Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!

JAKARTA, MPI Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar, mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya di lingkungan Kejaksaan Agung (KEJAGUNG) Republik Indonesia beserta seluruh jajarannya.

Menurut Rahmad, peran Kejaksaan Agung dalam mengungkap berbagai kasus tindak pidana, terutama korupsi, tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyoroti keberhasilan institusi tersebut yang berhasil menyelamatkan dan menyita uang negara hingga mencapai angka triliunan rupiah.

Baca juga:  Kemana Perginya Triliunan Kekayaan Alam Indonesia? Menelisik 5 Tanda Kehancuran Negara Menurut Prof. Eggi Sudjana

“Sudah sepatutnya negara memberikan perhatian lebih, bahkan semacam apresiasi nyata atas capaian luar biasa tersebut. Jangan sampai aparat yang bekerja keras justru tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak,” tegasnya, Kamis (9/4/2026) dalam keterangan pers.

Rahmad menilai, peningkatan kesejahteraan akan berdampak langsung pada semangat kerja dan integritas aparat di lapangan. Dengan dukungan yang memadai, ia yakin kinerja penegakan hukum akan semakin optimal dan mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

Baca juga:  Victor Harianja, SH., MH: Sengketa Tanah Klien dan Yayasan Darul Sunnah Berakhir Damai

Lebih lanjut, ia berharap Presiden Prabowo dapat mendengar aspirasi tersebut dan merespons secara konkret. Baginya, kesejahteraan aparat bukan sekadar isu internal, melainkan bagian penting dari upaya memperkuat sistem hukum nasional.

“Harapan kami sederhana, agar pemerintah benar-benar hadir dan memberikan perhatian nyata. Jika aparat sejahtera, maka penegakan hukum akan semakin kuat dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkas Rahmad

Baca juga:  Laksanakan Arahan Bupati Bogor, Wabup Pimpin Peringatan Nuzulul Qur'an

(Syam)

Latest

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan...

50 Orang Diperiksa! Kasus PTSL Bojonggede 2019 Disorot, Pejabat BPN Ikut Dimintai Keterangan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kasus dugaan penyimpangan...

Newsletter

Don't miss

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan...

50 Orang Diperiksa! Kasus PTSL Bojonggede 2019 Disorot, Pejabat BPN Ikut Dimintai Keterangan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kasus dugaan penyimpangan...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Tertipu Penampilan dan Retorika, Waspadai Sifat Munafik

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. Eggi...

Dituding Rapat di Sentul, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor: Itu Fitnah!

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana, angkat bicara terkait beredarnya pesan berantai atau chat di...

Mutiara Hikmah BES: Bolehkah Beribadah Karena Ingin Masuk Surga?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Setiap orang beriman tentu mendambakan kehidupan yang baik di dunia dan keselamatan di akhirat. Salah satu kabar gembira...

BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Usut Dugaan Pemalsuan 52 Sertifikat PTSL

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor digeledah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, pada...