BES Soroti QS. Al-Anfal Ayat 19, Kekuatan Pasukan dan Senjata Canggih Tidak Akan Berarti Jika Allah Mendatangkan Marabahaya
BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Senin, 5 Oktober 2026, Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., yang dikenal sebagai BES (Brother Eggi Sudjana), menyampaikan pesan refleksi melalui kajian Mutiara Hikmah.
Dalam tausiyahnya, Eggi Sudjana mengangkat QS. Al-Anfal ayat 19 sebagai landasan untuk mengingatkan pentingnya kekuatan tauhid di tengah perkembangan kekuatan militer, kecanggihan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), serta besarnya jumlah pasukan.
Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan penjelasan mengenai hakikat kekuatan, termasuk kekuatan tentara dan kepolisian. Pasukan yang banyak dan memiliki persenjataan canggih sekalipun tidak akan berdaya apabila Allah SWT mendatangkan marabahaya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَآءَكُمُ الْفَتْحُ ۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّـكُمْ ۚ وَ اِنْ تَعُوْدُوْا نَـعُدْ ۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًـا وَّلَوْ كَثُرَتْ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 19).
Eggi Sudjana mempertanyakan mengapa manusia sering kali melupakan Power Tauhid dalam setiap analisis mengenai kekuatan dan kekuasaan.
Ia turut menyinggung perbandingan kekuatan Amerika Serikat dan Iran sebagai contoh yang menurutnya perlu menjadi bahan renungan. Pesan tersebut, kata dia, penting disadari para petinggi TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Presiden Republik Indonesia selaku Panglima Tertinggi TNI.
Menurutnya, perlu ada konsep tahu diri dan tahu batas ketika manusia berhadapan dengan Power Tauhid atau kekuasaan Allah SWT.
Selain itu, Eggi juga mengingatkan masih adanya persoalan bangsa Indonesia yang berkaitan dengan pergerakan umat Islam dan perlu diselesaikan secara beradab serta berkeadilan, yakni kasus KM 50 yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) dan menelan korban enam syuhada.
Melalui kajian Mutiara Hikmah tersebut, ia juga menyampaikan ucapan Dirgahayu TNI ke-81.
QS. AL-ANFAL 8:19 – POWER TAUHID VS POWER ALUTSISTA
Tepat hari ini, 5 Oktober, dalam momentum Dirgahayu TNI, BES mengingatkan ayat yang dinilainya sangat penting untuk direnungkan para jenderal dan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI.
Menurutnya, pesan tersebut bukan untuk melemahkan TNI, melainkan justru menguatkan hakikat kekuatan TNI yang sesungguhnya.
1. LOGIKA QUR’AN TENTANG KEKUATAN
وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ
“Pasukanmu tidak akan dapat menolak bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya banyak.”
Eggi Sudjana menjelaskan bahwa ayat tersebut turun dalam konteks Perang Badar.
Menurutnya, logika jahiliyah mengatakan bahwa kemenangan ditentukan oleh banyaknya pasukan, banyaknya senjata, dan besarnya uang. Namun, logika Al-Qur’an memberikan pemahaman berbeda.
SEBANYAK APA PUN FI’AH (pasukan, koalisi, oligarki, buzzer, alutsista canggih), TIDAK AKAN BERGUNA JIKA ALLAH SUDAH DATANGKAN MARABAHAYA.
Mengapa demikian? Karena ayat tersebut ditutup dengan firman Allah:
وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
“Sungguh Allah beserta orang-orang beriman.”
Menurut BES, pemenang bukanlah mereka yang memiliki senjata paling banyak, tetapi mereka yang bersama Allah. Yang sedikit tetapi bersama Allah dapat mengalahkan yang banyak tetapi melawan Allah.
Inilah rumus Badar: 313 melawan 1.000, tetapi memperoleh kemenangan.
Inilah yang disebut POWER TAUHID, sebuah kekuatan yang tidak terlihat di radar, tidak terdeteksi satelit, tetapi menghancurkan.
2. MENGAPA MANUSIA SERING LUPA POWER TAUHID?
Menurut Eggi Sudjana, jawaban sederhananya adalah karena manusia silau dengan Fi’ah atau jumlah kekuatan.
USA VS IRAN CONTOHNYA
Amerika Serikat memiliki 11 kapal induk, F-35, nuklir 5.000, serta anggaran 800 miliar USD. Sementara Iran hanya memiliki rudal balistik dan keyakinan Tauhid bahwa Amerika bukan Tuhan.
Namun, ketika Iran menyerang pangkalan Ain Al-Asad, USA tidak berani melakukan serangan balasan total.
Why?
Menurut BES, karena terdapat kekuatan yang tidak bisa dihitung di Pentagon, yaitu keberanian mati syahid dan pertolongan Allah.
USA menghitung dengan matematis, tetapi perhitungan tersebut, menurutnya, dapat dikalahkan oleh hitung-hitungan Tauhid.
DI INDONESIA
Sejak Namrud melawan Ibrahim hingga Fir’aun melawan Musa, pihak yang memiliki kekuasaan selalu berpotensi melupakan batas kekuasaannya.
Merasa memiliki pasukan banyak, memiliki pasukan khusus, memiliki intelijen banyak, serta memiliki anggaran biaya, lalu merasa bisa bertindak seenaknya.
Padahal, ayat 19 dengan tegas menyatakan:
وَلَوْ كَثُرَتْ
“Walaupun sudah sangat banyak.”
Tetap tidak berdaya apabila Allah sudah memutuskan.
Menurut Eggi Sudjana, manusia sering lupa karena tiga penyakit:
1. Hubbud Dunya
Cinta dunia, melihat Alutsista canggih sebagai tuhan baru.
2. Sombong Data
Merasa analisis intelijen dan jumlah batalyon sudah mutlak. Padahal, ada variabel Allah yang tidak masuk dalam PowerPoint.
3. Tidak Tahu Diri dan Tidak Tahu Batas
Ini merupakan istilah BES yang dinilainya sangat presisi.
Tahu diri berarti mengetahui bahwa manusia hanyalah makhluk. Tahu batas berarti memahami bahwa kekuasaan manusia memiliki batas, sedangkan kekuasaan Allah tidak memiliki batas.
3. PELAJARAN UNTUK TNI DI HARI ULTAH KE-81 DAN PERSOALAN KM 50
Pada 5 Oktober 2026, dalam peringatan HUT TNI ke-81, Eggi Sudjana menyampaikan ucapan:
DIRGAHAYU TNI KE-81. TNI BERJAYA SELALU DAN DIBERKAHI ALLAH SWT. TNI AD, AL, AU – BERSAMA RAKYAT, BERSAMA ALLAH.
Menurut BES, TNI yang dicintainya adalah TNI yang memahami ayat tersebut.
TNI yang lahir dari Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah, bukan TNI yang sekuler anti-Tauhid.
Justru karena kecintaannya kepada TNI, BES sebagai Pembina KORLABI (Komando Pelaporan Bela Islam) mengingatkan pentingnya konsep tahu diri dan tahu batas di hadapan Power Tauhid.
Eggi Sudjana juga mengingatkan masih adanya luka bangsa yang belum sembuh dan perlu diselesaikan secara beradab serta berkeadilan, yaitu Kasus KM 50 FPI – 6 Syuhada.
Enam anak bangsa yang wafat di jalan tol.
Menurutnya, terdapat dua cara pandang dalam melihat persoalan tersebut.
Logika Fi’ah berkata: Kasus sudah selesai, pasukan banyak, senjata lengkap, lupakan saja.
Logika Power Tauhid berkata: Tidak bisa dilupakan, karena:
وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
Allah beserta orang-orang beriman yang terzalimi.
Jika tidak diselesaikan secara beradab dan berkeadilan di dunia, maka akan diselesaikan dengan Kun Fayakun di akhirat, yang lebih berat.
Penyelesaian secara beradab yang dimaksud, menurut BES, bukanlah balas dendam, melainkan:
Keterbukaan fakta secara jujur.
Keadilan restoratif untuk keluarga enam syuhada.
Jaminan agar tidak terulang lagi aparat versus umat Islam.
Itulah cara TNI menunjukkan bahwa kekuatannya bersama Allah, bukan melawan Power Tauhid.
Menurut Eggi Sudjana, TNI yang bersama Allah akan ditakuti musuh luar, seperti Iran ditakuti USA. Sebaliknya, TNI yang melupakan Allah akan tidak ditakuti rakyatnya sendiri.
Dan itu merupakan bahaya, suatu saat bisa ada Disobedience and Distrust.
KESIMPULAN AYAT 19 UNTUK PRESIDEN SEBAGAI PANGLIMA TERTINGGI
Dalam bagian kesimpulan kajian Mutiara Hikmah, BES kembali mengingatkan tiga pesan penting dari QS. Al-Anfal ayat 19 untuk Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi TNI.
Jika minta keputusan (Istafataha), maka keputusan Allah sudah datang: yang banyak belum tentu menang.
Jika berhenti memusuhi Rasul (berhenti memusuhi ajaran Islam), maka itu lebih baik bagimu.
Jika kamu kembali (mengulangi kezaliman), maka Kami akan kembali memberi pertolongan kepada yang terzalimi.
Eggi Sudjana menegaskan bahwa kekuatan TNI bukan semata-mata karena Alutsista canggih, melainkan karena Allah beserta orang-orang beriman yang ada di dalam TNI itu sendiri.
TNI KUAT BUKAN KARENA ALUTSISTA CANGGIH, TETAPI KARENA ALLAH BESERTA ORANG BERIMAN.
Selamat Ulang Tahun TNI ke-81 🇲🇨
Jayalah bersama Tauhid.
Wallahu A’lam.
Salam Jihad dan Sabar.
Brother Eggi Sudjana (BES)




