Mutiara Hikmah BES: Perbedaan Urutan Indera dalam Al-Qur’an dan Sikap Hadapi Tuduhan Tanpa Bukti

MATAPENAINDONESIA.CO.ID MUTIARA HIKMAH – SELASA, 21 JULi 2026
Berdasarkan Tafsir Al-Quran – OST JUBEDIL

ALLAAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: QS. Al-Isra’ 17: 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Junktur QS. Al-A’raf 7: 179

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

PERTANYAAN DAN TADABBUR

Pertanyaan BES: Mengapa ada perbedaan urutan pertanggungjawaban? Di Surah Al-Isra’ 17:36 urutannya Pendengaran, Penglihatan, Hati nurani. Sedangkan di Surah Al-A’raf 7:179 urutannya Hati, Mata, Telinga. Apakah pendapat BES bahwa 17:36 untuk saat hidup di dunia, dan 7:179 untuk kondisi setelah meninggal dunia itu tepat?

JAWABAN TADABBUR:

1. HIKMAH PERBEDAAN URUTAN: 17:36 vs 7:179
Ulama tafsir menjelaskan ini bukan kontradiksi, melainkan dua konteks yang berbeda:

A. QS. Al-Isra’ 17:36 – KONTEKS KEHIDUPAN DUNIA, PROSES MENERIMA ILMU

Urutan: Pendengaran → Penglihatan → Hati Tafsir Ibnu Katsir:

Ini adalah urutan manusia menerima informasi di dunia. Pertama kita mendengar berita atau ucapan, kemudian melihat buktinya serta memeriksa fakta, baru setelah itu hati menimbang dan memutuskan untuk percaya atau tidak. Oleh karena itu Allah berfirman:

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Amanah dan Keadilan – Dasar Kepemimpinan Yang Benar

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Jangan ikut-ikutan”, karena ketiga nikmat ini nantinya akan dihisab. Apabila telinga dipakai mendengar gosip, mata dipakai melihat fitnah, dan hati ikut membenarkan, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.

B. QS. Al-A’raf 7:179 – KONTEKS AHLI NERAKA, AKIBAT KELALAIAN

Urutan: Hati → Mata → Telinga Tafsir As-Sa’di & Al-Qurtubi:

Ini adalah urutan kerusakan. Kerusakan bermula dari dalam diri. Pertama hatinya mati, tidak mau memahami kebenaran karena kesombongan atau dengki. Karena hati sudah mati, maka mata tidak lagi dipakai untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Terakhir telinga pun sudah tidak mau mendengar nasihat maupun ayat kebenaran. Sebagaimana firman-Nya:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

2. APAKAH TADABBUR BES TEPAT?

Jawabannya: Hampir tepat, tinggal diluruskan sedikit. Pendapat BES sudah menangkap makna utama dengan sangat baik. Para ulama merinci:

– QS Al-Isra’ 17:36 adalah perintah dan peringatan saat hidup di dunia, tempat kita beramal dan bertanggung jawab.

– QS Al-A’raf 7:179 bukan khusus setelah wafat, melainkan menggambarkan orang yang masih hidup di dunia namun hatinya sudah mati dan tertutup kebenaran. Ayat ini turun mencela kaum kafir Quraisy yang masih hidup saat itu. Namun dampak dan sifat tersebut akan tetap terbawa hingga akhirat kelak.

KESIMPULAN:

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Hampir Semua Perubahan Besar Muncul dengan Kegaduhan

Di dunia: Jika rusak, bermula dari hati terlebih dahulu sesuai urutan 7:179. Saat hisab nanti: Semua indera akan diperiksa mulai dari pendengaran, penglihatan, hingga hati sesuai urutan 17:36.

RANGKUMAN:

QS 17:36 – Urutan Telinga, Mata, Hati – Maknanya proses masuknya ilmu – Pelajarannya: Jaga ketiga pintu ini, jangan asal menyebarkan berita.

QS 7:179 – Urutan Hati, Mata, Telinga – Maknanya proses rusaknya iman – Pelajarannya: Jika hati sudah keras, semua indera ikut buta dan tuli terhadap kebenaran.

Inti dari kedua ayat ini: Allah menganugerahkan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Jika dipakai untuk kebenaran menuju surga, jika dipakai untuk kebatilan menuju neraka. Sebagaimana difirmankan:

اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Semua itu akan diminta pertanggungjawaban.”

Tadabbur BES sudah sangat bagus, tinggal ditambahkan bahwa 7:179 berbicara tentang “kematian hati” saat masih hidup, yang kelak sempurna hukuman dan kekalahannya di akhirat. Rasulullah ﷺ pun mengajarkan doa:

اللهم إني أعوذ بك من قلب لا يخشع

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu'”. Semoga kita dijaga dari menjadi golongan yang difirmankan:
لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا

“Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami.”

AKBERS! SIAP! JAGA TELINGA, MATA, HATI!
Salam Jihad, BES

TAMBAHAN: TENTANG TUDUHAN TANPA FAKTA

Terkait adanya tuduhan penghianat, pecundang, tuyul tanpa fakta, data, dan saksi yang sah:

1. APAKAH MELANGGAR QS AL-ISRA’ 17:36?

Sangat tepat sasaran. Firman Allah:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui”. Menuduh tanpa bukti jelas melanggar ini, sehingga pendengaran, penglihatan, dan hati orang yang menuduh kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

2. APAKAH MELANGGAR QS AL-A’RAF 7:179?

Baca juga:  Rudy Susmanto Tegaskan Perbaikan Pendidikan Harus Dimulai Dari Ruang Kelas

Bisa masuk golongan ini jika dilakukan terus-menerus dan hatinya sudah mengeras. Tandanya sesuai firman-Nya:

لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا

“Hati tidak mau menerima klarifikasi atau memeriksa fakta, mata tidak mau melihat bukti yang disampaikan, telinga tidak mau mendengar penjelasan”. Jika sudah demikian, maka Allah akan mengunci hatinya hingga menjadi:

اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ

“Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.”

3. DALIL TAMBAHAN

Perbuatan ini termasuk fitnah keji atau buhtan sesuai firman Allah dalam QS. An-Nur 24: 23:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ الْغٰفِلٰتِ… لُعِنُوْا فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ

“Sungguh orang-orang yang menuduh perempuan baik-baik, dilaknat di dunia dan akhirat”.

Serta QS. An-Nisa 4: 112:

وَمَنْ يَّكْسِبْ خَطِيْئَةً اَوْ اِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهٖ بَرِيْئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا

“Barangsiapa menuduh orang mukmin dengan tuduhan yang tidak benar, maka dia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.

Juga perintah QS. Al-Hujurat 49: 6:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَا سِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْا

“Wahai orang beriman, jika datang orang fasik membawa berita, maka tabayyunlah (periksalah kebenarannya)”.

Hadits Nabi ﷺ juga menyampaikan: “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan semua yang ia dengar” (HR. Muslim).

Langkah BES yang sudah membuat laporan polisi adalah langkah yang paling tepat dan beradab. Serahkan urusan dunia pada hukum, dan serahkan keadilan yang hakiki kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Fatir 35: 43:
وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ

“Makar jahat hanya akan menimpa pelakunya sendiri.”

AKBERS! SIAP! BICARA DENGAN DATA! HUKUM JALAN TERUS!

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan...

50 Orang Diperiksa! Kasus PTSL Bojonggede 2019 Disorot, Pejabat BPN Ikut Dimintai Keterangan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kasus dugaan penyimpangan...

Newsletter

Don't miss

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan...

50 Orang Diperiksa! Kasus PTSL Bojonggede 2019 Disorot, Pejabat BPN Ikut Dimintai Keterangan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kasus dugaan penyimpangan...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Tertipu Penampilan dan Retorika, Waspadai Sifat Munafik

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. Eggi...

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana, angkat bicara terkait beredarnya pesan berantai atau chat di...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman tentu mendambakan kehidupan yang baik di dunia dan keselamatan di akhirat. Salah satu kabar gembira...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor digeledah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, pada...