Program Bankeu Infrastruktur Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur Dorong Kemajuan Pertanian dan Perekonomian Warga Kampung Bojong Honje

KAB. BOGOR, MPI – Pemerintah Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Deden Aden, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa. Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Kampung Bojong Honje RT 02/04, yang selama ini menggantungkan roda perekonomiannya pada sektor pertanian.

Foto: Kegiatan pekerjaan Jalan infrastruktur Desa Pabuaran Bojong honje

Program Bankeu Infrastruktur Desa merupakan bagian dari kebijakan pembangunan yang bersifat inklusif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat desa. Di Kampung Bojong Honje, bantuan ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani, saluran irigasi, serta akses pendukung distribusi hasil panen. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan pendapatan petani.

Baca juga:  Kuasa Hukum Korban Angkat Bicara Terkait Penetapan Tersangka Pasal 351 dan 170 KUHP: Dua Tersangka Belum Ditahan

Kepala Desa Pabuaran, Deden Aden, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur desa bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi sosial yang berdampak luas. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan melalui program Bankeu benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Di Bojong Honje, pertanian adalah tulang punggung ekonomi. Maka, pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor ini menjadi prioritas,” ujar Deden aden dalam keterangannya, Selasa, (19/08/2025).

Warga Kampung Bojong Honje menyambut program ini dengan antusias dan rasa syukur. Menurut Bapak Rudi, salah satu petani setempat, perbaikan jalan tani telah memudahkan akses ke lahan pertanian dan mempercepat proses pengangkutan hasil panen. “Dulu kami harus menempuh jalan berlumpur dan sempit, sekarang kendaraan bisa masuk sampai ke kebun. Ini sangat membantu, terutama saat musim panen,” ungkapnya.

Baca juga:  Bantuan Drainase RW 05 Cirimekar Dapat Apresiasi, Dinilai Tepat Sasaran dan Transparan

Selain itu, pembangunan saluran irigasi yang lebih efisien telah meningkatkan produktivitas pertanian. Lahan-lahan yang sebelumnya sulit diairi kini dapat ditanami secara optimal, sehingga hasil panen meningkat secara signifikan. Dampak ekonomi dari program ini mulai dirasakan oleh banyak keluarga, terutama dalam hal stabilitas pendapatan dan pengurangan biaya operasional pertanian.

Namun, dalam semangat berimbang, beberapa warga juga menyampaikan harapan agar program serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur. Mereka berharap agar Pemerintah Desa terus melakukan evaluasi dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Program Bankeu Infrastruktur Desa ini juga mendorong semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat. Proses pembangunan melibatkan warga dalam bentuk swadaya tenaga kerja dan pengawasan, menciptakan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Hal ini menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Baca juga:  Eggi Sudjana: Jangan Jadikan Perkara Hukum Sebagai Panggung Popularitas dan Ajang Mencari Sorotan

Dengan keberhasilan pelaksanaan program di Kampung Bojong Honje, Pemerintah Desa Pabuaran berharap dapat menjadikan model ini sebagai acuan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Kepala Desa Deden Aden menegaskan bahwa pembangunan desa harus berakar pada aspirasi masyarakat dan dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Pemerintah Desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Desa Pabuaran yang maju, mandiri, dan berdaya saing.[ATS]

 

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...