Enam Media Nasional Nyatakan Dukungan terhadap Peluncuran GENAP, Dorong Penguatan Edukasi dan Regulasi Pencegahan Penyimpangan Seksual

JAKARTA, MPI — Enam media nasional menyatakan dukungan terhadap peluncuran Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) yang digagas oleh sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, majelis taklim, dan pondok pesantren di Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan dalam diskusi melalui aplikasi WhatsApp pada Jumat, (7/8/2026), yang membahas pentingnya penguatan edukasi masyarakat dan perlindungan keluarga dari berbagai risiko perilaku seksual berisiko.

Maria Alkaf mengatakan, perilaku seksual yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai persoalan, di antaranya risiko penularan penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, serta dampak sosial dan psikologis.

“Hal-hal tersebut harus menjadi perhatian bersama dan perlu dilakukan upaya pencegahan melalui edukasi serta perlindungan keluarga,” ujar Maria Alkaf dalam diskusi tersebut, Jumat (7/8).

Baca juga:  Mantan Menteri Kehutanan Ms Kaban: Bencana Alam di Sumatera dan Aceh Tamiang Akibat Tindakan Manusia Tak Bertanggung Jawab

Menurut Maria, GENAP merupakan sebuah inisiatif yang didukung oleh berbagai tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Islam, majelis taklim, dan pondok pesantren. Gerakan tersebut membawa agenda penolakan terhadap LGBT serta berbagai bentuk perilaku seksual yang oleh kelompok tersebut dikategorikan sebagai penyimpangan seksual.

Adapun enam media yang disebut sebagai media partner yang mendukung GENAP, yaitu:

detiksatu.com

semutibrahim.com

neodetik.com

sangiduputih.com

neocakra.com

persuasi-news.com

GENAP diposisikan oleh para penggagasnya sebagai gerakan sosial dan moral yang bertujuan mendorong penguatan ketahanan keluarga serta meningkatkan perhatian masyarakat terhadap persoalan seksual berisiko.

Selain kampanye dan edukasi, gerakan tersebut juga mendorong adanya pembahasan serta penguatan regulasi di tingkat daerah maupun nasional terkait pencegahan berbagai bentuk kejahatan dan perilaku seksual yang dianggap menyimpang.

Baca juga:  Mahasiswa Gelar Audiensi dengan Prof Brian Yuliarto, Ph.D., Bahas Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

Dalam agenda yang disampaikan, cakupan perhatian GENAP tidak hanya berkaitan dengan isu LGBT, tetapi juga mencakup kejahatan seksual seperti inses, zoofilia, dan nekrofilia.

Maria Alkaf menyebut penggunaan simbol perisai sebagai representasi perlindungan keluarga, sementara nilai-nilai keagamaan disebut menjadi salah satu landasan moral yang digunakan para penggagas gerakan tersebut.

Sebelumnya, Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, juga menyatakan dukungan terhadap peluncuran GENAP yang digagas sejumlah organisasi Islam, majelis taklim, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat.

Habib Rizieq berharap GENAP dapat menjadi wadah koordinasi perjuangan masyarakat dalam mendorong kebijakan yang dianggap dapat memperkuat perlindungan keluarga dan masyarakat dari berbagai persoalan seksual.

Baca juga:  Desak Pemilihan Ulang, GMPB Soroti Rangkap Jabatan Ketua KONI Kabupaten Bogor

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya mendorong lahirnya regulasi di berbagai daerah serta regulasi tingkat nasional yang berkaitan dengan isu tersebut.

“Semoga GENAP sebagai Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual di Indonesia ini bisa menjadi lokomotif gerakan anti-LGBTQ melalui perjuangan penuntutan perda-perda anti-LGBTQ di berbagai daerah,” ujarnya.

Menurutnya, perjuangan di tingkat daerah perlu berjalan beriringan dengan dorongan pembentukan regulasi di tingkat nasional.

Peluncuran GENAP dengan demikian menjadi bagian dari upaya kelompok penggagasnya untuk membangun gerakan sosial yang berfokus pada isu ketahanan keluarga, edukasi seksual, pencegahan kejahatan seksual, serta advokasi kebijakan. (Muis)

Latest

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr....

Universitas Graha Ganesha Resmi Berdiri, YPGG Lantik Rektor dan Jajaran Pejabat Struktural

TANGERANG | MATA PENA INDONESIA – Yayasan Pendidikan Graha...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr....

Universitas Graha Ganesha Resmi Berdiri, YPGG Lantik Rektor dan Jajaran Pejabat Struktural

TANGERANG | MATA PENA INDONESIA – Yayasan Pendidikan Graha...

Mutiara Hikmah, BES: Memahami Makna Taqiyyah dalam QS Ali ‘Imran Ayat 28

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — BISMILLAH, Prof. Dr. Eggi...

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Selasa, 22 September 2026, mengangkat tema “QS. Ali Imran 142 & 146...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu menggelar aksi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian masyarakat...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan akrab nya Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan...