BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Rabu, 14 Oktober 2026, membahas kandungan QS Maryam ayat 27–32 melalui pendekatan tauhid dan metodologi perbandingan agama (Muqaranatul Adyan).
Dalam kajian tersebut, Eggi Sudjana mengangkat pertanyaan serius mengenai bagaimana Nabi Isa dipahami dalam agama Kristen dan bagaimana Nabi Isa yang dalam Al-Qur’an menyatakan dirinya sebagai hamba Allah kemudian diyakini sebagai Tuhan dalam teologi Kristen.
BISMILLAH, BES: MUTIARA HIKMAH RABU TANGGAL 14 OKTOBER 2026
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَتَتْ بِهٖ قَوْمَهَا تَحْمِلُهٗ ۗ قَالُوْا يٰمَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا
“Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.”
(QS. Maryam 19: Ayat 27).
يٰۤـاُخْتَ هٰرُوْنَ مَا كَا نَ اَ بُوْكِ امْرَاَ سَوْءٍ وَّمَا كَا نَتْ اُمُّكِ بَغِيًّا
“Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”
(QS. Maryam 19: Ayat 28).
فَاَشَا رَتْ اِلَيْهِ ۗ قَا لُوْا كَيْفَ نُـكَلِّمُ مَنْ كَا نَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا
“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
(QS. Maryam 19: Ayat 29).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗ اٰتٰٮنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا
“Dia (‘Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,”
(QS. Maryam 19: Ayat 30).
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰـرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُ ۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَا لزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;”
(QS. Maryam 19: Ayat 31).
وَّبَرًّاۢبِوَا لِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّا رًا شَقِيًّا
“dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
(QS. Maryam 19: Ayat 32).
Bahwa Rangkain Ayat-ayat NYA tersebut memberikan Informasi berupa Wahyu yang amat jarang di bahas dan di kaji dengan metodologi perbandingan Agama, mengapa?
Pertanyaan serius nya Bagaimana versi menurut Agama Kristen mengenai Nabi Isa? Bagaimana bisa hingga Nabi Isa di jadikan Tuhan?
Jawaban Serius nya: MARYAM Ayat 27-32.
DARI MUSA LAWAN FIR’AUN KEMARIN MENUJU ISA LAWAN FITNAH KETUHANAN
Allahu Akbar, Ini lanjutan yang sangat Dalam dan Tajam.
Selasa kemarin QS Al-Qasas 2-5 – Musa melawan Fir’aun yang mengaku Tuhan – Ana Rabbukumul A’la.
Hari ini Rabu Tgl 14 Oktober 2026, Q.S. Maryam 27-32 – Isa melawan kaum yang akan menjadikannya Tuhan.
Dua Nabi, dua model Fir’auniyah:
Fir’aun mengaku Tuhan dengan kesombongan kekuasaan.
Isa dijadikan Tuhan oleh pengikutnya dengan kecintaan berlebihan Ghuluw.
Maka Allah turunkan ayat ini sangat jarang dikaji dengan metodologi Muqaranatul Adyan – Perbandingan Agama seperti yang BES yang sudah sejak lama mulai aktif di FOSI > Forum Studi Islam < tahun 1981.
AYAT 27–28 – FITNAH PERTAMA KEPADA MARYAM
فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا • يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا
“Wahai Maryam engkau bawa sesuatu yang sangat mungkar (Fariyya). Wahai saudara Harun, ayahmu bukan orang buruk, ibumu bukan pezina.”
Kaumnya langsung tuduh Zina. Fariyya – mungkar besar. Mereka pakai logika nasab: ayahmu baik, ibumu bukan baghiyya (pezina), kok kamu bawa bayi tanpa ayah?
Ini fitnah pertama pada Maryam TANPA FAKTA, DATA2 dan SAKSI2 nya. Maryam diam, tidak membela diri dengan kata, tapi dengan Fakta Kebenaran Absolute langsung ALLAH yang Jelaskan.
AYAT 29 – JAWABAN DENGAN ISYARAT
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا
“Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata bagaimana kami bicara dengan anak kecil dalam ayunan?”
Maryam tunjuk Isa. Ini metode dakwah: biarkan kebenaran bicara sendiri.
Kaumnya protes: bayi dalam Mahd – ayunan mana bisa bicara? Mustahil secara logika manusia.
AYAT 30–32 – MUKJIZAT PERTAMA: ISA BICARA DAN MEMBELA IBUNYA, 5 DEKLARASI TAUHID
Di sinilah Isa bayi berbicara – mukjizat pertama. Dan inilah 5 deklarasi anti-ketuhanan yang Allah rekam langsung dari mulut Isa bayi, untuk membantah klaim bahwa Isa Tuhan di kemudian hari:
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا • وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا • وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا
Deklarasi 1: إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ – Sesungguhnya aku hamba Allah
Kalimat pertama bayi Isa. Bukan anak Allah, bukan Tuhan, tapi Abdullah – hamba Allah. Inilah pondasi. Kalau Isa Tuhan, tidak mungkin kalimat pertama adalah hamba. Hamba tidak bisa jadi Tuhan. Ini bantahan paling jelas.
Deklarasi 2: آتَانِيَ الْكِتَابَ – Dia memberiku Kitab
Diberi Kitab Injil. Yang diberi berarti menerima, yang menerima berarti butuh, yang butuh bukan Tuhan. Tuhan memberi, bukan diberi.
Deklarasi 3: وَجَعَلَنِي نَبِيًّا – Dia menjadikanku Nabi
Dijadikan Nabi. Dijadikan berarti ada yang menjadikan. Ada proses pengangkatan. Tuhan tidak diangkat.
Deklarasi 4: وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ – Dijadikan diberkahi dan diwasiati shalat zakat
Diberkahi, diwasiati shalat, diwasiati zakat selama hidup. Tuhan tidak shalat kepada Tuhan lain, tidak bayar zakat. Ini amal hamba.
Deklarasi 5: وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا – Berbakti kepada ibuku, tidak dijadikan sombong celaka
Berbakti kepada ibu – Maryam. Tuhan tidak berbakti kepada manusia. Dan tidak dijadikan Jabbaran Syaqiyyan – sombong celaka seperti Fir’aun kemarin yang Ala fil Ard.
Isa adalah lawan Fir’aun: Fir’aun sombong mengaku Tuhan, Isa tawadhu mengaku hamba.
PERBANDINGAN AGAMA – MENGAPA VERSI KRISTEN MENJADIKAN ISA TUHAN?
Mengapa bisa sampai dijadikan Tuhan. Ini kajian akademis perbandingan agama yang jarang dibahas, Kini BES bahas:
A. VERSI ISLAM – QS MARYAM 30–32 INI – Tegas
Isa adalah Abdullah, Nabi, Rasul Ulul Azmi, Kalimatullah & Ruhullah (ciptaan dari Kalimat Kun & tiupan Ruh dari Allah), lahir tanpa ayah sebagai mukjizat seperti Adam, bukan anak biologis Tuhan.
Lahir dari Maryam Shiddiqah yang suci. Tidak disalib menurut QS An-Nisa 157-158, diangkat Allah, akan turun lagi di akhir zaman.
B. VERSI KRISTEN – Perkembangan Teologi
Dalam iman Kristen mainstream (Katolik, Ortodoks, Protestan), Isa dikenal sebagai Yesus Kristus diyakini sebagai:
Anak Allah, Firman yang menjadi manusia (Inkarnasi) – Yohanes 1:1,14.
Juruselamat yang mati disalib menebus dosa.
Satu dari Tritunggal – Bapa, Anak, Roh Kudus – satu hakikat.
Mengapa bisa jadi Tuhan? Ini proses sejarah teologi yang dicatat bahkan dalam ensiklopedia Kristen sendiri:
Tahap awal – Yesus sebagai Mesias & Nabi: Murid-murid awal melihat Yesus sebagai guru, Mesias.
Surat-surat Paulus (50-60 M): Mulai penekanan keilahian Yesus sebagai Tuhan.
Injil Yohanes (90-100 M): Baru muncul jelas Firman adalah Allah dan Firman menjadi manusia.
Konsili Nicea 325 M: Kaisar Konstantinus kumpulkan uskup, putuskan Yesus sehakikat dengan Bapa – lawan Arius yang bilang Yesus ciptaan.
Konsili Konstantinopel 381 M & Efesus 431 M & Kalsedon 451 M: Rumuskan Tritunggal & dua natur Yesus (100% Allah 100% manusia).
Jadi proses menjadi Tuhan adalah perjalanan 300 tahun perdebatan teologi & politik kekaisaran Romawi, bukan pernyataan langsung Yesus bayi “Aku Tuhan” seperti Fir’aun bilang Ana Rabbukumul A’la.
Justru kalimat pertama Yesus/Isa dalam Qur’an adalah “Aku hamba Allah” untuk meluruskan 300 tahun itu, kemudian 600 Tahun setelah Nabi Isa, di jelaskan lagi Nabi Setelah nya.
C. TITIK TEMU DAN BEDANYA
Titik temu: Kedua agama sepakat Isa lahir dari perawan Maryam tanpa ayah, mukjizat besar, Al-Masih, membawa Injil, kemudian Nabi Isa berkata dalam Injil yang di abadikan dalam Al-Qur’an akan datang lagi Nabi berikut nya yang bernama Ahmad [ Q.S. Surah As-Syaff (61) ayat nya 6.
Beda utama: Islam tetap di tauhid Abdullah seperti ayat 30 hari ini, Kristen berkembang ke doktrin Anak Allah & Inkarnasi untuk penjelasan penebusan dosa, penjelasan ini peristiwa sejarahnya membenarkan Maryam tanpa berkata, hanya menunjuk Isa semasih Bayi dalam ayunan yang tak mungkin bisa berbicara.
Itulah mengapa QS Maryam 30-32 ini Allah abadikan bayi bicara: agar dari buaian sudah jelas Inni Abdullah – sebelum ada yang berkata dia Tuhan di kemudian hari.
KONSTRUKSI PEKAN INI – OST JUBEDIL BES
Senin Nafsul Mutmainnah – jiwa tenang tauhid murni.
Selasa Musa vs Fir’aun – yang mengaku Tuhan karena sombong kekuasaan.
Rabu Isa vs Ghuluw – yang dijadikan Tuhan karena cinta berlebihan.
Dua bahaya tauhid: Sombong seperti Fir’aun & Ghuluw (berlebihan) seperti menjadikan Isa Tuhan. Keduanya merusak tauhid yang baru kita tenangkan dalam MH Senin kemarin lusa.
Bahwa lihat ayat 32: Walam Yaj’alni Jabbaran Syaqiyyan – Tidak dijadikan sombong celaka, Isa ngaku nya Hamba. Inilah lawan Fir’aun kemarin yang Jabbar – Sombong ngaku Tuhan.
Wallahu A’lam. Kajian perbandingan agama ini perlu hati yang tenang seperti Senin, keberanian Musa seperti Selasa, baru bisa bahas Isa seperti Rabu tanpa caci maki, hanya bil Haqq seperti QS Al-Qasas 3 kemarin.
Salam Jihad dan Sabar.
Brother Eggi Sudjana (BES)




