Mutiara Hikmah BES: Balasan Orang Berbuat Baik dan Kejahatan, Serta Hakikat Melihat Allah Di Surga

MUTIARA HIKMAH – SENIN, 20 JULI 2026.

Matapenaindonesia.co.id Berdasarkan Tafsir Ahlus Sunnah – OST JUBEDIL

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّـةٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus 10: Ayat 26)

وَاَلَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا ۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّـةٌ ۗ مَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍ ۚ كَاَنَّمَاۤ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًا ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus 10: Ayat 27)

JAWABAN ATAS PERTANYAAN SERIUS

1. BAGAIMANA DAPAT MELIHAT WAJAH ALLAH, BUKANKAH DIA ABSOLUTE, DISTINCT DAN UNIQUE?

Jawaban Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah:
Allah itu Mukhalafatun lil hawadits – tidak sama dengan makhluk, Maha Mutlak, Berbeda, dan Esa. Tidak bertempat, tidak berarah, dan tidak berwujud seperti makhluk. Namun melihat Allah di surga itu benar adanya, dan ini merupakan kesepakatan seluruh ulama Ahlus Sunnah.

Dalil Pendukung:

– Al-Qur’an: QS. Al-Qiyamah 22-23: “Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Tuhannya”

– Hadits Shahih: Nabi ﷺ bersabda: “Kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, dan kalian tidak berdesakan untuk melihatnya” (HR. Bukhari no. 554)

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Melihat Allah itu dengan mata kepala di akhirat, tanpa bentuk, tanpa arah, tanpa jarak, dan tanpa menyerupai makhluk.” Cara melihat-Nya berbeda dengan cara kita melihat makhluk, karena Allah bukan benda. Inilah yang dimaksud dengan “Ziyadah” atau tambahan kenikmatan dalam ayat ke-26, yaitu nikmat yang paling tinggi di surga. Hanya Allah yang mengetahui hakikatnya, kewajiban kita hanyalah beriman akan hal itu.

2. JELASKAN DETAIL WAJAH ORANG YANG BERBUAT BAIK TIDAK DITUTUP DEBU HITAM

Berdasarkan QS. Yunus 10:26: “Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan”

Penjelasan Para Ulama:

– Tafsir Ibnu Katsir: Kata Qatar (debu hitam) melambangkan kesedihan, kelelahan, dan kesusahan dunia yang tidak lagi dirasakan. Sedangkan Dzillah (kehinaan) berarti tidak ada rasa takut, malu, atau rendah diri. Wajah penghuni surga senantiasa bercahaya, bersih, dan penuh kemuliaan atas iman serta amal saleh mereka.

– Tafsir As-Sa’di: Orang yang senantiasa menjaga sholat, wudhu, dan akhlak mulia di dunia, maka Allah akan membalasnya dengan wajah yang bercahaya baik di dunia maupun di akhirat. Seperti firman-Nya dalam QS. Al-Muthaffifin 24: “Kau kenal di wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan”.

3. APAKAH GAMBARAN PADA AYAT 27 HANYA BAHASA KIASAN ATAU BENAR TERJADI?

Berdasarkan QS. Yunus 10:27: “Seakan-akan wajah mereka ditutupi kepingan-kepingan malam yang gelap gulita”

Kesimpulan Ulama: Hal ini hakikat sekaligus kiasan:

– Secara Hakikat: Di hari kiamat, wajah ahli neraka benar-benar akan menghitam dan gelap sebagai dampak dosa serta azab yang diterima. Sesuai firman Allah dalam QS. Ali Imran 106: “dan ada wajah yang menghitam”.

– Secara Kiasan: Istilah “kepingan malam” digunakan untuk menggambarkan betapa pekatnya kekufuran, dosa, dan penyesalan yang menyelimuti mereka, layaknya malam yang tidak memiliki sedikit pun cahaya hidayah.

Jadi bukan sekadar perumpamaan semata, melainkan kejadian nyata yang disampaikan Allah dengan bahasa yang mudah dipahami manusia.

5 KUNCI MENCAPAI KEMULIAAN SEPERTI QS YUNUS 10:26 MENURUT KETERANGAN ULAMA

Agar mendapatkan derajat tersebut, hendaklah kita menjaga iman dan perbuatan dari hal-hal berikut:

1. Jangan menunda atau melalaikan sholat jika waktunya telah tiba
Dalil: QS. Al-Ma’un 4-5: “Celakalah orang yang sholat, yang lalai dari sholatnya”. Imam Ibnul Qayyim menyatakan: Sholat tepat waktu menjadi cahaya bagi wajah di dunia dan akhirat.

2. Jangan membiasakan meminum minuman keras
Dalil: QS. Al-Maidah 90: “Sesungguhnya khamar… adalah perbuatan syaitan”. Khamr menghitamkan hati, sehingga menjadikan wajah kusam dan tidak berkenan.

3. Jangan menyakiti hati kedua orang tua
Dalil: QS. Al-Isra 23: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu”. Ridho Allah terletak pada ridho orang tua, dan durhaka kepada mereka membuka pintu azab.

4. Jangan menzalimi sesama saudara seiman dan se-Islam
Dalil: Hadits Riwayat Bukhari: “Seorang muslim saudara bagi muslim lain. Jangan menzalimi dan jangan membiarkannya dizalimi”. Serta QS. Fatir 43 bahwa segala tipu daya yang buruk akan kembali kepada pelakunya.

5. Jangan melakukan dosa besar terutama syirik
Dalil: QS. An-Nisa 48: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik”. Syirik adalah dosa terbesar yang dapat menghapus seluruh amal kebaikan yang pernah dilakukan.

PENUTUP :

Ringkasnya: Jika ingin wajah yang bercahaya sebagaimana janji pada ayat ke-26, maka jagalah kelima perkara di atas serta perbanyak berbuat baik (ihsan). Jika takut akan kehinaan dan kegelapan sebagaimana ayat ke-27, maka jauhilah larangan-Nya dan perbanyaklah bertaubat.

Kenikmatan tertinggi yang disebut “Waziyadah” atau melihat Allah, hanya disiapkan bagi orang-orang yang beriman dan berbuat ihsan. Semoga kita semua termasuk golongan penghuni surga yang kekal di dalamnya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

AKBERS! SIAP! JAGA WAJAH DENGAN AMAL!  💪

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Red

Latest

Advokat Kang Deden: Ucapan Hotman Paris Kepada Wartawan Dinilai Cederai Etika Profesi

CIBINONG, MPI - Advokat Kang Deden Setiawan, S.H., menyoroti...

Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat Reflexy Monlisa di Cibinong, Penegakan Perda Dipertanyakan

CIBINONG, MPI – Dugaan praktik prostitusi berkedok usaha pijat reflexy...

Eggi Sudjana: Konsistensi Ucapan dan Perbuatan Kalahkan Fitnah dan Tuduhan Sesat

Oleh: PROF DR H. EGGI SUDJANA, SH., M.Si Matapenaindonesia.co.id -...

Mutiara Hikmah BES: Mutiara Hikmah Ahad: Amal Diterima Allah, Hisab Sosial, dan Amanah Pemimpin

Oleh : Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH AHAD,...

Newsletter

Don't miss

Advokat Kang Deden: Ucapan Hotman Paris Kepada Wartawan Dinilai Cederai Etika Profesi

CIBINONG, MPI - Advokat Kang Deden Setiawan, S.H., menyoroti...

Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat Reflexy Monlisa di Cibinong, Penegakan Perda Dipertanyakan

CIBINONG, MPI – Dugaan praktik prostitusi berkedok usaha pijat reflexy...

Eggi Sudjana: Konsistensi Ucapan dan Perbuatan Kalahkan Fitnah dan Tuduhan Sesat

Oleh: PROF DR H. EGGI SUDJANA, SH., M.Si Matapenaindonesia.co.id -...

Mutiara Hikmah BES: Mutiara Hikmah Ahad: Amal Diterima Allah, Hisab Sosial, dan Amanah Pemimpin

Oleh : Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH AHAD,...

Prof Dr Eggi Sudjana: Evaluasi Konsisten Pernyataan BES 6 Bulan – Tanggal 18 Juli 2026

Oleh : Prof Dr H, Eggi Sudjana, SH.,M.Si Matapenaindonesia.co.id -...

Advokat Kang Deden: Ucapan Hotman Paris Kepada Wartawan Dinilai Cederai Etika Profesi

CIBINONG, MPI - Advokat Kang Deden Setiawan, S.H., menyoroti pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang disampaikan kepada wartawan saat konferensi pers usai pemeriksaan kliennya,...

Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat Reflexy Monlisa di Cibinong, Penegakan Perda Dipertanyakan

CIBINONG, MPI – Dugaan praktik prostitusi berkedok usaha pijat reflexy kembali menjadi sorotan di kawasan Ruko sentra duta Cibinong, Kabupaten Bogor. Bahwa tempat usaha tersebut...

Eggi Sudjana: Konsistensi Ucapan dan Perbuatan Kalahkan Fitnah dan Tuduhan Sesat

Oleh: PROF DR H. EGGI SUDJANA, SH., M.Si Matapenaindonesia.co.id - Ruang publik hingga saat ini masih diwarnai perdebatan setelah saya memenuhi undangan untuk bertemu Presiden...