BOGOR, MPI — Brother Eggi Sudjana (BES), melalui materi Mutiara Hikmah Sabtu, (29/8/2026), mengangkat tema “Dzikir Pagi” sekaligus menjawab pertanyaan serius yang sering muncul di kalangan para pejuang: sudah melaksanakan dzikir, sudah berdoa dan sudah berjuang, tetapi mengapa doa masih belum dikabulkan?
Dalam renungannya, BES mengajak umat Islam untuk tidak hanya menjadikan dzikir sebagai rutinitas lisan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat tauhid, memperbaiki diri, meningkatkan ikhtiar dan melakukan muhasabah.
Materi tersebut diawali dengan bacaan:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.
“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Dzikir Pagi
1. Membaca Ayat Kursi 1 Kali
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang berada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”
(QS. Al-Baqarah: 255)
2. Membaca Surat Al-Ikhlas 3 Kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
3. Membaca Surat Al-Falaq 3 Kali
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
4. Membaca Surat An-Naas 3 Kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb yang memelihara dan menguasai manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’”
5. Membaca Doa Pagi 1 Kali
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”
6. Membaca Doa 1 Kali
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan bagi semua makhluk.”
7. Membaca Sayyidul Istighfar 1 Kali
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang diberikan kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
8. Membaca Doa Kesehatan 3 Kali
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahumma ‘aafinii fii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqr, allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku, pendengaranku dan penglihatanku. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.”
9. Membaca Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan 1 Kali
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah aibku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak disambar dari bawahku.”
10. Membaca Doa Perlindungan dari Kejahatan Diri dan Setan 1 Kali
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dari kejahatan setan dan ajakannya menyekutukan Allah, serta dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”
11. Membaca Bismillah 3 Kali
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha Mengetahui.”
12. Membaca Ridha kepada Allah, Islam dan Nabi Muhammad SAW 3 Kali
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela atau ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad SAW sebagai Nabiku.”
13. Membaca Doa Ya Hayyu Ya Qayyum 1 Kali
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.
“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun tanpa mendapat pertolongan dari-Mu.”
14. Membaca Doa di Atas Fitrah Islam 1 Kali
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Di waktu pagi kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”
15. Membaca Kalimat Tauhid 1, 10 atau 100 Kali
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
16. Membaca Subhanallah wa Bihamdih 3 Kali
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادِ كَلِمَاتِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.”
17. Membaca Doa Memohon Ilmu, Rezeki dan Amal 1 Kali
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.”
18. Membaca Subhanallah wa Bihamdih 100 Kali
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.”
19. Membaca Istighfar 100 Kali
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”
Pertanyaan Serius: Sudah Dzikir, Mengapa Doa Belum Dikabulkan?
BES kemudian mengangkat pertanyaan yang menurutnya merupakan pertanyaan dari banyak pejuang.
Sudah dzikir, sudah doa, sudah jihad, tetapi mengapa belum juga dikabulkan?
Ini merupakan salah satu ujian keimanan paling berat.
Jawaban Seriusnya
1. Ketahui Dulu: Allah Pasti Mengabulkan Doa
Allah SWT berfirman dalam QS. Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’”
BES menjelaskan, “dikabulkan” tidak selalu berarti manusia mendapatkan persis apa yang dimintanya pada saat yang diinginkan.
Ada tiga bentuk yang perlu dipahami:
1. DIKABULKAN LANGSUNG
Apa yang kita minta, Allah berikan sekarang juga.
2. DITUNDA
Allah menyimpannya sebagai tabungan pahala di akhirat.
3. DIGANTI
Allah menolak permintaan tersebut, tetapi menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik sekaligus menghindarkan kita dari musibah.
Dengan demikian, tidak ada doa yang sia-sia.
2. Tujuh Sebab Mengapa Doa Belum Dikabulkan Walau Dzikir Jalan
BES kemudian menyampaikan tujuh hal yang perlu diperiksa oleh seseorang.
1. Ada Penghalang: Makanan dan Harta Haram
Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang seseorang yang berdoa, tetapi makanan, minuman, pakaian dan pemenuhannya berasal dari sesuatu yang haram.
Karena itu, sumber rezeki harus dibersihkan.
Solusinya: bersihkan sumber rizki. Ini merupakan salah satu perkara yang berat tetapi penting bagi seorang pejuang.
2. Tergesa-gesa
Doa membutuhkan kesabaran.
Seseorang jangan sampai mengatakan, “Aku telah berdoa tetapi belum dikabulkan,” kemudian meninggalkan doanya.
Solusinya: terus berdoa dan istiqamah.
BES mengingatkan perjalanan para nabi yang penuh kesabaran dalam menghadapi ujian.
3. Hati Lalai Saat Berdoa
Berdoa harus dengan hati yang hadir dan penuh keyakinan kepada Allah.
Karena itu, dzikir pagi jangan dilakukan sekadar membaca teks sementara pikiran sibuk dengan hal lain.
Solusinya: hadirkan hati ketika berdzikir dan berdoa.
4. Ada Kezaliman kepada Orang Lain
Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 30:
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.”
Karena itu, apabila masih ada kezaliman terhadap rakyat, keluarga, kader atau orang lain, maka harus dilakukan perbaikan.
Solusinya: meminta maaf dan mengembalikan hak orang lain.
5. Allah Sedang Menguji Kesabaran
BES mengingatkan perjalanan Nabi Yusuf AS yang mengalami ujian panjang sebelum memperoleh kedudukan.
Demikian pula Rasulullah SAW yang menghadapi perjuangan panjang di Makkah sebelum datangnya kemenangan.
Artinya, tidak semua keterlambatan merupakan kegagalan.
Solusinya: terus bersabar dan tetap berjuang.
6. Allah Menjaga Kita dari Sesuatu yang Lebih Buruk
Kadang manusia meminta sesuatu karena menganggapnya baik.
Namun Allah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui manusia.
Karena itu, Allah bisa saja tidak memberikan sesuatu yang diminta karena jika diberikan justru akan membawa keburukan.
BES memberikan contoh, seseorang meminta menjadi pejabat. Namun Allah mengetahui apabila ia menjadi pejabat justru akan melakukan korupsi dan akhirnya ditangkap KPK, jaksa atau polisi.
Maka, tidak diberikannya sesuatu bukan berarti Allah tidak sayang.
7. Kurang Tauhid Saat Berdoa
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 55:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar akan mengubah keadaan mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barang siapa tetap kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
BES mengingatkan agar hati tidak bergantung kepada selain Allah.
Dzikir boleh dilakukan, tetapi hati jangan sampai masih menggantungkan pertolongan mutlak kepada manusia, jabatan, partai, dukun atau selain Allah.
3. Adab Berdoa Pejuang: Rumus 3S + 3Y
BES kemudian menawarkan rumus 3S + 3Y.
3S Sebelum Berdoa
1. SUCIKAN DIRI
Wudhu dan bertaubat.
2. SANJUNG ALLAH
Memuji Allah dan menyebut Asmaul Husna.
3. SHALAWAT
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
3Y Saat dan Sesudah Berdoa
1. YAKIN
Yakin 100 persen bahwa Allah mendengar.
2. YUK USAHA
Doa harus disertai ikhtiar. Dzikir pagi harus dilanjutkan dengan turun lapangan dan bekerja.
3. YAKINI WAKTU ALLAH
Jangan memaksa Allah menggunakan ukuran waktu manusia.
Dzikir Pagi Itu Perisai, Bukan Mesin ATM
Dalam kesimpulannya, BES menegaskan:
“DZIKIR PAGI ITU PERISAI, BUKAN MESIN ATM.”
Fungsi utama dzikir adalah mengingat Allah dan menenangkan hati.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Fungsi lainnya adalah perlindungan dari berbagai keburukan sebagaimana tuntunan dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Soal “dikabulkan”, menurut BES, merupakan hak prerogatif Allah.
Tugas manusia adalah:
ISTIQOMAH + IKHTIAR + RIDHA.
BES juga mengingatkan doa Nabi Ya’qub AS:
اِنَّمَاۤ اَشْكُوْا بَثِّـيْ وَحُزْنِيْۤ اِلَى اللّٰهِ
“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”
Kalimat tersebut terdapat dalam QS. Yusuf ayat 86, ketika Nabi Ya’qub AS mengadukan kesusahan dan kesedihannya kepada Allah.
BES kemudian menyampaikan pesan:
“Kalau 10 tahun berjuang belum menang, itu bukan gagal. Itu bukti Allah sedang siapkan kemenangan yang lebih besar, dan sedang hapus dosa-dosa kita.”
Karena itu:
JANGAN BERHENTI BERDOA.
JANGAN BERHENTI BERJUANG.
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 111:
اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَۗ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh. Sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.”
Doa
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
“Wahai Yang Maha Hidup, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”
Checklist Muhasabah Doa: “Sudah Dzikir, Kok Belum Dikabulkan?”
BES kemudian menyampaikan “Checklist Muhasabah Doa” yang dapat digunakan secara pribadi maupun dibacakan saat apel kader.
Sebelum mengatakan, “Ya Allah, kenapa belum kabul?”, tanyakan terlebih dahulu kepada diri sendiri sepuluh pertanyaan berikut.
Blok A: Hubungan dengan Allah
1. TAUHID
Apakah doaku murni kepada Allah? Atau masih tersangkut kepada jabatan, orang, partai atau bahkan dukun?
Cek kembali QS. An-Nur ayat 55, khususnya:
لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔا
“Tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun.”
2. KEYAKINAN
Ketika berdoa, apakah hati benar-benar yakin Allah mendengar dan mampu mengabulkan? Atau hanya membaca doa sementara pikiran masih sibuk memikirkan hutang dan persoalan dunia?
3. KESABARAN
Apakah terlalu tergesa-gesa?
“Sudah satu bulan berdoa, kok belum?”
BES mengingatkan agar manusia tidak tergesa-gesa dalam menunggu jawaban Allah.
Blok B: Hubungan dengan Manusia
4. RIZKI
Apakah makanan, minuman, pakaian dan penghasilan saya benar-benar halal?
5. DZOLIM
Apakah masih mempunyai hutang, melakukan ghibah, fitnah atau kezaliman terhadap rakyat, kader maupun keluarga?
6. SILATURAHMI
Apakah masih memutus silaturahmi? Apakah masih menyimpan dendam?
Blok C: Hubungan dengan Amal dan Ikhtiar
7. ADAB DOA
Apakah sudah menggunakan 3S: Suci – Sanjung Allah – Shalawat sebelum meminta?
8. IKHTIAR
Apakah hanya berdoa tetapi tidak berusaha?
Dzikir pagi harus diikuti dengan kerja dan ikhtiar nyata.
9. ISTIQOMAH
Apakah dzikir dilakukan secara konsisten atau hanya rajin ketika sedang membutuhkan sesuatu, lalu kendor ketika keadaan sudah lapang?
10. RIDHA
Apakah siap menerima jawaban Allah dalam bentuk:
KASIH, TUNDA, atau GANTI?
Ataukah hanya menginginkan jawaban harus sesuai dengan permintaan dan harus sekarang juga?
Tingkatan Muhasabah
BES memberikan gambaran sederhana:
8–10 “YA”
InsyaAllah doa sedang diproses. Teruskan dan bersabar.
5–7 “YA”
Benahi bagian yang masih “tidak”. Bisa jadi terdapat hal yang perlu diperbaiki.
0–4 “YA”
Lakukan muhasabah besar-besaran dan perbaiki fondasi.
Kesimpulan Akhir
BES kembali mengingatkan:
Allah tidak pernah ingkar janji.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’”
Yang sering terlambat bukan janji Allah, melainkan manusia yang belum mengetahui kapan dan dalam bentuk apa jawaban Allah diberikan.
Karena itu, ingat kembali tiga bentuk kabul:
1. DIKASIH — diberikan sekarang.
2. DITABUNG — menjadi pahala di akhirat.
3. DIGANTI — Allah memberikan sesuatu yang lebih baik dan menghindarkan musibah.
Doa Penutup
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ
“Ya Allah, aku meminta semua kebaikan yang diminta hamba-Mu dan Nabi-Mu, Muhammad.”
Aamiin ya Rabbal Alamin.
BES berharap materi ini menjadi “cermin” bagi kita semua, agar terus melakukan evaluasi diri.
Allah melihat usaha, bukan semata-mata hasil.Jangan berhenti berdoa. Jangan berhenti berjuang.
Salam Jihad BES — Brother Eggi Sudjana.




