Mutiara Hikmah BES: Sekolah Harus Jadi Tempat Aman Pembentuk Generasi Taqwa

Oleh: Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si

MATAPENAINDONESIA.CO.ID MUTIARA HIKMAH – SABTU 8 Agustus 2026. ALLAAH SUBHANNAHU WA TA’ALA berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Wa idz ja’alnal-baita matsābatal lin-nāsi wa amnā, wattakhidzụ min maqāmi Ibrāhīma muṣallā, wa ‘ahidnā ilā Ibrāhīma wa Ismā’īla an ṭahhirā baitiya liṭ-ṭā`ifīna wal-‘ākifīna war-rukka’is-sujūd.

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang beriktikaf, yang rukuk dan yang sujud.'”

(QS. Al-Baqarah: 125)

🌿 Renungan

Temuan hampir seribu pucuk senjata, amunisi, narkoba, dan video pornografi di sebuah gudang sekolah di Daerah Jakarta Selatan menjadi keprihatinan bersama.

Apabila seluruh temuan tersebut terbukti melalui proses hukum yang berlaku, maka peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah tempat dapat kehilangan kemuliaannya ketika amanah untuk menjaganya diabaikan.

Sekolah adalah rumah ilmu.

Tempat proses anak-anak belajar, guru mendidik, orang tua menitipkan harapan, dan masa depan bangsa dipersiapkan.

Oleh karena itu, sekolah semestinya menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, sebagaimana Allah menjadikan Ka’bah sebagai tempat berkumpulnya manusia dan tempat yang aman.

Allah tidak hanya menjadikan Ka’bah sebagai pusat ibadah, tetapi juga memerintahkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuk membersihkan dan menjaganya. Ini menunjukkan bahwa keamanan tidak lahir dengan sendirinya.

Keamanan lahir dari amanah, keteladanan, kepemimpinan yang baik, ketaatan terhadap aturan, dan kepedulian seluruh umat.

🕋 Pelajaran dari Rangkaian Ibadah Haji

Setiap tahun jutaan manusia dari seluruh dunia berkumpul di Masjidil Haram.

Baca juga:  Saiful Chaniago Desak Mendikti Evaluasi Rektor UI, Buntut Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa

Perbedaan suku, bangsa, bahasa, warna kulit, jabatan, dan kekayaan melebur dalam satu tujuan, yaitu beribadah kepada ALLAAH SUBHANNAHU WATA’ALA.

Setiap rangkaian ibadah mengandung pelajaran besar bagi kehidupan.

1️⃣ Ihram

Maksud: Memulai ibadah dengan niat yang suci dan kesadaran kesetaraan.

Tujuan: Membersihkan hati dan menaati seluruh ketentuan Allah dan egaliter.

Makna: Setiap amanah harus diawali dengan niat yang benar. Sekolah pun harus dibangun di atas kejujuran, integritas, dan keikhlasan — bukan sekadar mencari keuntungan.

2️⃣ Thawaf

Maksud: Mengelilingi Ka’bah tujuh putaran.

Tujuan: Mengagungkan ALLAAH sebagai pusat kehidupan.

Makna: Seluruh aktivitas manusia harus berpusat pada tauhid, kebenaran, dan kemaslahatan bersama.

3️⃣ Salat di Maqam Ibrahim

Maksud: Mengenang perjuangan Nabi Ibrahim AS.

Tujuan: Meneladani iman dan pengorbanannya sehingga beliau dijuluki Bapak Tauhid.

Makna: Kepemimpinan yang baik lahir dari kemuliaan, penghormatan, dan keteladanan, bukan sekadar jabatan.

4️⃣ Sa’i antara Shafa dan Marwah

Maksud: Meneladani perjuangan Hajar mencari air.

Tujuan: Mengajarkan pentingnya ikhtiar/usaha optimal dan optimisme untuk berhasil.

Makna: Keberhasilan hanya datang kepada mereka yang mau berusaha, bekerja keras, lalu bertawakal kepada ALLAAH.

5️⃣ Wukuf di Arafah

Maksud: Bermuhasabah dan berdoa.

Tujuan: Memohon ampunan ALLAAH.

Makna: Sebelum memperbaiki orang lain, setiap manusia harus berani memperbaiki dirinya sendiri, untuk menyadari diri dan mengetahui batas kemampuannya.

6️⃣ Mabit di Muzdalifah

Maksud: Bermalam dan mempersiapkan batu untuk jumrah.

Tujuan: Menyiapkan diri menghadapi ujian berikutnya dan mampu menolak sifat-sifat setan yang dilaknat Allah.

Makna: Perencanaan dan kesiapan menanggung risiko perjuangan adalah bagian dari amanah.

7️⃣ Melontar Jumrah

Maksud: Melempar batu ke tiga jumrah.

Tujuan: Meneladani Nabi Ibrahim AS menolak godaan setan.

Makna: Semua bentuk kemungkaran, penyalahgunaan amanah, narkoba, kekerasan, korupsi, dan kejahatan harus ditolak dengan tegas dan teguh.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah

8️⃣ Menyembelih Hadyu

Maksud: Berkurban karena ALLAAH.

Tujuan: Bersyukur dan berbagi kepada sesama, merasakan serta membantu meringankan penderitaan orang lain / berempati.

Makna: Kepemimpinan adalah pengorbanan, bukan mencari keuntungan pribadi.

9️⃣ Tahallul

Maksud: Mencukur atau memotong rambut, idealnya digundul.

Tujuan: Menyempurnakan ibadah dan membersihkan dosa-dosa — ibarat sehelai rambut satu dosa harus dibersihkan — sehingga orang pulang haji menjadi mabrur, dosa-dosanya diampuni-Nya.

Makna: Setiap manusia harus berani meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kehidupan yang lebih baik.

🔟 Thawaf Ifadah

Maksud: Menyempurnakan rukun haji.

Tujuan: Meneguhkan komitmen kepada Allah.

Makna: Istiqamah menjaga amanah setelah memperoleh keberhasilan.

1️⃣ Mabit di Mina

Maksud: Bermalam pada hari Tasyrik sambil melanjutkan lontar jumrah.

Tujuan: Menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah.

Makna: Menjaga keamanan dan kebaikan harus dilakukan terus-menerus, bukan hanya sesaat.

1️⃣2️⃣ Thawaf Wada’

Maksud: Thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.

Tujuan: Menutup ibadah dengan penuh kemuliaan dan penghormatan kepada Baitullah.

Makna: Orang yang selesai beribadah harus pulang membawa akhlak yang lebih baik dan manfaat bagi masyarakat, karena haji-nya mabrur — memiliki dampak perubahan perilaku menjadi bertakwa.

🌿 Hikmah bagi Sekolah

Seluruh rangkaian ibadah haji berlangsung di tempat yang Allah tetapkan sebagai:

“matsābatan linnās wa amnā”, yaitu tempat berkumpulnya manusia dan tempat yang aman. Suatu hal yang keliru dan sesat ketika antara tahun 2020 sampai dengan 2022, pernah Raja Salman selama 2 tahun menutup Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, bahkan meniadakan haji dan umrah karena Covid-19.

Juga di Indonesia pernah kurang lebih selama 2 minggu umat Islam tidak boleh berkunjung ke masjid-masjid oleh kebijakan para gubernurnya. Pertanyaan seriusnya: bagaimana memahami Surah Al Baqarah ayat 125 tersebut? Masjid kan tempat berkumpul dan aman!

Ketertiban itu tidak lahir secara kebetulan. Ia lahir melalui proses daya didik, karena adanya kepemimpinan yang amanah, disiplin aturan yang ditaati, pengelolaan yang baik, serta kesadaran seluruh jamaah untuk menjaga kesucian rumah ALLAAH.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Memahami Takdir, Usaha Manusia, Ancaman Kekafiran dan Hikmah dalam QS. Al-Qamar Ayat 3-5

Demikian pula sekolah.

Sekolah hanya akan menjadi tempat yang aman apabila kepala sekolah memimpin dengan amanah, guru mendidik dengan keteladanan, orang tua peduli terhadap pendidikan anak, peserta didik menaati tata tertib, masyarakat ikut menjaga lingkungan, dan aparat menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kullukum rā’in wa kullukum mas’ūlun ‘an ra’iyyatihi.”

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam perspektif syariat Islam, menjaga keamanan sekolah merupakan bagian dari maqāṣid al-syarī’ah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sekolah menjadi tempat menjaga akal melalui pendidikan, menjaga jiwa melalui lingkungan yang aman, dan menjaga generasi bertakwa melalui pembentukan akhlak.

🌿 Penutup

Sekolah bukan gudang senjata.

Sekolah bukan tempat menyimpan narkoba.

Sekolah bukan ruang bagi pornografi dan kekerasan, melainkan ruang peradaban bangsa.

Sekolah adalah rumah ilmu, tempat lahirnya akhlak, pusat peradaban, dan tempat dipersiapkannya masa depan bangsa.

Sebagaimana ALLAAH memerintahkan agar Ka’bah dijaga sebagai tempat berkumpul yang aman, demikian pula seluruh sekolah di Indonesia harus dijaga kesucian fungsi tempat belajar dan mengajar, keamanan lingkungan, dan amanah pengelolaannya.

Semoga ALLAAH SUBHANNAHU WATA’ALA membimbing kita dan para pemimpin, pendidik, orang tua, masyarakat, dan aparat agar senantiasa menjaga amanah, sehingga setiap sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi lahirnya generasi Indonesia yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. 🤲

Salam Jihad — Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA |...

Mutiara Hikmah, BES: KHIANAT, Perjanjian, Garis Komando dan Pentingnya Fakta, Data serta Saksi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam...

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA |...

Mutiara Hikmah, BES: KHIANAT, Perjanjian, Garis Komando dan Pentingnya Fakta, Data serta Saksi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam...

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah pada Kamis, 24 September 2026, membahas tentang cara setan menggoda manusia...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA | MATA PENA INDONESIA - MUTIARA HIKMAH - Rabu, 23 September 2026 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْــــــــــــــــــــــمِ...

Mutiara Hikmah, BES: KHIANAT, Perjanjian, Garis Komando dan Pentingnya Fakta, Data serta Saksi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Rabu, 23 September 2026, mengangkat tema “KHIANAT”. Dalam kajiannya, BES membahas sejumlah ayat...