H. Jusuf Kalla Sosok Bapak Bangsa dari Timur

Catatan: Rohmat Selamat, SH, M.Kn – Sabtu 18 April 2026

Matapenaindonesia – Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, menunjukkan ketangguhan sebagai seorang pemimpin dan tokoh bangsa, meskipun menghadapi berbagai isu dan upaya penggoyangan dari berbagai pihak.

JK dikenal sebagai pemimpin yang tangguh dan menekankan bahwa peran pemimpin tidak hanya memimpin, tetapi juga harus berani mengambil keputusan yang tepat. JK diakui memiliki pengalaman luas dalam mewujudkan perdamaian, serta dikenal memiliki keahlian dalam resolusi konflik. Di tengah situasi politik yang berkembang, JK juga menyerukan pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari politik adu domba.

Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), lahir di Watampone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942, sering dianggap sebagai salah satu sosok “Bapak Bangsa dari Timur” karena kontribusi besarnya dalam politik, perdamaian, dan ekonomi Indonesia, khususnya dalam membawa aspirasi Indonesia Timur ke panggung nasional.

Baca juga:  PWRI Bogor Raya Gelar Bukber Ramadan, Pererat Silaturahmi dan Solidaritas

Sebagai Bapak Perdamaian Indonesia, Jusuf Kalla dikenal sebagai tokoh yang piawai menyelesaikan konflik di Indonesia. Perannya dalam menyelesaikan konflik tidak saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Di dalam negeri, Jusuf Kalla berperan penting dalam menyelesaikan konflik di Poso, Ambon, Aceh, hingga Papua. Pada 2009, usai mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, ia menjadi mediator perdamaian di Thailand, Afghanistan, dan Myanmar.

Upaya dan keberhasilannya mendamaikan konflik mengantarkan dirinya dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian oleh organisasi dan lembaga pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri. Gelar Bapak Perdamaian Indonesia dari Universitas Islam Malang (2015), Bapak Inspirasi Perdamaian Dunia bagi pemuda Indonesia dari Indonesia Youth Forum (2019), dan beberapa penghargaan dari universitas di luar negeri seperti Thailand dan Jepang.

Baca juga:  Bantahan Warga Menggema Setelah PDAM Sebut Tak Ada Pencemaran di Singkawang Tengah

Jusuf Kalla tetap dihormati karena kepemimpinan yang konsisten dan gestur politik yang unik, sering kali memberikan solusi praktis atas permasalahan bangsa.

Dalam panggung sejarah Indonesia modern, Muhammad Jusuf Kalla adalah nama yang berdiri tegak di persimpangan tiga dunia: bisnis, politik, dan kemanusiaan. Pria yang akrab disapa JK ini bukan sekadar politisi biasa; ia adalah arsitek lobi yang telah mencatat rekor sebagai satu-satunya tokoh yang mampu menduduki kursi Wakil Presiden RI selama dua periode dengan presiden yang berbeda.

Meski dikenal dengan gaya bicara yang lugas, JK tak jarang memicu kontroversi. Pernyataannya mengenai struktur ekonomi nasional dan dominasi etnis tertentu sempat menuai sorotan tajam. Namun bagi banyak kalangan, sikap tersebut adalah cerminan dari gaya kepemimpinannya yang lugas dan pragmatis—ciri khas seorang pengusaha yang terjun ke dunia birokrasi.

Baca juga:  keluarga Besar DPC PWRI Bogor Raya Gelar Buka Puasa Bersama

Kisah Jusuf Kalla adalah kisah tentang bagaimana integritas seorang saudagar bisa selaras dengan visi seorang negarawan. Ia membuktikan bahwa politik bukan sekadar tentang kekuasaan, melainkan tentang bagaimana cara tercepat dan paling efisien untuk memberikan solusi bagi masalah bangsa.

Jusuf Kalla adalah sosok negarawan yang sangat konsisten dalam menjunjung jalan damai, dialog, dan penyelesaian konflik melalui komunikasi yang beradab. Karena itu, sangat sulit diterima akal sehat bila seorang tokoh yang justru mengakhiri konflik antarumat kemudian dituduh sedang memantik konflik baru.

Rohamat Selamat SH., M.Kn. – Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya

Latest

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

BPI KPNPA RI Bakal Laporkan Penyidik Polda Sumbar ke Propam, Dugaan Korupsi Tanah Adat 765 Hektare Disorot

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menegaskan bahwa laporan yang...

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bogor Raya memadati kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI yang digelar di Sentul...