Mutiara Hikmah BES: Waspada Kemunafikan, Ini 5 Ciri Lengkap Beserta Dalil dan Sikap yang Benar

MATAPENAINDONESIA.CO.ID MUTIARA HIKMAH – SELASA, 28 JULI 2026

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَا دِعُهُمْ ۚ وَاِ ذَا قَا مُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَا مُوْا كُسَا لٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّا سَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

innal-munaafiqiina yukhoodi’uunalloha wa huwa khoodi’uhum, wa izaa qoomuuu ilash-sholaati qoomuu kusaalaa yurooo-uunan-naasa wa laa yazkuruunalloha illaa qoliilaa

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 142)

Bahwa pada umumnya kaum muslimin mengidentifikasikan orang-orang munafik dengan tiga ciri:

pertama, kalau berbicara banyak bohongnya;

kedua, jika berjanji sering ingkar;

ketiga, jika diberi amanah berkhianat.

Adapun berdasarkan Surah An-Nisa ayat 142 dapat ditambah cirinya, bahwa orang-orang munafik itu malas dalam sholatnya bahkan sering meninggalkan sholat dan sedikit sekali berzikir mengingat Allah.

1. TIGA CIRI UMUM DARI HADITS

Ini berasal dari Hadits shohih Muttafaqun Alaih (HR. Bukhari 33 & Muslim 59), Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tanda orang munafik ada tiga: Jika bicara berdusta, jika berjanji mengingkari, jika diberi amanah berkhianat”
Ini disebut Munafik Amali yaitu kemunafikan perbuatan, yang bahayanya merusak hubungan antarmanusia.

2. TAMBAHAN DUA CIRI DARI QS. AN-NISA 142

Benar sekali, ayat ini menambah dua ciri fatal yang sering dilupakan umat:

Ciri Keempat: Malas dalam Sholat dan Berriya’
Dalilnya firman Allah:

وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

“wa izaa qoomuuu ilash-sholaati qoomuu kusaalaa yurooo-uunan-naasa”

“Apabila berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya ingin dipuji manusia”

Penjelasan menurut para ulama:

Pertama, Kusala artinya malas. Bukan berarti tidak sholat sama sekali, melainkan sering menunda hingga akhir waktu, gerakannya terburu-buru, dan tidak khusyuk. Ibarat sekadar menggugurkan kewajiban saja.

Kedua, Yuroo’unannas artinya berriya. Rajin sholat jika ramai-ramai dilihat orang, namun sering bolong jika sholat sendirian. Tujuannya bukan untuk keridhaan Allah, melainkan agar dibilang orang alim.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir: “Ini adalah ciri orang munafik di Madinah, yang paling depan berdiri di masjid, namun paling belakang dalam mengerjakan kebaikan”.

Bahayanya sangat besar, sholat seperti itu tidak akan diterima Allah, sesuai firman-Nya:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

(QS. Al-Ma’un 4-5)
“Celakalah orang yang sholat, yang lalai dari sholatnya”

Ciri Kelima: Sedikit Sekali Berdzikir Mengingat Allah
Dalilnya firman Allah:

وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا
“wa laa yazkuruunalloha illaa qoliilaa”
“Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali”

Penjelasan menurut para ulama:

Pertama, Qolilan artinya sedikit. Hati mereka kosong dari ingatan kepada Allah. Mulut mungkin bergerak berdzikir, namun hatinya tertuju pada dunia semata. Dzikir hanya menjadi formalitas belaka.

Kedua, bandingkan dengan perintah Allah:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

(QS. Al-Ahzab 41-42)
“Hai orang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya”

Menurut Tafsir As-Sa’di: “Tanda iman yang lemah adalah berat bagi seseorang untuk berdzikir, sedangkan tanda kemunafikan adalah hilangnya sama sekali ingatan kepada Allah”.
Bahayanya sesuai firman Allah:

اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِۙ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

(QS. Al-Mujadilah 19)
“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah”

3. RANGKUMAN LIMA CIRI MUNAFIK MENURUT AL-QURAN DAN HADITS

Pertama pada bidang lisan: suka berdusta setiap kali berbicara, bersumber dari HR. Bukhari 33, dampaknya merusak kepercayaan publik.

Kedua pada bidang janji: sering mengingkari kesepakatan yang dibuat, bersumber dari HR. Bukhari 33, dampaknya merusak tatanan perjanjian dan keadilan bersama.

Ketiga pada bidang amanah: berkhianat setiap kali diberi kepercayaan, bersumber dari HR. Bukhari 33, dampaknya merusak kelangsungan negara, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat.

Keempat pada bidang ibadah: malas melaksanakan sholat dan penuh dengan sifat riya’, bersumber dari QS. An-Nisa 4:142, dampaknya merusak hubungan langsung hamba dengan Allah SWT.

Kelima pada bidang hati: sangat sedikit mengingat Allah dalam setiap keadaan, bersumber dari QS. An-Nisa 4:142, dampaknya menjadikan hati kosong dan hampa dari cahaya iman.

Kesimpulan para ulama: Tiga ciri pertama merusak hak sesama manusia, sedangkan dua ciri terakhir merusak hak Allah. Apabila hubungan seseorang dengan Allah sudah rusak, maka secara pasti hubungan dengan manusia pun akan ikut rusak.

4. PERTANYAAN PENTING: APA HARUS KELIMA CIRI TERLENGKAPI?

Jawabannya: Cukup satu ciri saja sudah dinyatakan memiliki sifat kemunafikan, namun dibedakan menjadi dua jenis yang hukumnya berbeda:

Pertama: Munafik Akbar atau Munafik I’tiqodi
Artinya orang yang beriman secara lisan namun sesungguhnya kafir dalam hatinya. Cirinya membenci ajaran Islam, mendustakan Nabi ﷺ, dan mengejek isi Al-Quran meskipun mengaku beragama Islam. Hukumnya adalah kafir, sesuai firman Allah:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۙ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا

(QS. An-Nisa 4:145)
“Sesungguhnya orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan paling bawah dari neraka”

Kedua: Munafik Asghar atau Munafik Amali
Artinya orang yang beriman dalam hati namun tergelincir dalam perbuatan. Cirinya memiliki satu atau beberapa sifat kemunafikan yang disebutkan, namun iman masih tersimpan di dalam hatinya. Hukumnya tetap seorang muslim, wajib dinasihati, dan dosa tersebut akan diampuni jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Dasarnya adalah sabda Nabi ﷺ dalam HR. Bukhari 33 & Muslim 58: “Barangsiapa memiliki satu sifat darinya, maka ada sifat kemunafikan padanya hingga ia meninggalkannya”.

Kaedah ulama menyatakan: Semakin banyak sifat yang dimiliki seseorang, semakin kuat pula sifat kemunafikan yang melekat padanya.

5. SIKAP YANG TEPAT TERHADAP ORANG MUNAFIK DI BERBAGAI LINGKUNGAN

Prinsip dasar yang harus dipegang teguh: Bekerja sama dalam kebaikan, berlepas diri dari kemungkaran. Boleh berhubungan secara profesional, namun tidak boleh berakrab secara hati dan akidah.

Dasar rujukan firman Allah:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاۤ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِى حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓ ۙ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيْعًا

(QS. An-Nisa 4:140)
“Apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka sampai mereka beralih ke pembicaraan lain”

Dan firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

(QS. At-Taubah 9:119)
“Hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”

Serta sabda Nabi ﷺ: “Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka perhatikanlah siapa yang kamu jadikan teman” (HR. Abu Dawud).

Di lingkungan Partai Politik, MPR, DPR, DPD, dan instansi pemerintahan: tetap menjalin kerjasama untuk kepentingan rakyat serta menegakkan keadilan, namun batasi diri agar tidak terlibat dalam korupsi, perjanjian bathil, maupun pembagian keuntungan haram.

Di lingkungan Mahkamah Agung dan Kejaksaan RI: tegakkan hukum secara tegas dan adil tanpa pandang bulu, namun jangan sampai menerima suap, berpihak pada kekuasaan, atau menutupi segala bentuk kezaliman.
Di lingkungan Majelis Taklim: teliti terlebih dahulu akhlak para pengurus dan penceramahnya, jangan sampai menjadikan majelis sebagai panggung riya’ atau alat politik praktis.

Di lingkungan tetangga dan masyarakat luas: tetap bersikap santun dan menunaikan segala hak sebagai sesama warga, namun jangan menjadikan mereka sahabat karib untuk berbagi urusan agama maupun rahasia pribadi.

6. SOP EMPAT LANGKAH MENJAGA DIRI DAN KEKUATAN BARISAN

Landasan pelaksanaan: QS. An-Nisa 4:142, QS. An-Nisa 4:140, dan HR. Bukhari 33.

Motto perjuangan: Dekat secara kerja, jauh secara aqidah. Tegas tanpa benci, lembut tanpa kompromi.

Langkah pertama adalah Deteksi: Lakukan pengecekan kelima ciri kemunafikan sebelum memberikan amanah atau mendekatkan diri kepada seseorang. Apabila sudah terlihat tanda-tanda yang mencolok, jangan berikan kepercayaan yang bersifat penting dan strategis.

Langkah kedua adalah Batasi: Jangan pernah menitipkan amanah penting, jadikan rujukan dalam urusan agama, atau melibatkan hati secara mendalam. Cukup berhubungan secara profesional sesuai kebutuhan tugas dan kepentingan umum.

Langkah ketiga adalah Sikap: Ikuti contoh Nabi ﷺ yang tetap berurusan dengan orang munafik dalam urusan duniawi, namun tidak pernah melibatkan mereka dalam urusan rahasia dakwah maupun akidah.

Langkah keempat adalah Perkuat Diri: Rutin melakukan muhasabah diri setiap hari, perbanyak pergaulan dengan orang-orang sholeh, laksanakan sholat tepat di awal waktu, dan perbanyak dzikir mengingat Allah SWT.

DOA PENOLONG DAN PELINDUNG

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النِّفَاقِ وَسُوْۤءِ الْاَخْلَاقِ
“Allahumma inni a’udzu bika minan nifaq, was suu’il akhlaq”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat munafik dan segala akhlak yang buruk”

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Soroti Dugaan Hoaks Soal UKW, Prof Sutan Nasomal: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu

BOGOR, MPI – Pemerhati penegakan hukum di Indonesia, Prof....

Ketum Fokogakum Apresiasi Ketegasan Polri Tindak Oknum Polisi Diduga Terlibat Narkoba

JAKARTA, MPI – Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Fokogakum),...

Mutiara Hikmah BES: Selamatkan Diri, Keluarga, Hingga Negara Lewat OST JUBEDIL

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - SENIN, 27 JULI 2026 Allah...

24 Tahun Tinggal di Warpat, Warga Puncak Tuntut Kejelasan Hukum dan Keadilan

KAB BOBOR, MPI - Puluhan warga dan pedagang kawasan...

Newsletter

Don't miss

Soroti Dugaan Hoaks Soal UKW, Prof Sutan Nasomal: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu

BOGOR, MPI – Pemerhati penegakan hukum di Indonesia, Prof....

Ketum Fokogakum Apresiasi Ketegasan Polri Tindak Oknum Polisi Diduga Terlibat Narkoba

JAKARTA, MPI – Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Fokogakum),...

Mutiara Hikmah BES: Selamatkan Diri, Keluarga, Hingga Negara Lewat OST JUBEDIL

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - SENIN, 27 JULI 2026 Allah...

24 Tahun Tinggal di Warpat, Warga Puncak Tuntut Kejelasan Hukum dan Keadilan

KAB BOBOR, MPI - Puluhan warga dan pedagang kawasan...

Mutiara Hikmah BES: Mengukur Cinta Sejati Kepada Allah dan Rasul Melalui 3 Adab dan 13 Parameter Ketaatan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - AHAD, 26 Juli 2026 📚...

Soroti Dugaan Hoaks Soal UKW, Prof Sutan Nasomal: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu

BOGOR, MPI – Pemerhati penegakan hukum di Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., meyakini jajaran Kepolisian, khususnya Polres Kabupaten Bogor, mampu memberikan pelayanan...

Ketum Fokogakum Apresiasi Ketegasan Polri Tindak Oknum Polisi Diduga Terlibat Narkoba

JAKARTA, MPI – Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Fokogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH, mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam...

Mutiara Hikmah BES: Selamatkan Diri, Keluarga, Hingga Negara Lewat OST JUBEDIL

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - SENIN, 27 JULI 2026 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ...