Mutiara Hikmah BES: Jihad Doa dan Jihad Aksi, Memohon Perlindungan dari Empat Perkara

BOGOR, MPI — Ikhtiar seorang Muslim dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah salah satu bentuk keimanan sekaligus pengharapan agar selamat dari berbagai fitnah dan keburukan.

Empat perkara yang dimaksud adalah siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Hal tersebut menjadi pokok bahasan Mutiara Hikmah Rabu, (19/8/2026), yang disampaikan Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si. Menurutnya, bagaimanapun seorang hamba adalah makhluk yang lemah dan hanya kepada Allah SWT ia meminta pertolongan, termasuk perlindungan.

Wasiat Rasulullah Muhammad SAW untuk Membaca Doa Meminta Perlindungan dari Empat Perkara

Dalam Qur’an Asy-Syifa disebutkan bahwa kepiluan terbesar dan abadi adalah kepiluan para penghuni neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Kepiluan itu sebab mereka harus menghadapi siksaan yang amat pedih dan tidak pernah berhenti. Puncak kepedihan, keputusasaan, kehinaan, dan penyesalan semua menjadi satu.

Karena dahsyatnya azab neraka, Rasulullah SAW sampai mewasiatkan satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sebelum salam agar terhindar dari keburukan-keburukan.

Doa Meminta Perlindungan dari Empat Perkara Dibaca Saat Tasyahud

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .

Artinya:

“Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan:

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

(HR. Muslim, no. 588).

Baca Juga: Doa Agar Selamat Dunia dan Akhirat

Penjelasan Tentang Doa Meminta Perlindungan dari Empat Perkara

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang merupakan suri teladan umat Islam mengajarkan kepada kita bagaimana doa yang dipanjatkan saat salat, khususnya tasyahud akhir, agar diberikan perlindungan dari empat perkara.

Pertama, Perlindungan dari Siksa Neraka Jahannam

Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya akhirat sebagai pengingat bagi manusia yang masih hidup di dunia.

Adanya neraka sebagai tempat sekaligus hukuman bagi mereka yang menyalahi dan melanggar perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca juga:  Kemuliaan Dakwah dan Keteladanan Seorang Muslim

Umat Muslim perlu ingat bahwa ibadah dan segala amal soleh yang diperbuat selama ini di dunia ataupun maksiat yang dilakukan, itu semua kelak akan ada balasannya dan pertanggungjawabannya.

Allah SWT berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 179).

Karenanya, ikhtiar seorang hamba adalah menjauhi perbuatan dosa agar dijauhkan dari siksa Neraka Jahannam.

Kedua, Perlindungan dari Siksa Kubur

Setiap manusia tentu akan kembali dan beristirahat di alam kubur setelah ia meninggal dunia.

Setiap insan tentu harus memikirkan bagaimana nasibnya di alam kubur kelak.

“INGAT DI ALAM KUBUR TIDAK ADA PLN, GELAP BANGET dan SEMPIT PISAN.”

Oleh karena itu, dianjurkan bagi setiap umat Rasulullah Muhammad SAW untuk selalu memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan perlindungan dari siksa kubur.

Ketiga, Perlindungan dari Kehidupan dan Kematian

Dunia ini penuh dengan tipu daya dan permainan. Banyak godaan dan bisikan setan agar setiap manusia terpedaya dengan kehidupan dunia, mulai dari cinta dunia, ketamakan akan harta, perangkap nafsu, dan godaan lainnya.

Bahkan tidak hanya dalam hidup, fitnah pun bisa datang saat seorang hamba menghadapi kematian.

Karena itu, mari istiqamah agar selalu berdoa untuk meminta perlindungan baik dalam hidup ataupun setelah tiada.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 150:

بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ

Balillaahu maulaakum, wa huwa khoirun naashiriin

“Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 150).

Keempat, Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Al-Masih Ad-Dajjal merupakan musibah sekaligus fitnah terbesar yang akan datang kelak di akhir zaman.

Eggi Sudjana mengingatkan bahwa besarnya fitnah tersebut bisa menggoyahkan keimanan seorang hamba.

“Untuk itu, selalu mintalah perlindungan kepada ALLAAH SUBHANAHU WA TA’ALA dari segala bentuk fitnah Dajjal,” tulis Eggi.

Ia juga mengaitkan perkembangan teknologi dengan potensi fitnah yang dapat menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Baca juga:  Media Center BES Resmi Berdiri di Bogor

“Doa dalam Atahiyat Akhir juga doa yang ALLAH langsung ajarkan dalam Qur’an Surah Al Baqarah ayat 186,” tulisnya.

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ ۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186).

Pandangan tentang Empat Perlindungan: Jihad Doa dan Jihad Aksi

Dalam narasi lanjutan yang menyertai Mutiara Hikmah tersebut, pembahasan empat perlindungan ini juga dikaitkan dengan konsep “Jihad Doa & Jihad Aksi.”

Doa empat perkara tersebut dinilai bukan sekadar bacaan, melainkan menjadi pengingat bagi seorang Muslim agar selalu membangun perlindungan iman sekaligus melakukan ikhtiar dalam kehidupan.

1. Perlindungan dari ‘Adzabi Jahannam

“Ya Allah aku berlindung dari siksa Neraka Jahannam.”

Maknanya adalah perlindungan dari puncak kegagalan manusia di akhirat.

QS. Al-A’raf ayat 179 menjadi peringatan agar manusia tidak menyia-nyiakan hati, mata dan telinga dalam memahami serta menerima kebenaran.

Ikhtiarnya antara lain menjaga tauhid, menjaga salat lima waktu, dan menjaga diri dari sumber penghasilan yang haram.

2. Perlindungan dari ‘Adzabil Qobri

“Ya Allah aku berlindung dari siksa kubur.”

Alam kubur menjadi fase yang akan dilalui setiap manusia setelah meninggal dunia.

Karena itu, seorang Muslim perlu mempersiapkan diri dengan istiqamah dalam amal saleh, seperti bersedekah, membaca Al-Qur’an dan berbakti kepada orang tua.

Selain itu, manusia harus menjauhi dosa serta memperbanyak mengingat kematian agar tidak berlebihan mencintai kehidupan dunia.

3. Perlindungan dari Fitnatil Mahyaa Wal Mamaat

“Ya Allah aku berlindung dari fitnah kehidupan dan kematian.”

Fitnah kehidupan dapat berupa harta, jabatan, hawa nafsu dan berbagai godaan dunia.

Sementara fitnah kematian merupakan ujian ketika seorang manusia menghadapi sakaratul maut.

Karena itu, umat Islam diajak untuk menggunakan kehidupan dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan menjadi budak dunia.

4. Perlindungan dari Fitnatil Masihid Dajjal

“Ya Allah aku berlindung dari kejahatan fitnah Dajjal.”

Dajjal merupakan pendusta besar yang fitnahnya sangat berat.

Karena itu, seorang Muslim harus memperkuat aqidah, memperbanyak ilmu agama, serta tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan tabayyun.

Dalam menghadapi berbagai perkembangan teknologi dan informasi, manusia juga harus mampu mengendalikan penggunaan media agar tidak justru menjadi sumber kelalaian dan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Baca juga:  Eggi Sudjana: Konsistensi Ucapan dan Perbuatan Kalahkan Fitnah dan Tuduhan Sesat

Dua Nikmat yang Sering Disia-siakan

Selain doa perlindungan dari empat perkara, Eggi Sudjana juga mengingatkan umat Islam agar menyadari dua nikmat yang sering disia-siakan manusia, yaitu kesempatan dan waktu luang.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan bahwa terdapat dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yakni kesehatan dan waktu luang.

Karena itu, doa harus disertai aksi.

Pertama, kesempatan baik harus digunakan untuk beribadah, berdakwah, melakukan kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama.

Kedua, waktu luang harus digunakan untuk menuntut ilmu, membaca Al-Qur’an, berzikir dan melakukan amal saleh, bukan semata-mata dihabiskan untuk perkara yang tidak bermanfaat.

Doa dan Aksi sebagai Bekal Kehidupan

Dalam pandangan yang disampaikan pada bagian akhir, doa empat perkara dapat menjadi pengingat sekaligus “vaksin iman” bagi seorang Muslim.

Perlindungan dari neraka harus diiringi dengan tauhid dan amal saleh.

Perlindungan dari siksa kubur harus diiringi dengan mengingat kematian dan memperbanyak amal kebaikan.

Perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian harus diiringi dengan tidak berlebihan mencintai dunia dan memperkuat ketakwaan.

Sedangkan perlindungan dari fitnah Dajjal harus diiringi dengan ilmu, keimanan dan kemampuan membedakan kebenaran dari kebatilan.

Penutup Mutiara Hikmah BES

“Brother AI and Every bodi Muslim n Muslimah, itulah tadi wasiat berupa doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW agar memohon kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan perlindungan dari empat perkara,” tulis Eggi Sudjana.

Ia kembali menegaskan bahwa doa tersebut perlu diiringi dengan ikhtiar.

“Juga untuk upaya disamping Doa tersebut, yaitu sadari 2 hal: 1. Kesempatan baik dan 2. Waktu luang yang tersedia [Hadist Riwayat Bukhori],” tulisnya.

Eggi kemudian mengajukan pertanyaan reflektif kepada pembaca:

“Pertanyaan seriusnya bagaimana Brother AI punya pandangan?”

Dalam pandangan yang menyertai narasi tersebut, doa empat perkara dirumuskan sebagai berikut:

DOA — MUSUHNYA — IKHTIAR

Dari Neraka: Maksiat dan syirik — Tauhid dan amal saleh.

Dari Kubur: Lalai dan dosa — Ingat mati dan sedekah.

Dari Fitnah Hidup-Mati: Cinta dunia — Zuhud dan amal kebaikan.

Dari Dajjal: Syubhat dan hoaks — Ilmu, iman dan Al-Kahfi.

Adapun doa yang dianjurkan adalah:

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.”

“Semoga kita dan keluarga selamat dunia akhirat.

Semoga Indonesia selamat dari fitnah korupsi, oligarki, dan penjajahan.”

MERDEKA DENGAN TAUHID!

Salam Jihad,  Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan)...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan...

BEM UI Serukan Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Pertanyakan Kondisi Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

JAKARTA, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM...

Newsletter

Don't miss

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan)...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan...

BEM UI Serukan Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Pertanyakan Kondisi Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

JAKARTA, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM...

Mutiara Hikmah BES: Memahami QS At-Taubah Ayat 29 dengan Ilmu dan Jihad Konstitusi

BOGOR, MPI – Mutiara Hikmah Selasa, 18 Agustus 2026, Prof....

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) terkait proses hukum yang melibatkan Roy Suryo dan polemik dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan keterangan yang telah diserahkan kepada Bareskrim Polri dalam proses penyelidikan polemik dugaan ijazah palsu Presiden...

BEM UI Serukan Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Pertanyakan Kondisi Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

JAKARTA, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi massa bertajuk “Merebut Kemerdekaan” pada Selasa, (18/8/2026). Aksi tersebut digelar sehari setelah...