Mutiara Hikmah BES: Jangan Biarkan Nafasmu Kosong Tanpa Ketaatan

Matapenaindonesia.co.id – MUTIARA HIKMAH – Selasa, 14 Juli 2026

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudaraku seiman yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Setiap manusia memiliki umur yang terbatas. Waktu terus berjalan dan setiap hembusan nafas yang kita hirup membawa kita semakin dekat kepada ajal yang telah Allah tetapkan. Karena itu, seorang mukmin hendaknya mengisi setiap detik kehidupannya dengan amal shalih dan ketaatan kepada Allah.

Al-Imam Al-Muwaffaq Muhammad As-Safaroyni rahimahullah memberikan nasihat yang sangat menggugah hati:

فَاغْتَنِمْ رَحِمَكَ اللهُ حَيَاتَكَ النَّفِيسَةَ، وَاحْفَظْ أَوْقَاتَكَ الْعَزِيزَةَ، وَاعْلَمْ أَنَّ مُدَّةَ حَيَاتِكَ مَحْدُودَةٌ، وَأَنْفَاسُكَ مَعْدُودَةٌ، فَكُلُّ نَفَسٍ يَنْقُصُ بِهِ جُزْءٌ مِنْكَ

“Manfaatkanlah—semoga Allah merahmatimu—hidupmu yang sangat berharga. Jagalah sebaik-baiknya waktumu yang bernilai. Ketahuilah bahwa masa hidupmu terbatas dan nafas-nafasmu telah dihitung. Setiap satu nafas yang keluar sesungguhnya mengurangi bagian dari umurmu.”
Beliau melanjutkan:

وَالْعُمْرُ كُلُّهُ قَصِيرٌ، وَالْبَاقِي مِنْهُ يَسِيرٌ، وَكُلُّ جُزْءٍ مِنْهُ جَوْهَرَةٌ نَفِيسَةٌ لَا عِوَضَ لَهَا

“Seluruh umur itu pendek, sedangkan yang tersisa lebih sedikit lagi. Setiap bagian umur adalah permata yang sangat berharga dan tidak ada penggantinya.”
Kemudian beliau menegaskan:

Baca juga:  Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Al-Ankabut Ayat 2–6 dan 69, Jihad Adalah Ujian Iman, Bukan Bantuan untuk Allah

فَلَا تُضَيِّعْ جَوَاهِرَ عُمُرِكَ النَّفِيسَةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ، وَاجْتَهِدْ أَلَّا يَخْلُوَ نَفَسٌ مِنْ أَنْفَاسِكَ إِلَّا فِي طَاعَةٍ أَوْ قُرْبَةٍ إِلَى اللهِ

“Janganlah engkau menyia-nyiakan permata umurmu tanpa amal. Bersungguh-sungguhlah agar tidak ada satu nafas pun berlalu kecuali diisi dengan ketaatan atau amal yang mendekatkan diri kepada Allah.”

(Ghidzaul Albab Syarh Manzhumatul Adab, Jilid II, hlm. 351).

Konfirmasi Al-Qur’an: Nafas dan Ajal
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan ataupun percepatan walau sesaat.”

(QS. Al-A’raf: 34).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap makhluk memiliki batas kehidupan yang telah Allah tetapkan. Tidak ada satu nafas pun yang keluar di luar ilmu, kehendak, dan ketetapan-Nya.

Percakapan BES dengan Meta AI
Brother Eggi Sudjana (BES) menyampaikan:

“Tulisan ini sangat baik dan menyentuh qalbu bagi setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya menerimanya dari Brother Iqbal, Banyumas, Jawa Tengah. Insya Allah layak dibagikan kepada kaum muslimin.”

Baca juga:  Mutiara Hikmah Jumat, BES: Jangan Memilih-Milih Iman, QS. An-Nisa 150–152 Bicara Jalan Tengah yang Keliru

Beliau kemudian mengajukan pertanyaan kepada Meta AI mengenai keselarasan nasihat Imam As-Safaroyni dengan ayat Al-Qur’an tentang ajal.

Meta AI menjelaskan bahwa nasihat tersebut sejalan dengan ajaran Al-Qur’an karena merupakan penjelasan (syarah) yang menguatkan makna ayat-ayat tentang kepastian ajal manusia.

Dalil yang dijadikan landasan antara lain:

QS. Al-A’raf ayat 34, tentang ajal yang telah ditetapkan Allah.

QS. Ali Imran ayat 185, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

QS. Fathir ayat 11, yang menjelaskan bahwa umur setiap manusia berada dalam ketetapan Allah.

Dengan demikian, setiap nafas yang kita hirup sejatinya membawa kita semakin dekat kepada waktu yang telah Allah tetapkan.

Pelajaran Muhasabah

1. Waktu adalah permata yang tak tergantikan.
Harta yang hilang masih dapat dicari, namun satu detik umur yang berlalu tidak akan pernah kembali.

2. Dunia hanyalah tempat singgah.
Dunia bukan tempat tinggal selamanya, melainkan tempat mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Baca juga:  Mengapa Allah Menyebut Sedekah sebagai ‘Pinjaman’? Prof Eggi Sudjana Ungkap Makna QS Al-Baqarah 245

3. Jangan menunda amal.
Tidak seorang pun mengetahui kapan nafas terakhirnya. Karena itu, isilah setiap waktu dengan:

  • Berdzikir kepada Allah.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Menjaga shalat tepat waktu.
  • Menolong sesama.
  • Menuntut ilmu.
  • Berbakti kepada kedua orang tua.
  • Berdakwah dan memperbanyak amal kebaikan.

Doa
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya Allah, bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
Penutup

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menganugerahkan hidayah, taufik, dan istiqamah kepada kita semua, sehingga setiap nafas yang Allah amanahkan selalu terisi dengan amal shalih yang mendatangkan ridha-Nya.

Ingatlah, dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan kampung halaman kita yang sesungguhnya adalah akhirat.
Mari menjaga setiap hembusan nafas dengan iman, amal, dan ketakwaan.

Barakallahu fiikum.
Salam Ukhuwah Islamiyah.

Disusun dari kiriman Brother Iqbal (Banyumas, Jawa Tengah), dilengkapi dengan konfirmasi dan penyuntingan untuk Mutiara Hikmah.

Salam Jihad – Brother Eggi Sudjana (BES)

Red

Latest

Pedagang Tramadol Diduga Bebas Berjualan di Citaringgul

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Peredaran obat-obatan keras...

PETISI 26 Gertak KONI Kabupaten Bogor: Teken Petisi Transparansi Anggaran Porprov 2026, Buktikan Komitmen Antikorupsi!

CIBINONG, BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Gelombang tuntutan terhadap...

Newsletter

Don't miss

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Tuntaskan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor, Rahmad Sukendar: Pertanyakan Transparansi KPK

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad...

Pedagang Tramadol Diduga Bebas Berjualan di Citaringgul

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Peredaran obat-obatan keras tertentu yang diduga dijual tanpa memenuhi ketentuan di wilayah Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten...

PETISI 26 Gertak KONI Kabupaten Bogor: Teken Petisi Transparansi Anggaran Porprov 2026, Buktikan Komitmen Antikorupsi!

CIBINONG, BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Gelombang tuntutan terhadap pembersihan birokrasi dan penggunaan fasilitas negara di Kabupaten Bogor terus menguat. Di tengah maraknya sorotan...