Mutiara Hikmah BES: Memahami “Wajah” di Akhirat dan Makna Ziyadah dalam QS. Yunus 26–27

BOGOR, MPI — Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si., kembali menyampaikan renungan keislaman melalui Mutiara Hikmah Selasa, 11 Agustus 2026. Kali ini, ia mengajak umat Islam merenungkan kandungan Surah Yunus ayat 1, 26, dan 27, khususnya mengenai makna hikmah, balasan bagi orang yang berbuat baik, serta gambaran keadaan manusia di akhirat.

Dalam renungannya, Prof. Eggi mengawali pembahasan dengan firman Allah SWT dalam QS. Yunus ayat 1:

الٓرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ

Alif-laam-raa. Tilka aayaatul-kitaabil-hakiim.

“Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah.”

Menurut Prof. Eggi, ayat tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan sumber hikmah yang harus direnungkan dan dipahami secara mendalam.

Ia kemudian menyoroti QS. Yunus ayat 26 yang menjelaskan balasan bagi orang-orang yang berbuat baik:

لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَا دَةٌ ۗ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّـةٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Prof. Eggi memberikan perhatian khusus terhadap kata “ziyadah”, yang dalam penjelasan tafsir dan hadis dipahami sebagai tambahan kenikmatan bagi penghuni surga, termasuk kenikmatan melihat Allah SWT.

Baca juga:  Baitul Maal dan Solidaritas Islam Dunia Solusi Jitu Untuk Palestina

Menurutnya, pembahasan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana manusia dapat melihat Allah SWT, sementara Allah bersifat gaib, mutlak, unik, dan tidak menyerupai makhluk?

Pertanyaan tersebut, menurut Prof. Eggi, harus ditempatkan dalam kerangka akidah bahwa kemampuan manusia untuk melihat Allah di akhirat tidak berarti Allah dapat disamakan dengan objek penglihatan makhluk.

Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Asy-Syura ayat 11:

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.”

Al-Qur’an juga menggambarkan keadaan orang-orang beriman pada hari akhir dalam QS. Al-Qiyamah ayat 22–23, bahwa pada hari itu terdapat wajah-wajah yang berseri-seri dan memandang kepada Tuhannya.

Dua Gambaran Manusia dalam QS. Yunus 26–27

Prof. Eggi selanjutnya mengaitkan QS. Yunus ayat 26 dengan ayat 27 yang memberikan gambaran sebaliknya mengenai orang-orang yang melakukan keburukan.

Allah SWT berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍ بِۢمِثْلِهَا ۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗ مَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَا صِمٍ ۚ كَاَنَّمَاۤ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًا ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari azab Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Baca juga:  Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran kemuliaan manusia bukanlah semata-mata penampilan fisik, kekayaan, jabatan, ataupun kemewahan dunia.

Prof. Eggi menekankan bahwa perbuatan seperti fitnah, penghujatan, korupsi, kezaliman, dan berbagai bentuk kemaksiatan harus menjadi sesuatu yang dihindari karena setiap perbuatan manusia memiliki konsekuensi di hadapan Allah SWT.

Jangan Tertipu Penampilan Dunia

Salah satu pertanyaan yang diangkat dalam renungan tersebut adalah bagaimana memahami gambaran “wajah yang tidak ditutupi debu” bagi orang baik dan “wajah seperti ditutupi kepingan malam yang gelap” bagi orang yang mendapatkan azab.

Prof. Eggi mengingatkan agar gambaran tersebut tidak dipahami hanya berdasarkan kondisi fisik manusia di dunia.

Seseorang dapat terlihat bersih, kaya, tampan, cantik, memiliki jabatan tinggi atau kehidupan yang tampak sempurna, tetapi kondisi tersebut bukan ukuran pasti kemuliaan seseorang di sisi Allah.

Sebaliknya, kesulitan hidup juga tidak otomatis menjadi tanda bahwa seseorang sedang mendapat kehinaan dari Allah.

Ukuran utama yang harus menjadi perhatian manusia adalah iman, ketakwaan, amal saleh, kejujuran, dan akhlak.

Karena itu, manusia tidak boleh mudah menilai nasib akhir seseorang hanya berdasarkan penampilan atau keadaan duniawinya. Urusan akhir seseorang pada akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT.

Baca juga:  Negara Gagal Ketika Administrasi Listrik Tidak Selaras UUD 1945

Hikmah yang Harus Dibawa dalam Kehidupan

Dari QS. Yunus ayat 1, 26, dan 27, Prof. Eggi mengajak umat Islam mengambil beberapa pelajaran penting.

Pertama, Al-Qur’an adalah kitab yang penuh hikmah, sehingga setiap ayat perlu dibaca, dipahami, direnungkan, dan diamalkan.

Kedua, kebaikan memiliki balasan yang besar. Orang yang berbuat ihsan dijanjikan al-husna dan ziyadah, serta terbebas dari kehinaan.

Ketiga, perbuatan buruk memiliki konsekuensi. Karena itu, manusia harus menjauhi fitnah, korupsi, kezaliman, kebencian, dan segala bentuk perbuatan yang merugikan orang lain.

Keempat, jangan menjadikan ukuran dunia sebagai standar kemuliaan manusia. Harta, jabatan, penampilan dan kesenangan dunia tidak menentukan keselamatan seseorang di akhirat.

Kelima, manusia harus terus memperbaiki hati dan amal sebelum datangnya hari ketika seluruh perbuatan dipertanggungjawabkan.

Prof. Eggi menutup renungan Mutiara Hikmah dengan ajakan agar umat Islam menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jangan sampai kita hanya mengejar penampilan wajah di dunia, tetapi lupa mempersiapkan bagaimana wajah kita di hadapan Allah pada hari akhir,” menjadi pesan utama yang dapat direnungkan dari pembahasan tersebut.

Oleh: Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si.

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

HUT RI ke-81, AMBAR: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Tiang Bendera, Pers Harus Berani Melawan Pembungkaman

BEKASI, MPI - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Mutiara Hikmah BES: QS Al-Mujadilah Ayat 5 dan Peringatan Bagi Orang yang Menentang Allah dan Rasulnya

BOGOR, MATAPENAINDONESIA.CO.ID — Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH.,...

Pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat Terkendala Anggaran, Mulyadi Buka Peluang DOB

BOGOR, MPI — Rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bogor menjadi Daerah...

Dedi Mulyadi Siapkan Knalpot Gratis, Pemprov Jabar Perketat Penertiban Knalpot Brong dan Obat Keras

BANDUNG, MPI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan langkah...

Newsletter

Don't miss

HUT RI ke-81, AMBAR: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Tiang Bendera, Pers Harus Berani Melawan Pembungkaman

BEKASI, MPI - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Mutiara Hikmah BES: QS Al-Mujadilah Ayat 5 dan Peringatan Bagi Orang yang Menentang Allah dan Rasulnya

BOGOR, MATAPENAINDONESIA.CO.ID — Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH.,...

Pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat Terkendala Anggaran, Mulyadi Buka Peluang DOB

BOGOR, MPI — Rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bogor menjadi Daerah...

Dedi Mulyadi Siapkan Knalpot Gratis, Pemprov Jabar Perketat Penertiban Knalpot Brong dan Obat Keras

BANDUNG, MPI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan langkah...

Bupati Bogor Cup 2026 Seri II Angkat Potensi Wisata Bogor Barat hingga ke Jepang

BOGOR, MPI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama KONI Kabupaten...

HUT RI ke-81, AMBAR: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Tiang Bendera, Pers Harus Berani Melawan Pembungkaman

BEKASI, MPI - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting mengenai makna kemerdekaan, demokrasi dan kebebasan pers. Pimpinan Redaksi ambaritanews.com sekaligus...

Mutiara Hikmah BES: QS Al-Mujadilah Ayat 5 dan Peringatan Bagi Orang yang Menentang Allah dan Rasulnya

BOGOR, MATAPENAINDONESIA.CO.ID — Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si., kembali menyampaikan renungan keislaman melalui Mutiara Hikmah Rabu, (12/8/2026). Dalam renungan kali ini, Prof....

Pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat Terkendala Anggaran, Mulyadi Buka Peluang DOB

BOGOR, MPI — Rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bogor menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), khususnya Bogor Timur dan Bogor Barat, masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu...