat. Kini, Matnasir dipercaya sebagai Ketua Bidang Advokasi PWRI Bogor Raya, sebuah posisi yang dinilai penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis.

“Bidang Advokasi harus menjadi garda depan dalam menjaga martabat profesi wartawan. Tidak boleh ada lagi jurnalis yang dilemahkan secara hukum ketika menjalankan tugas jurnalistiknya,” tegas Rohmat.

Acara serah terima SK turut dihadiri oleh Fajar Subagia Rianto selaku Pembina PWRI Bogor Raya, Doso sebagai Sekretaris Jenderal, serta perwakilan anggota dari berbagai wilayah. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat solidaritas.

Menutup sambutannya, Rohmat menegaskan komitmen PWRI Bogor Raya untuk terus menjadi saluran komunikasi rakyat yang independen dan bermartabat.

“Sebagaimana TNI hadir untuk rakyat, PWRI pun berdiri untuk kepentingan rakyat menjaga kebenaran, keadilan, dan transparansi serta informasi publik,” tandasnya.

 

 

Red

 

 

RSUD Kota Bogor dan PWRI Sepakat Damai, Pelayanan Publik Diutamakan

0
Foto: Rohmat selamat SH,.Mkn bersama Rekan-rekan PWRI bogor raya

KOTA BOGOR, MPI – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan antara keluarga besar Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dengan jajaran pimpinan RSUD Kota Bogor, Pada Minggu (5/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung di ruang Direktur Utama RSUD Kota Bogor ini menjadi ajang klarifikasi dan penyelesaian terkait pernyataan salah satu pejabat rumah sakit yang sempat menimbulkan reaksi di kalangan jurnalis.

Sebelumnya, Sekretaris Direktur RSUD Kota Bogor diketahui sempat melontarkan pernyataan yang dinilai kurang bijak, “Kalau satu bendera media saja minta pembebasan biaya, rumah sakit bisa bangkrut.”
Ungkapan itu memicu kekecewaan dari PWRI, yang menilai pernyataan tersebut mencerminkan kurangnya empati terhadap profesi wartawan sebagai mitra strategis dalam pengawasan dan pelayanan publik.

Foto: Dirut RSUD kota bogor Ilham, beesama rekan PWRI saat klarifikasi

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham, bertindak cepat dengan mengundang jajaran PWRI untuk duduk bersama dalam suasana terbuka dan kekeluargaan.

“Pegawai yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf, dan pihak PWRI juga telah menerima dengan lapang dada. Permasalahan ini sudah kami selesaikan secara baik-baik. Kami ingin sinergi antara RSUD dan PWRI tetap terjaga,” ujar Ilham.

Ilham juga memberikan apresiasi kepada PWRI atas sikap dewasa dan semangat kolaboratif dalam menjaga hubungan baik antara media dan institusi publik.

“PWRI adalah mitra penting kami. Ke depan, bila ada anggota PWRI atau keluarganya yang membutuhkan pelayanan di RSUD Kota Bogor, tentu akan kami perhatikan dengan prioritas. Ini bentuk penghargaan kami terhadap sinergi yang sudah terjalin,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan suasana akrab, disertai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam memperjuangkan pelayanan publik yang transparan, humanis, dan berkeadilan.

Langkah cepat Dirut RSUD Kota Bogor ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan terbuka terhadap kritik, sekaligus menegaskan komitmen RSUD menjadi rumah sakit yang bersahabat dengan masyarakat dan insan pers.

 

Red

DPC PWRI Bogor Raya Sampaikan Ucapan Selamat HUT TNI ke-80: Komitmen Bersama untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

0

BOGOR, MPI Dalam semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap institusi pertahanan negara, keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Bogor Raya menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80.

Ketua DPC PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH, MKn, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara.

Foto: Rohmat selamat SH,.Mkn bersama Rekan-rekan PWRI bogor raya

“Kami segenap keluarga besar PWRI Bogor Raya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun TNI. Semoga TNI semakin profesional, kuat, dan dicintai rakyat. Peran TNI sangat vital dalam menjaga keutuhan NKRI, dan kami mendukung penuh sinergi antara media dan institusi pertahanan untuk membangun bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” ujar Rohmat, Pada Minggu (5/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara insan pers dan TNI dalam menyampaikan informasi yang akurat, membangun kesadaran publik, serta memperkuat semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“PWRI sebagai wadah wartawan yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, siap menjadi mitra strategis TNI dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan dan menjaga stabilitas informasi publik,” tambahnya.

Peringatan HUT TNI tahun ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, serta mendukung peran TNI dalam menghadapi tantangan global dan dinamika nasional.

 

Red

PWRI Desak Kapolres Depok Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Jurnalis di Proyek Jalan Bomang

0

BOGOR, MPI Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) mengecam keras tindakan kekerasan terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput proyek pembangunan jalan di Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Insiden tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 2 November 2025, sekitar pukul 04.00 WIB.

Para jurnalis diketahui sedang melakukan wawancara dengan salah satu pengawas konsultan di lokasi proyek pengecoran Jalan Bomang, ketika tiba-tiba terjadi kericuhan. Beberapa pekerja proyek diduga melakukan pengeroyokan setelah merasa terganggu oleh kehadiran wartawan. Salah satu mandor bahkan dilaporkan berteriak sambil mengacungkan cangkul, memicu tindakan kekerasan terhadap jurnalis.

Akibat insiden tersebut, seorang jurnalis berinisial H mengalami luka-luka, termasuk bengkak di kepala, lebam di pinggang, gigi patah, serta luka di tangan kiri. Korban juga melaporkan jaketnya sobek dan sempat terjatuh di atas material batu proyek.

“Saya sudah melaporkan kejadian persekusi ini ke Polres Depok,” ujar korban kepada sejumlah wartawan.

Proyek Bernilai Rp 31 Miliar

Proyek pembangunan Jalan Bojong Gede–Kemang di Kecamatan Tajur Halang ini merupakan bagian dari kegiatan APBD Kabupaten Bogor. Pelaksana proyek adalah PT Trimanunggal Jaya, dengan pengawasan oleh PT Ganesha Pratama Konsultans. Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp 31.513.586.500, dengan masa pelaksanaan selama 130 hari kalender. Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 610.B.001-32-3000/pem-JLN/pp-jj-1SPMK/PUPR, proyek dimulai pada 21 Agustus 2025.

Kecaman dari PWRI

Ketua PWRI Kabupaten Bogor, Rohmat Selamat, SH., M.Kn., menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan bentuk intimidasi sistematis yang mengancam kebebasan pers di Indonesia.

“Insiden ini tidak hanya melukai satu individu, tetapi juga mencederai seluruh insan pers di negeri ini. Ini adalah serangan terhadap kemerdekaan pers,” tegas Rohmat.

Ia juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis, serta minimnya penerapan Undang-Undang Pers oleh aparat penegak hukum.

“PWRI mendesak Kapolres Depok untuk segera menangkap seluruh pelaku dan menangani kasus ini secara serius, transparan, dan menyeluruh,” pungkasnya.

Red

Pelayanan Publik Dinilai Buruk, PWRI Sebut RSUD Kota Bogor Mengabaikan Konstitusi

0

KOTA BOGOR, MPI RSUD Kota Bogor kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden pelayanan yang dinilai arogan terhadap awak media pada Jumat (3/10/2025). Kejadian bermula saat tim Detiksatu.com berupaya membantu pimpinan redaksi mereka yang sedang dirawat dan mengalami kendala biaya.

Awak media sempat mendapat sambutan baik dari petugas keamanan yang mengantar mereka ke ruang Sekretaris Direktur (Sekdir). Namun, suasana berubah ketika mereka bertemu dengan seorang pegawai di ruangan tersebut. Alih-alih memberikan solusi, pegawai tersebut menanggapi dengan nada sinis dan menyatakan bahwa Sekdir Reno sedang rapat di Balai Kota. Ia juga menyindir status media yang datang.

“Kalau satu bendera media saja minta pembebasan biaya, rumah sakit bisa bangkrut,” ujar pegawai tersebut. Jumat (3/10).

Pernyataan tersebut memicu kekecewaan mendalam. Sikap yang dinilai arogan itu tidak hanya merendahkan profesi jurnalis, tetapi juga mencerminkan rendahnya empati terhadap masyarakat yang tengah membutuhkan pelayanan dasar.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham, telah dikonfirmasi terkait insiden ini. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan. Sikap diam tersebut dinilai semakin mempertegas lemahnya akuntabilitas manajemen rumah sakit.

Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) yang dimintai tanggapan menyebut bahwa argumen “RSUD bisa bangkrut” adalah bentuk logika yang menyesatkan. Menurutnya, potensi kebangkrutan rumah sakit lebih disebabkan oleh praktik korupsi dan buruknya tata kelola keuangan, bukan karena pasien miskin meminta keringanan biaya.

Ia menegaskan bahwa konstitusi telah mengatur secara jelas tanggung jawab negara dalam menjamin kesehatan rakyat. Pasal 34 ayat (3) UUD 1945 menyebutkan bahwa negara wajib menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan. Ketentuan ini diperkuat oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang menekankan kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi.

Tanggung jawab negara tidak berhenti pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga mencakup penyediaan obat esensial, layanan medis yang terjangkau, serta perlindungan bagi warga yang menghadapi kendala biaya. Dalih finansial tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan hak konstitusional masyarakat atas kesehatan.

Insiden ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik pelayanan publik. Sebagai institusi yang dibiayai oleh pajak rakyat, RSUD seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin akses kesehatan, bukan justru memperlihatkan stigma dan arogansi birokrasi.

PWRI dan publik mendesak adanya transparansi serta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola RSUD Kota Bogor. Tanpa pembenahan manajemen dan penguatan integritas pelayanan, rumah sakit daerah berisiko kehilangan legitimasi sebagai institusi publik yang seharusnya berpihak kepada rakyat.[Arifin]

 

Red