Beranda blog Halaman 5

Iran Digembosi, Kritik Keras Ayatullah Abbasi atas Sikap Al-Azhar

0

Oleh: Prof. Eggi Sudjana.

BOGOR, MPI Di tengah panasnya konflik geopolitik yang terus berulang di kawasan Timur Tengah, sebuah pesan terbuka dari Ayatullah Dr. Ali Abbasi kepada Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyib “Al Azhar” sebuah kegelisahan serius.

Kritik tersebut bukti adanya kegamangan sikap dunia Islam dalam menghadapi ketidakadilan global.

Surat tersebut berkaitan dengan apa yang telah diterima Iran, sebagai sasaran agresi militer Amerika Serikat, Israel dan sekutunya.

Abbasi mempertanyakan sikap Al-Azhar yang dinilai tidak konsisten, di satu sisi menyerukan perdamaian dan perlindungan darah umat Islam, namun di sisi lain mengutuk langkah militer Iran sebagai bentuk pembelaan diri, setelah Iran digembur militer AS dan Iarael.

Kegelisahan itu muncul, tentang apa yang disebut sebagai “standar ganda”. Abbasi mempertanyakan, bagaimana mungkin tindakan balasan terhadap agresi militer AS, Israel justru diposisikan sebagai sumber ketidakstabilan, sementara serangan awal (AS, Israel) seolah tidak mendapat penekanan moral yang sama. Dalam perspektifnya, ini bukan hanya soal politik, tetapi juga menyangkut prinsip dasar keadilan dalam ajaran Islam.

Lebih jauh, pesan ini menyinggung aspek yang lebih sensitif, peran negara-negara Muslim di kawasan yang dianggap memberi ruang bagi kekuatan asing untuk melancarkan serangan. Dalam pandangan Abbasi, hal ini bukan semata persoalan strategi geopolitik, tetapi juga menyentuh wilayah teologis, tentang loyalitas, kepemimpinan, dan batas-batas kerja sama dengan pihak yang dianggap memusuhi umat Islam.

Namun, di balik kritik tersebut, ada dasar normatif yang kuat dalam ajaran Islam yang sebenarnya merupakan cermin untuk menilai sikap ini.

Kewajiban membela diri dari agresi:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-Baqarah: 190)

Ayat ini menegaskan bahwa perang dalam Islam bukanlah agresi, melainkan respon terhadap serangan. Membela diri adalah hak, bahkan kewajiban, selama tidak melampaui batas. Dalam konteks ini, kritik Abbasi mengarah pada anggapan bahwa mengutuk pembelaan diri tanpa mengutuk agresi awal akan mengaburkan prinsip dasar ini.

Keharusan menegakkan keadilan secara konsisten:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri…”
(QS. An-Nisa: 135)

Ayat ini menekankan pentingnya keadilan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada keberpihakan yang dipengaruhi kepentingan politik atau tekanan eksternal. Dalam konteks kritik terhadap Al-Azhar, ayat ini menjadi pengingat bahwa otoritas keagamaan harus berdiri di atas prinsip, bukan kompromi.

Larangan bersikap diam terhadap kezaliman:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ

“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah…”
(QS. An-Nisa: 75)

Ayat ini adalah seruan moral untuk tidak diam ketika ada penindasan. Membela yang lemah bukan hanya tindakan politik, tetapi bagian dari iman. Kritik dalam surat Abbasi dapat dipahami sebagai dorongan agar dunia Islam, termasuk Al-Azhar tidak bersikap pasif dalam menghadapi ketidakadilan.

Loyalitas yang keblinger:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin…”
(QS. An-Nisa: 144)

Ayat ini sering menjadi rujukan dalam diskursus tentang relasi politik umat Islam. Dalam konteks surat tersebut, Abbasi mengkritik negara-negara Muslim yang membuka ruang bagi kekuatan asing untuk menyerang sesama negara Muslim, yang dipandang sebagai bentuk penyimpangan dari prinsip solidaritas umat.

Melalui ayat-ayat ini, terlihat bahwa kritik yang disampaikan bukan karena emosional atau politis, tetapi berusaha memgakar pada dalil normatif dalam Islam. Namun demikian, perlu disadari bahwa penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut bisa beragam, dan sering dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan pendekatan keilmuan masing-masing lembaga.

Yang paling penting untuk dikedepankan adalah semangat keadilan, keberanian moral, dan kejernihan sikap. Surat dari Ayatullah Dr. Ali Abbasi ini, setuju atau tidak, telah membuka ruang refleksi, bahwa dalam menghadapi ketidakadilan global, dunia Islam membutuhkan suara yang konsisten dan berakar kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Bogor, Minggu 22 Maret 2026, 14:36 Wib.

Brother Eggi Sudjana ( BES )

Roy Suryo Cs dan tim pengacaranya kurang beradab selain melanggar etika advokat

0

Matapenaindonesia Damai Hari Lubis (Ketua Korlabi) – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Di luar Prof Dr. Eggi Sudjana, SH. MSI dan Kurnia (Kurnia memberikan kuasa kepada KORLABI yang DHL sebagai Ketua KORLABI), oleh karenanya Roy layak dinyatakan tidak atau kurang beradab, karena sampai saat ini belum beritikad baik dengan pola mencabut kuasanya kepada DHL dan Azam Khan melalui TPUA baik secara lisan maupun tertulis dan tidak juga melalui pesan Chat Whats Ap (WA).

Sehingga mutatis mutandis surat kuasanya masih berkualitas hukum saat sebelum TPUA dibekukan dan saat DHL belum dijadikan terlapor dan berstatus tersangka (TSK).

Alasan dan fakta hukum lainnya terkait adab dan etika (kode etik advokat), pasca memberikan kuasa hukum kepada TPUA Roy Cs ternyata juga memberikan surat kuasa kepada kelompok atau organisasi lainnya kelompok Refly Harun, dan kelompok aktivis hukum lainnya.

Namun apakah Roy tidak memberi tahu kepada para pengacaranya pra menandatangani kuasanya bahwa dirinya sudah memberikan kuasa kepada pihak atau kelompok lain ? Karena pola pemberian kuasa kepada atas nama beberapa organisasi/ kelompok (bukan pribadi pribadi) ini sesuai dan sepengetahuan penulis yang mantan eks Sekretaris Dewan Kehormatan DPP pada sebuah Organisasi Advokat, sehingga perilaku Roy cenderung atau dapat diduga telah melanggar kode etik advokat. Dan hal ini patut diduga setidak-tidaknya dapat diketahui oleh seluruh advokat yang diberi kuasa oleh Roy, pra dan pasca Roy memberikan kuasa kepada para advokat diluar Tim pembela Umat dan Ulama (TPUA).

Maka kesimpulannya sederhana, dalam.masus ijazah yabg menyangkut sosok eks Presiden RI ke 7 RI. Roy tendensius tidak konsisten dan serius demi hakekatnya kepastian hukum namun fokus politik fragmatis. Lalu yang layak dipertanyakan oleh publik, bisa benar dalam hubungan yang Roy Suryo lakukan adalah membonceng faktor penegakan hukum yang semata demi kepastian hukum yang TPUA lakukan, justru sebaliknya pola devide et impera ini akses yang berekses TPUA dibekukan !

 

Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir

0

MatapenaindonesiaDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kepada Yang Terhormat, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyib
Imam Besar dan Syaikh Al-Azhar.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya ingin menyampaikan keheranan dan keprihatinan saya yang mendalam atas pernyataan Dewan Fatwa Al-Azhar yang dikeluarkan beberapa hari terakhir ini, di tengah-tengah agresi biadab Amerika Serikat dan sekutu regionalnya yang keji, yaitu rezim pendudukan Zionis.

Pernyataan tersebut, di satu sisi menekankan pentingnya menjaga kesucian darah kaum muslimin dan mematuhi hukum internasional, namun di sisi lain mengutuk tindakan militer Republik Islam Iran yang ditujukan terhadap pos-pos Amerika dan rezim Zionis di negara-negara kawasan. Pernyataan itu menggambarkan serangan-serangan tersebut sebagai langkah yang mendorong ketidakstabilan kawasan.

Beberapa poin terkait hal ini ingin saya sampaikan kepada Anda:

1. Anda tentu mengetahui bahwa Amerika dan Israel, di tengah-tengah proses perundingan, dengan tujuan meruntuhkan dan memecah-belah Iran Islam, di bulan suci Ramadhan menyerang wilayah Iran Islam. Mereka gugurkan Imam dan Pemimpin Besar, seorang ulama, serta sejumlah komandan militer dan sebagian rakyat Iran Islam yang terzalimi. Apakah menurut pandangan Anda dan Dewan Fatwa Al-Azhar, bangsa Iran dan kekuatan militernya dalam situasi seperti ini memiliki pilihan selain untuk melawan? Mengapa Anda dan dewan tersebut tidak merasa perlu untuk mengutuk agresi terbuka terhadap wilayah sebuah negara Islam yang dilakukan oleh kaum Yahudi Zionis ini? Bukankah ini sesuai dengan sabda Nabi Besar Muhammad SAW: “Barang siapa yang mendengar seruan seorang muslim ‘Wahai kaum muslimin, tolonglah!’ lalu ia tidak memenuhinya, maka ia bukanlah seorang muslim.” Dalam kondisi darurat yang menimpa umat muslim Iran, apa pembenaran atas sikap diam ini?

2. Dalam pernyataan Dewan Fatwa Al-Azhar, mengutuk serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara kawasan. Sungguh aneh! Amerika menggunakan fasilitas yang berada di negara-negara kawasan untuk menyerang sebuah negara Islam, dan sebagai tanggapan, kekuatan militer kami melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan mereka, mengingat penerbangan pesawat-pesawat Amerika persis berasal dari pangkalan-pangkalan tersebut. Namun, yang sangat mengejutkan, Dewan Fatwa Al-Azhar mengabaikan serangan pihak agresor dan malah mengutuk hak internasional dan hukum kami untuk membela diri secara sah serta menghukum pihak agresor! Bukankah Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Al-Karim: “Maka barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu.” (QS. Al-Baqarah: 194). Apakah Anda tidak berpikir bahwa para pengikut Anda akan menghadapi kebingungan (keraguan) ketika dihadapkan pada pendekatan ganda (standar ganda) dan ketidakpatuhan terhadap perintah Al-Qur’an ini?

3. Disebutkan dalam pernyataan tersebut, mengutuk serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara kawasan. Prof. Dr. At-Thayyib, mengapa Dewan Fatwa universitas Anda tidak memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga ini agar tidak menyerahkan wilayah negara Islam kepada orang-orang kafir harbi (yang memerangi Islam) Amerika? Bukankah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’anul Karim:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (aulia), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).

Dan dalam ayat lain: “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS. Ali Imran: 28). Bukankah menyerahkan wilayah dan langit sebuah negara Islam kepada orang-orang kafir harbi ini merupakan bentuk nyata dari pelanggaran terhadap perintah-perintah ilahi dan Al-Quran ?

4. Pimpinan Al-Azhar yang terhormat, marilah kita sedikit merenungkan masa depan dunia Islam dan umat muslim. Apakah Israel dan Amerika hanya musuh bagi Iran? Bukankah sesungguhnya kesalahan negara Islam Iran adalah karena pembelaan nyata terhadap kaum tertindas di Gaza yang mulia? Terimalah peringatan wahai saudara dari saya ini dengan serius, bahwa sikap diam dalam bencana saat ini akan memberikan dampak serius terhadap masa depan umat Islam.

Prof. Dr. At-Thayyib, marilah kita bergandengan tangan dan berkumpul di bawah naungan Al-Quran. Marilah kita bersatu dan, berdasarkan keadilan Al-Quran, berbicara dan bertindak melawan Zionisme yang jahat. Terlepas dari keharusan untuk menjawab pertanggungjawaban di Hari Kiamat atas ucapan dan diam kita hari ini, generasi mendatang akan menilai perkataan dan tindakan kita saat ini.

Wassalamu ‘ala manit taba’al huda
(Hanya keselamatan semoga tercurah bagi mereka yang mengikuti petunjuk).

Ayatullah Dr. Ali Abbasi
Rektor Universitas Internasional Al-Musthafa Iran
29 Ramadhan 1447 H

Roy Suryo kental politis bukan pure penegakan hukum dan terkesan tidak jujur

0

Matapenaindonesia.co.idDamai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

1. Roy Suryo eksis memberi kuasa kepada banyak advokat yang berbeda bendera;

2. Kesan gambaran jatidiri Roy cenderung berupaya kuat _melekat menempel” kepada anggota TPUA yang TSK namun menjauhi tokoh TPUA yang amat populer Prof. DR. Eggi (Ketua TPUA) ini persepektif penulis selaku pengamat sebagai salah seorang tokoh (senioren) TPUA, Roy amat tendensius tidak netral sebaliknya lebih fokus politis praktis fragmatis, dari sisi persaingan, amat individualisme, terbukti seiring perjalanan (selang belasan hari), Roy mendukung deelneming (turut serta) pembentukan Tim Hukum TAKA dan sengaja turut serta melupakan DHL aktivitis senior TPUA yang mengundangnya ke UGM (15 April 2025) yang dikhianati tanpa diundang (Gedoeng Joeang, Cikini Menteng, Jakpus 2 Mai 2025), namun transparansi ada gejala gejala praktik devide et impera dan beri sambutan bersama Rismon dan Tifa juga MSD, Ab S, dan Refly dan jika tidak kelir Beathor dan tokoh Jendr (Purn). Catatan; dr Tifa ikut menyelinap dadakan ke UGM 15 April 2025 namun Roy, Rismon dan Tifa tidak berani ikut penulis (TPUA) membersamai ke rumah Jokowi, Solo (16 April 2025), dan pada saat acara 2 Mai 2025 Gd Joeang saat “menyabotase gawe/hajat DHL/ TPUA back drop- panggungnya pun tanpa ada kalimat TPUA dan foto DHL juga Eggi selaku katua TPUA yang ada hanya foto Roy, Rismon dan Tifa serta Rizal Fadillah), ini alamat Roy tidak peka (no sensitive) tanpa merasa prihatin kepada DHL yang hadir (senioren TPUA yang mengajaknya ke UGM sebagai versi TPUA sehingga pihak rektorat/ dekanat UGM mengklaim Roy merupakan delegasi TPUA) dimana jelas DHL tetap berbesar hati, terbukti hadir 2 Mai di Gd Joeang. Walau tak diundang, namun nyata tidak diberi kesempatan (ditolak) untuk ikut memberi sambutan walau sudah dimintakan oleh kawan-kawan (eks TPUA Rustam dan Muslim.Arbi) oleh panitia penggagas si AK ? Roy tidak risih justru euforia bersama rekannya RH (Youtuber_peliput warta dan eks komisaris Pelindo) sesama alumni UGM, dan terus berlanjut, Roy berupaya keras mulai beringsut menunjukan politik praktis kepentingan kelompok (primordialisme), Roy lakukan embrio politik, dengan pola “politik amuba”, tanpa (belum) disadari oleh eks TPUA hingga kini yang tetap (mereka) rangkul, dia publis dan aklamasikan RRT yang lalu mengarang buku. Lupa kan Eggi dan kabarnya Jokowi’s White Paper isinya melupakan (sunat sejarah awal yanh membawa dirinya dan Tifa (walau pastinya 100% Tifa tidak diundang oleh DHL) sebagai delegasi perwakilan ES atau TPUA yang dituakan), ini kebohongan.merusak prinsip historis (Roy bukan figur jujur), Karena sejarah adalah imu pengetahuan dan ilmu pengetahuan sebagai hal yang ilmiah (knowladge), pastinya tidak boleh ada kebohongan atau kepalsuan yang nyata;

3. Roy memberikan angka nominal dengan kalimat “jelas jelas ijazah palsu” 99,9 %, artinya seolah masih ada kemungkinan asli 0,1 persen, walau bilangan desimal secara pembulatan matematika 99,9 % menjadi 100 %, sementara 0, 1% sisanya akan atau on going dia Roy gunakan, yakni dengan pola “minta diperlihatkan yang asli dengan waktu yang cukup”, walau kasat mata dan sekalipun durasi yang cukup, tanpa preparat dan penelitiannya diatas meja mikroskop, dan Roy dipastikan adalah bukan ahlinya (digital forensik), maka pasca dirinya diperlihatkan Roy otomatis jika masih menghormati tentang makna pakar atau ahli dimana dirinya sendiri juga mengaku sosok ahli ?Pakar telematika ?? Oleh karenanya bis jadi detik detik akhir Roy akan (mencari celah) berkesempatan mengatakan agar lolos sebagai TSK dan sanksi dia akan berkelit setelah diperlihatkan kembali secara sendiri dan cukup waktu, akan mencoba jurus belit dan belut, dia bisa jadi bakal mangakui yang tersisa 1% (dari 99,9 persen palsu) menjadi 100 % ijazah asli, (vide tonton inews Rakyat Bersuara) 17 Maret 2026;

4. Roy mimikris politik, ketika memiliki kepentingan (fragmatis) dari sekuler lalu tiba-tiba menggaungkan kalimat “takbir !” di Polda Metro Jaya diantara anggt TPUA (sekarang eks TPUA), lalu hanya karena terpaksa mampir “ke rumah basis Eggi (Petamburan)”;

5. Roy membuat buku Jokowi’s White Paper, ingat Jokowi merupakan tokoh politik ! Dan Roy radikal dukung Buku tentang Politik karangan Rismon (Gibran end game), bukan kah Gibran juga tokoh politik.

6. Poin nomor 3 pada *pendapat* ini, lalu baru-baru ini dan tentunya on going, Roy mempublis dan viral di media bahwa dia 90 % tidak akan minta RJ, *Roy tidak eksplisit mengucapkan* layaknya ilustrasi sosok individu yang hakekatnya sebuah keyakinan dengan jelas-jelas mengatakan tidak akan minta RJ 100%;

7. Latar belakang Roy dipastikan 100 % adalah politik, ini data empirik tanpa butuh “epidence”, Ia eks anggota DPR RI dari partai sekuler dan eks pejabat kabinet atau penyelenggara negara yang politis (Menpora), Roy bersama RH kini kembali berhasil giat kebutuhan politisnya menarik (kolaborasi) beberapa rekan pembela hukum yang gen nya tidak jauh dari Prof. DR. Eggi Sudjana,SH.,MSI dan DHL.

Patut dipertanyakan kepada Roy, apakah secara kepribadian punya kekecewaan secara politis, karena sebelumnya memiliki persahabatan yang kental dengan Jokowi (saat pra Gubernur DKI) sebelum menduduki Presiden RI ?

Dan RH Youtuber papan atas dan ahli tata negara pun ikut mencoba merangkap pengacara perkara pidana “?” eksis resmi menangani, walau tidak proporsional dari sisi keahlian (tidak profesional), antusiasme namun tidak mempersiapkan diri memperdalam ilmu hukum pidana, idealnya RH elok jika menjadi ahli dari sisi aspek hukum tata negara, lalu fokus tentang apa saja asas asas good government yang jika ada buktikan asas dan sistem hukum yang dilanggar oleh pihak aparatur termasuk Jokowi selaku penyelenggara tertinggi (presiden RI dan kekinian selaku pejabat publik di DANANTARA), dalam makna kewajiban berlaku transparansi dan objektifitas (proporsionalitas, profesional, kredibilitas dan netralitas serta akuntablitas).

Dan setelah membaca artikel ini, tentang karakter beralaskan track record, maka tidak apriori, karena sesuai dengan data empirik atau sepak terjang perilaku Roy dan dinamika (fenomena dengan segala gejala-gejala yang ada), kemudian oleh karenanya *sanggupkah kita* patahkan teori Ariestoteles manusia adalah Zoon Politicon, filosofis buah pikir filsuf asal Yunani kuno yang 100 persen tidak dapat dibantahkan oleh manusia modern serta waras?

Puluhan Ribu Masyarakat Padati Stadion Pakansari Untuk Shalat Idul Fitri dan Pesta Rakyat Bersama Bupati Bogor

0

CIBINONG, MPI Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Bogor memadati Stadion Pakansari untuk melaksanakan shalat Idulfitri 1447 hijriah bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada Sabtu (21/3/2026).

Warga berbondong-bondong sejak pagi hari mengajak serta keluarga untuk shalat dan ikuti pesta rakyat bertajuk “Lebaran Bersama Wargi”.

Shalat Idulfitri tingkat Kabupaten Bogor juga dihadiri Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, jajaran DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, para kiyai dan alim ulama.

Bertindak sebagai khatib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H.Dudu Rohman. Usai shalat Pemkab Bogor menyelenggarakan open house dan pesta rakyat di tempat yang sama. Dengan menyediakan 7500 porsi makanan gratis, 21 gerobak UMKM gratis, hiburan permainan untuk anak, doorprize, serta dihibur suara emas Opick.

Para pedagang yang tidak mudik diundang untuk berjualan, dan dagangannya dibayarkan oleh pemerintah sehingga dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Selain itu, berbagai wahana permainan anak turut disediakan untuk menambah semarak suasana Lebaran. Ratusan bola juga dibagikan kepada anak-anak agar dapat bermain bersama usai shalat Idul Fitri.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri di Stadion Pakansari merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar perayaan Lebaran dilakukan secara sederhana namun tetap penuh makna.

“Pak Presiden menghimbau agar Idul Fitri dirayakan dengan sukacita tanpa berlebihan. Oleh karena itu, kami memilih menggelar salat Id bersama masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilihan Stadion Pakansari juga mempertimbangkan kondisi Lapangan Tegar Beriman yang saat ini tengah dalam proses revitalisasi pembangunan Alun-alun Tegar Beriman, sehingga diperlukan lokasi alternatif yang representatif.

“Ini adalah hari kemenangan bagi seluruh warga Bogor. Kami ingin kebahagiaan ini dirasakan bersama, baik oleh orang tua maupun anak-anak,” kata Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, persatuan merupakan benteng utama bangsa Indonesia.

“Para pendiri bangsa dan alim ulama telah mengajarkan bahwa benteng terakhir bangsa ini adalah persatuan, dan musuh utama kita adalah perpecahan. Mari kita bersatu membangun bangsa, dari Bogor untuk Indonesia,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Rudy Susmanto mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

 

Rudy Susmanto Imbau Masyarakat Agar Berhati-hati Selama Perjalanan Mudik

0

CIBINONG, MPIBupati Bogor, Rudy Susmanto mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Hal tersebut disampaikan Rudy usai melakukan peninjauan kesiapan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran di empat titik strategis di Kabupaten Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (18/3).

Selain melakukan monitoring, Bupati Bogor dan Forkopimda juga menyerahkan bantuan logistik kepada para petugas yang berjaga di setiap Pos PAM sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.

Pada kesempatan tersebut, Rudy Susmanto mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Jika merasa lelah, silahkan beristirahat di pos-pos yang telah disediakan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Pos PAM tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat.

“Kami melihat di lapangan, fasilitas yang disiapkan sudah cukup baik. Ada layanan kesehatan, ruang istirahat, hingga pusat pengaduan. Bahkan di Pos Hoegeng sudah tersedia sentra pelayanan terpadu, sehingga masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan jika terjadi permasalahan,” katanya.

Bupati Rudy turut mengapresiasi dedikasi seluruh petugas gabungan yang tetap menjalankan tugas di tengah momentum Lebaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, tenaga kesehatan, Satpol PP, BPBD, Damkar, dan seluruh pihak yang terlibat. Di saat sebagian masyarakat berkumpul bersama keluarga, para petugas tetap siaga memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Rudy bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan logistik kepada para petugas di setiap pos yang dikunjungi.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk perhatian dan dukungan kami agar para petugas tetap semangat dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.

Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bersama seluruh unsur Forkopimda akan terus bersinergi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami pastikan seluruh jajaran akan bekerja maksimal, sehingga masyarakat dapat merasakan mudik yang aman, nyaman, dan lancar,” tutupnya

Masyarakat Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Bogor atas Program Mudik Gratis

0

CIBINONG, MPI Program Mudik Gratis yang diinisiasi oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Polres Bogor, kembali menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan jajaran kepolisian ini menjadi solusi nyata bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya dan ketersediaan tiket sekaligus menjadi wujud kepedulian nyata Bupati Bogor kepada masyarakat.

Pelaksanaan mudik gratis di Stadion Pakansari berlangsung penuh antusias. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi pemberangkatan dengan wajah sumringah, menandai harapan baru untuk dapat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri.

Di tengah suasana tersebut, sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas program yang dinilai sangat membantu. Warga Ciriung Siti , salah satu peserta mudik gratis, mengaku sudah tiga tahun tidak mudik karena keterbatasan biaya dan sulitnya mendapatkan tiket.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Sudah tiga tahun saya tidak pulang kampung karena kesulitan tiket dan biaya. Tahun ini lima keluarga langsung bersama-sama pulang kampung . Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Polres Bogor yang sudah menghadirkan program mudik gratis ini. Sangat membantu kami sebagai masyarakat,” ungkapnya. Pada Rabu, (18/3).

Hal senada disampaikan Nurhanif , yang juga merasakan langsung manfaat dari program mudik gratis

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Polres Bogor. Program ini benar-benar menunjukkan kepedulian kepada rakyat. Kami sangat terbantu, apalagi harga tiket sekarang mahal dan sulit didapat. Dengan adanya mudik gratis ini, kami bisa berkumpul dengan keluarga di jogja kampung halaman kami,” tuturnya.

Program Mudik Gratis ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Bogor bersama Polres Bogor dalam menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dengan kebijakan yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di momen penting seperti mudik Lebaran. Melalui program ini, beban ekonomi masyarakat dapat diringankan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap, program Mudik Gratis ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari kehadiran pemerintah di tengah-tengah kehidupan mereka.

Membongkar Teori OST: Eggi Sudjana dan Jejak Pemikiran Rizmon Hasiolan

0

JAKARTA, MPI Dalam sesi pembahasan pada program On The Table, Profesor Eggi Sudjana menyampaikan pandangannya terkait kasus yang melibatkan Rizmon Hasiolan Sianipar, yang mengajukan restoratif justice dari klaster perkara terkait, serta menjelaskan teori pemikiran yang dirancangnya.

Menurut Eggi Sudjana, secara pribadi Rizmon dapat dikatakan “hancur lebur”, bahkan menyalahkan diri sendiri dan mengakui bahwa kondisi dirinya sudah tidak hanya sekadar runtuh.

Ia juga menyebut adanya kecurigaan terhadap pihak lain yang dinilai dapat mempengaruhi perubahan sikap yang cukup drastis, yang berpotensi mengacaukan strategi yang telah direncanakan.

Terkait buku yang telah beredar dan menjadi sorotan, Eggi menjelaskan bahwa penyusunannya tidaklah sederhana dan melibatkan proses serta kerja sama bersama. Dari penjelasan Rizmon, disebutkan bahwa bagian yang terkait dengan Roi hanya sebatas kata pengantar, sedangkan seluruh isi buku sebanyak 400 halaman lebih merupakan keterangan dari Rizmon sendiri.

Mengenai permintaan maaf yang telah disampaikan Rizmon kepada seluruh rakyat Indonesia dan kepada Presiden Joko Widodo, Eggi menyatakan telah menerima dan memaafkannya. Namun, ia menegaskan bahwa dari sisi hukum, kasus tersebut tetap harus diproses sesuai aturan, terutama terkait dugaan pemalsuan ijazah dan klaim terkait kondisi dirinya yang disebut sebagai “mayat hidup”.

Sebelumnya, Profesor Eggi Sudjana dikenal dengan julukan “Raja Demo” dari koran Poskota dan dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam dunia proaktifisan, yang keandalannya tidak dapat ditandingi dengan beberapa tokoh lain seperti Kosi Nudin.

Tentang Teori OST (Objektif Sistematis Toleran)

Dalam kesempatan yang sama, Eggi juga menjelaskan teori yang dirancangnya bernama Os Joubedil, yang disingkat menjadi OST atau Objektif Sistematis Toleran. Ia menjelaskan bahwa objektif adalah lawan dari subjektif, yang bermakna tidak memihak dan hanya berbicara sesuai dengan objek yang dibahas. Sebagai contoh, ketika membahas gelas, perspektif subjektif akan berfokus pada pandangan pribadi tentang gelas, sedangkan objektif akan berfokus pada gelas itu sendiri.

“Dalam perspektif ilmu di seluruh dunia, yang saya kaji dari berbagai referensi mumpuni, tidak ada yang melupakan objektifitas. Ini selalu menjadi sudut pandang awal bagi setiap orang yang bertindak dan berpandangan. Jika tidak objektif, pandangan tersebut pasti akan ditolak karena lebih fokus pada pendapat pribadi.” Ujar Prof Eggi

Eggi menambahkan bahwa penyampaian yang objektif harus dilakukan secara tahap demi tahap atau tartil seperti dalam bahasa Al-Qur’an, yang sifatnya sistematis.

“Tidak bisa menghitung dari 1 langsung ke 10, harus melalui 2, 3, 4, 5 – itu yang disebut sistematis. Menentang hal ini berarti tidak objektif dan pasti akan ditolak oleh orang lain.” Tambah Eggi

Ketika seseorang sudah objektif dan penyampaiannya sistematis tanpa tergesa-gesa atau melompat-lompat, maka ia akan memiliki toleransi terhadap objektifitas dan sistematika yang diterapkan.