Beranda blog Halaman 6

Prof Eggi Sudjana: Momentum Idul Fitri Untuk Kembali ke Fitrah

0

Matapenaindonesia.co.id Jelang Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَا سْتَمِعُوْا لَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَا بًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗ وَاِ نْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَا بُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَـنْـقِذُوْهُ مِنْهُ ۗ ضَعُفَ الطَّا لِبُ وَا لْمَطْلُوْبُ

“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 73)

Ayat ini mengajarkan kita untuk TAHU DIRI dan TAHU BATAS, serta menyadari kelemahan kita sebagai manusia. Bahkan seekor lalat pun tidak dapat kita ciptakan, dan jika ia merampas sesuatu, kita tidak mampu mengambilnya kembali – bahkan dengan kemajuan teknologi modern sekalipun. Lalu apa yang bisa dibanggakan oleh mereka yang kafir, zalim, musyrik, munafik, dan fasiq?

Kini momentum Idul Fitri adalah saat untuk kembali ke fitrah, atau dengan kata lain, membersihkan diri hingga kembali suci seperti bayi. Dengan konsep tahu diri dan tahu batas terhadap realitas hidup, perintah-Nya patut ditaati sebagaimana yang disampaikan dalam Surah Al-Hajj ayat 78:

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَا دِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَا عْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim.

Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)

Akhirnya, insyaAllah perjalanan hidup kita sampai mengapai REDHA-NYA, dan akhir hidup kita mendapatkan khusnul khatimah.

Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir batin.

BES = Brother Eggi Sudjana

Jembatan Merah 1945, Dibalik Peran Kurir Pesan dan Tewasnya Jenderal Mallaby

0

Oleh: Agusto Sulistio – Pegiat Sosmed.

JAKARTA, MPI Pertempuran Surabaya, kita sering terpesona pada dentuman meriam dan nama-nama besar yang tercatat dalam sejarah. Namun sesungguhnya, sejarah lahir juga oleh adanya peran mereka yang tidak dikenal, tetapi perannya menentukan arah perjuangan (Pahlawan tak dikenal).

Di sudut kota Surabaya tahun 1945, tepatnya di sekitar Jembatan Merah, ada seorang pemuda sederhana berama Hasan. Bukan tentara, bukan pula tokoh penting. Hasan hanyalah seorang kurir pesan. Tapi justru lewar tangannya, masa depan bisa berubah arah.

Suatu hari, ketegangan Indonesia dengan Inggris, Belanda memuncak setelah tewasnya Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby di dekat Jembatan Merah.

Kota yang sebelumnya tegang, seketika berubah menjadi medan perang terbuka. Dentuman senjata terdengar dari berbagai penjuru, asap membumbung, dan ketakutan menyelimuti setiap sudut jalan.

Namun di tengah kekacauan itu, Hasan tetap berjalan. Bagi sebagian orang, mungkin itu nekat. Tapi bagi Hasan, itu adalah tanggung jawab.

Dalam satu misi penting, Hasan harus mengantarkan pesan surat rahasia ke kelompok pejuang di sisi lain kota. Ia mengayuh sepeda tuanya perlahan, melewati jalanan yang tak lagi aman. Setiap sudut bisa menjadi ancaman.

Saat melintasi Jembatan Merah, ia dihentikan oleh patroli bersenjata. Waktu seakan berhenti. Jantungnya berdegup keras, seolah bisa terdengar keluar dari dadanya.

Ia hanya membawa keranjang kecil berisi singkong rebus bak tampilan seorang anak kampung biasa yang tak mencurigakan. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan secarik kertas yang bisa mengubah jalannya pertempuran.

Tentara sekutu saat itu memeriksa barang bawaannya. Tangan-tangan kasar mengaduk isi keranjang. Sekejap lagi, rahasia itu hampir terbuka.

Namun entah karena keberuntungan atau ketenangan yang lahir dari keberanian, Hasan tetap tenang. Tatapannya lurus, geraknya wajar.

Dan ia… lolos.
Pesan itu akhirnya sampai ke tangan yang tepat. Dari secarik kertas sederhana itu, strategi penyerangan malam hari pun disusun. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar.

Beberapa hari kemudian, situasi semakin genting menjelang puncak pertempuran 10 November 1945.

Kota benar-benar menjadi lautan api. Dan sejak saat itu, Hasan tak pernah kembali.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi. Apakah ia tertembak di sudut jalan, tertangkap tanpa jejak, atau gugur dalam diam demi tugasnya. Tidak ada makam, tidak ada catatan resmi, tidak ada nama yang diukir dalam buku sejarah.

Namun sesungguhnya, Hasan tidak sendiri. Banyak orang seperti dia, pemuda, ibu rumah tangga, tukang becak, hingga pedagang kecil di sekitar Jembatan Merah yang mengambil peran, sekecil apa pun, untuk mempertahankan kemerdekaan.

Mereka mungkin tak dikenal, tapi tanpa mereka, sejarah bisa berbeda.

Cermin untuk Hari Ini

Kini kita hidup di zaman yang jauh berbeda. Teknologi komunikasi berkembang luar biasa. Jika dulu, Hasan mengantarkan sebuah pesan harus mempertaruhkannya dengan nyawa, tapi hari ini kita bisa mengirimkannya dalam hitungan detik ke ribuan orang.

Namun justru di sinilah ironi itu muncul. Teknologi yang seharusnya menjadi alat pemersatu, kerap berubah menjadi alat untuk saling melukai. Bukan lagi sekedar menyampaikan informasi, tetapi sering digunakan untuk menjatuhkan, menghujat, bahkan membunuh karakter sesama anak bangsa, termasuk para pemimpin.

Kita menyebutnya bagian dari demokrasi. Padahal, ketika kebebasan kehilangan tanggung jawab, ketika kritik berubah menjadi kebencian, dan ketika informasi dipelintir menjadi fitnah, itu bukan lagi demokrasi yang sehat. Itu adalah penyimpangan, bahkan bisa menjadi kejahatan moral atas nama demokrasi.

Belajar dari Hasan

Hasan mungkin hanya seorang kurir. Tapi ia mengajarkan sesuatu yang hari ini terasa mahal, integritas dalam menyampaikan pesan.

Ia tidak menyebarkan kebencian. Ia tidak memutarbalikkan informasi. Ia tidak menggunakan pesan untuk memecah belah. Justru sebaliknya, pesan yang ia bawa menjadi penghubung, penguat, dan penentu arah perjuangan.

Hari ini, kita semua adalah “kurir”.

Bedanya, kita tidak lagi membawa pesan dengan sepeda tua melintasi medan perang, melainkan melalui layar kecil di genggaman tangan (HP).

Maka pertanyaannya menjadi sangat sederhana, sekaligus mendasar, apakah pesan yang kita kirim hari ini menyatukan, atau justru memecah bangsa?

Jangan sampai kemajuan teknologi yang begitu luar biasa ini justru kita sia-siakan untuk saling membenci. Jangan sampai kita mengkhianati makna perjuangan mereka yang bahkan rela hilang tanpa nama demi sebuah pesan yang benar.

Sejarah Jembatan Merah mengajarkan kita bahwa sebuah pesan bisa menjadi jembatan perjuangan.

Dan hari ini, di era digital, tugas kita adalah memastikan bahwa setiap pesan yang kita kirim tetap menjadi jembatan persaudaraan, bukan jembatan kebencian.

Kalibata, Rabu 18 Maret 2026, 16:09 Wib.

Mabes Tni Menahan Empat Anggota Tni Terkait Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Andrie Yunus

0

JAKARTA, MPI Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengumumkan telah menahan empat anggota TNI yang terkait dengan insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Keempat anggota yang berinisial SL (Lettu), NDP (Kapten), BHW (Lettu), dan ES (Serda) telah ditetapkan sebagai tersangka dan berasal dari satuan Denma Bais Mabes TNI, dengan afiliasi masing-masing dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL).

“Keempat tersangka sudah diamankan Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” ujar Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto dalam keterangan pers yang disampaikan di Mabes TNI, Jakarta Pusat pada hari Rabu (18/3/2026).

Saat ini, keempat tersangka ditempatkan di sel penahanan keamanan maksimum di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan. Mengenai motivasi dan peran masing-masing dalam penganiayaan, Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masing-masing perannya kami belum tahu, jadi masih belum diketahui apa berbuat apa. Tapi, yang pasti eksekutornya ada dua orang,” jelasnya.

Puspom TNI akan terus melakukan proses hukum secara adil dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menjaga integritas institusi TNI.

Korban Pelecehan di KRL Dilaporkan Balik, LBH Adhibrata Tegaskan Hukum Harus Berdiri Tegak

0

BOGOR, MPI Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhibrata menegaskan komitmennya dalam mendampingi korban dugaan pelecehan seksual di Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta–Depok, yang kini menghadapi laporan balik dari pihak terlapor.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (18/3/2026), LBH Adhibrata menekankan bahwa seluruh langkah yang ditempuh merupakan bagian dari dukungan terhadap proses hukum yang objektif dan berkeadilan.

“Kami percaya bahwa mekanisme hukum adalah sarana utama untuk menguji dan membuktikan suatu peristiwa secara objektif dan berkeadilan,” tegas LBH Adhibrata.

LBH Adhibrata juga mengungkapkan bahwa korban saat ini mengalami tekanan psikologis dan ketakutan akibat dinamika perkara. Oleh karena itu, pendampingan hukum diberikan untuk memastikan perlindungan hak korban serta mencegah tekanan tambahan selama proses berlangsung.

Menanggapi opini publik yang berkembang, LBH Adhibrata mengingatkan bahwa pembuktian perkara adalah ranah hukum, bukan ruang opini.

“Pembuktian adalah ranah hukum, bukan ruang opini. Seluruh pihak diharapkan menunggu proses hukum, tidak menarik kesimpulan sepihak, serta tidak membangun opini yang dapat mempengaruhi objektivitas perkara,” jelasnya.

LBH Adhibrata juga mencatat adanya respons dari masyarakat di media sosial yang mengaku pernah mengalami peristiwa serupa. Namun, pihaknya menegaskan bahwa informasi tersebut tetap harus diuji secara hukum dan diverifikasi secara faktual.

Selain itu, masyarakat diajak menjaga ruang publik tetap sehat dan proporsional, tanpa melakukan penghakiman di media sosial.

“Berikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Asep Bunhori, S.Ip., S.H., kuasa hukum LBH Adhibrata, menambahkan:

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun kami berharap penanganan perkara ini dilakukan secara cepat, objektif, dan profesional, terutama dalam mengamankan alat bukti yang sangat menentukan.”

Ia menegaskan bahwa setiap korban berhak melaporkan peristiwa yang dialaminya tanpa rasa takut.

“Negara melalui aparat penegak hukum wajib memberikan perlindungan serta memastikan proses hukum berjalan secara adil,” tegasnya.

LBH Adhibrata memastikan akan terus memberikan pendampingan hukum secara profesional dan bertanggung jawab, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, objektivitas, serta perlindungan terhadap korban.

[ATS]

Sekitar 4.000 Pemudik Ikuti Mudik Gratis Kabupaten Bogor, Terbanyak di Tingkat Daerah

0

BOGOR, MPI Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor tahun 2026 mencatat jumlah peserta yang signifikan. Sekitar 4.000 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Jumlah tersebut menjadikan program Mudik Gratis Kabupaten Bogor sebagai salah satu yang terbesar di tingkat kabupaten/kota di Indonesia, baik dari sisi jumlah armada maupun peserta.

Sebanyak 77 unit armada bus disiapkan untuk melayani para pemudik, terdiri dari 40 bus dari Pemerintah Kabupaten Bogor, 20 bus dari Polres Bogor, serta 17 bus dari pihak swasta.

Para pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan, seperti Solo, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, wilayah Pantura, Pansela, hingga Tasikmalaya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak serta tingginya antusiasme masyarakat.

“Kurang lebih 4.000 masyarakat diberangkatkan hari ini. Ini bukan kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi dan gotong royong berbagai elemen, termasuk dukungan dari sektor swasta,” ujar Rudy.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan dapat menambah jumlah armada serta memperluas tujuan, termasuk ke wilayah Sumatera seperti Lampung, tentunya melalui evaluasi dan kesiapan yang lebih matang,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda juga telah menyiapkan skema arus balik di beberapa titik guna mengakomodasi kepulangan para pemudik.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, program Mudik Gratis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Bogor Lepas 77 Armada Mudik Gratis, Wujud Pelayanan dan Kepedulian untuk Warga

0

CIBINONG, MPI Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor resmi melepas program Mudik Gratis Tahun 2026 bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Pelataran Parkir Stadion Pakansari, Cibinong, pada Rabu (18/3/2026).

Sebanyak 77 armada bus diberangkatkan dalam program ini, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Polres Bogor, serta dukungan dari pihak swasta.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan pelepasan Mudik Gratis Tahun 2026. Ini adalah wujud kolaborasi dan kepedulian bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rudy.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, DPRD, hingga unsur pendukung lainnya yang turut menyukseskan kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy berpesan kepada para pengemudi dan pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Para sopir membawa amanah besar, membawa kebahagiaan keluarga. Jika lelah atau mengantuk, agar beristirahat. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda juga telah menyiapkan skema pengamanan arus mudik dan balik, guna memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menambahkan, seluruh armada dan pengemudi telah melalui pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kesehatan, tes urine, hingga pengecekan kendaraan (ram check), dan dinyatakan layak jalan.

Polres Bogor juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis di 33 titik, serta layanan darurat melalui hotline 110 yang siaga 24 jam.

Program Mudik Gratis ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Bogor

GAMIS Indonesia Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu di Rawamangun

0

JAKARTA, MPI Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu di Panti Yatim Indonesia (PYI) Rawamangun, Jakarta Timur. Pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Umum GAMIS Indonesia Fahri Salim, S.H., Bendahara Umum Yeni Agustin, serta jajaran Pengurus Wilayah GAMIS Indonesia DKI Jakarta. Acara ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus komitmen organisasi dalam menebar keberkahan di bulan Ramadhan.

Dalam sambutannya, Fahri Salim menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan kebangsaan.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan. GAMIS Indonesia ingin hadir tidak hanya sebagai gerakan intelektual, tetapi juga gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar mantan Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya Periode 2018-2019 tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya peran seluruh elemen bangsa dalam memperhatikan kelompok rentan, khususnya anak-anak yatim piatu.

“Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat hari ini, kehadiran negara dan seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha, menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal. Ini bukan hanya soal kepedulian, tetapi soal tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fahri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.

“GAMIS Indonesia mendorong agar sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil terus diperkuat. Kepedulian sosial harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya bersifat insidental, tetapi berkelanjutan dan terstruktur,” tambahnya.

Selain buka puasa bersama, GAMIS Indonesia juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk dukungan dan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan diharapkan dapat memberikan semangat serta kebahagiaan bagi anak-anak yang hadir.

Bendahara Umum GAMIS Indonesia Yeni Agustin menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Fahri Salim mengingatkan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi refleksi bersama bagi para pemangku kepentingan.

“Momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para pemangku kebijakan dan pemilik sumber daya, untuk lebih peka dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat. Keberkahan bangsa ini terletak pada sejauh mana kita mampu saling menguatkan,” pungkasnya.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, ditutup dengan doa bersama serta harapan agar nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, GAMIS Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan keumatan.

[ ATS ]

Dari Pawai Bedug Hingga Penampilan Opick, Bupati Bogor Hadirkan Open House Bersama Forkopimda Lebaran Tahun Ini

0

CIBINONG, MPI Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan rangkaian kegiatan spesial dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H melalui agenda bertajuk Lebaran Bareng Wargi bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai acara mulai dari pawai obor pada malam takbir, festival bedug, pelaksanaan Shalat Idul Fitri, open house bersama Forkopimda, hingga panggung hiburan religi yang akan dimeriahkan oleh Opick.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk senantiasa hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri yang penuh makna kebersamaan.

“Pemerintah hadir untuk masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga dapat merasakan suasana Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman, khidmat, dan penuh kebahagiaan,” ujar Bupati Bogor.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini akan dilaksanakan di Stadion Pakansari, mengingat Lapangan Tegar Beriman yang biasa digunakan sedang dalam proses renovasi.

“Stadion Pakansari merupakan fasilitas terbaik yang dimiliki Kabupaten Bogor. Momentum Idul Fitri ini menjadi kesempatan agar stadion tidak hanya dimanfaatkan untuk olahraga dan hiburan, tetapi juga untuk kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat,” jelasnya.

Selain pelaksanaan Shalat Idulfitri, kegiatan akan dilanjutkan dengan open house Forkopimda yang melibatkan berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bogor, Polres Bogor, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, serta unsur keagamaan seperti MUI dan Kementerian Agama.

Open house ini diharapkan menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan daerah dengan masyarakat, sehingga warga dapat bertemu dan bersalaman secara langsung dalam suasana penuh kehangatan.

“Setelah Shalat Idul Fitri, masyarakat dapat langsung bersilaturahmi bersama seluruh unsur pimpinan daerah. Ini adalah open house bersama untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, open house dikemas dengan konsep hiburan rakyat. Selain bermaaf-maafan (musafahah), masyarakat juga akan disuguhkan alunan lagu religi dari Opick, aneka permainan anak-anak, wahana video 360, serta kegiatan tebar seratus bola ke lapangan yang menambah kemeriahan suasana.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan berbagai sajian bagi masyarakat, mulai dari makanan berat, snack, hingga aneka jajanan dengan total hampir 7.500 porsi, serta menghadirkan 20 gerobak jajanan gratis dari UMKM Kabupaten Bogor yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Bupati Bogor juga menghimbau ASN untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga, terutama bagi yang telah memiliki rencana mudik, mengingat Idul Fitri merupakan momentum sakral untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun demikian, bagi masyarakat yang memiliki kesempatan, diharapkan dapat hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan.

“Kami ingin momentum Hari Raya Idul Fitri ini menjadi ajang kebersamaan antara pemerintah, Forkopimda, ulama, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Lebaran Bareng Wargi, Bupati Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama di Stadion Pakansari dan melanjutkannya dengan silaturahmi dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.

“Mari kita sambut Hari Kemenangan dengan semangat kebersamaan, penuh rasa syukur, serta memperkuat persatuan antar sesama masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya