Mutiara Hikmah BES: Tugas Pemimpin & Cara Benar Melawan Penguasa Zhalim

Matapenaindonesia.co.id – Mutiara Hikmah – Senin 15 Juni 2026.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَاۤ إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَإِقَامَ الصَّلٰوةِ وَإِيتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin‑pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.”
(QS. Al‑Anbiya 21: Ayat 73)

Selanjutnya dalam Surah Al‑Hajj ayat 41:

اَلَّذِيْنَ إِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَآتَوُا الزَّكٰوةَ وَأَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْأُمُوْرِ

“(Yaitu) orang‑orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah‑lah kembali segala urusan.”
(QS. Al‑Hajj 22: Ayat 41)

📌 4 Tugas Wajib Pemimpin Versi Langit

Kedua ayat di atas menegaskan tugas pokok bagi siapa saja yang diberi kekuasaan:

Baca juga:  Pasar Merdeka Bogor Dikeluhkan Pedagang: Renovasi Dinilai Tidak Transparan, Ekonomi Terguncang

1. Dirikan Sholat – Menjaga tegaknya aqidah umat, tidak memisahkan agama dari kehidupan bernegara

2. Tunaikan Zakat & Keadilan Ekonomi – Mengelola kekayaan alam dan sumber daya untuk kesejahteraan seluruh rakyat, bukan kelompok tertentu

3. Suruh Berbuat Makruf – Menetapkan aturan yang halal, mengembangkan pendidikan beradab, serta menjaga lingkungan dan media agar tetap bersih dan bermanfaat

4. Cegah Kemungkaran – Menindas korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan segala perbuatan yang merugikan orang banyak

Siapa yang tidak menjalankan keempat amanah ini, sesungguhnya telah melampaui batas kebenaran dan mengkhianati rakyat serta perintah Allah.

⚠️ Fakta Saat Ini

Kenyataan di lapangan menunjukkan banyak pemimpin yang diberi kedudukan justru menyimpang:

– Sulit mendirikan tempat ibadah, namun sangat mudah membuka fasilitas maksiat; suara adzan pun sering diganggu

– Kekayaan alam dikuasai pihak asing atau segelintir orang, sementara rakyat menanggung beban pajak yang berat

– Aturan penindasan maksiat lemah, namun hukum berjalan tajam bagi ulama dan siapa saja yang berani mengkritik

– Pelaku korupsi dalam jumlah besar bisa lepas bebas, sedangkan yang menegur ketidakadilan malah ditindas

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Dzikir Pagi Itu Perisai, Bukan Mesin ATM, Jangan Berhenti Berdoa dan Berjuang

⚖️ 5 Tingkatan Melawan Penguasa Zhalim Sesuai Syariat

Urutan bertahap, tidak boleh melompat langkah agar tetap benar dan selamat:

1. Nasihat & Amar Ma’ruf Nahi Munkar Lewat Lisan
Dalil: “Jihad yang paling utama adalah mengucapkan kebenaran di depan penguasa yang zalim.”

Bisa dilakukan melalui dakwah, penyebaran pesan, orasi damai, hingga gugatan lewat jalur hukum yang sah.

2. Sabar, Doa & Memperbaiki Diri
Tetap teguh, bersatu sesama pejuang kebenaran, hindari perpecahan. Perbanyak doa, termasuk doa Qunut Nazilah. Ingat firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

3. Boikot & Tekanan Politik Konstitusional
Tolak dukungan dan manfaat dari pelaku kesalahan; lakukan aksi damai yang tertib, gugat aturan yang tidak adil – tanpa merusak fasilitas umum atau mengganggu ketertiban rakyat.

Baca juga:  Penguatan Kolaborasi dan Stabilitas Jadi Kunci untuk Wujudkan Asta Cita Indonesia Emas 2045

4. Pencopotan Melalui Jalur Sah
Hanya berhak dilakukan oleh ulama dan ahli yang memenuhi syarat (Ahlul Halli Wal Aqdi), apabila pemimpin terbukti zalim parah, tidak mau bertobat meski telah dinasihati, serta melanggar dasar agama dan keadilan.

5. Pembelaan Terakhir
Boleh ditempuh hanya jika: ada kemampuan nyata, dipimpin oleh ulama yang berwenang, serta tindakan itu tidak menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar bagi seluruh umat.

Batas Tegas Syariat:
❌ Dilarang keras: Pemberontakan sendiri, tindakan teror, pembunuhan diam‑diam – sifat golongan yang sesat menurut pandangan Rasulullah SAW
✅ Wajib dipegang: Bersatu, menegakkan kebenaran karena Allah semata – bukan didorong rasa benci yang buta

✅ Kesimpulan

Melawan ketidakadilan berarti menegakkan amanah Allah. Langkah kita sebagai umat adalah memperkuat dakwah, menyampaikan nasihat, dan memperkokoh persatuan. Biarlah Allah yang menentukan hasil akhirnya, karena hanya kepada‑Nya segala urusan dikembalikan.

 

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Standar Bicara dan Jalan Hidup dalam QS. An-Nisa Ayat 114-115

Oleh: Prof Dr H. Eggi Sudjana SH., M.Si BOGOR |...

Mutiara Hikmah, BES: Harta Jangan Melalaikan, Sedekah Jangan Ditunda

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Mutiara Hikmah Sabtu,...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Standar Bicara dan Jalan Hidup dalam QS. An-Nisa Ayat 114-115

Oleh: Prof Dr H. Eggi Sudjana SH., M.Si BOGOR |...

Mutiara Hikmah, BES: Harta Jangan Melalaikan, Sedekah Jangan Ditunda

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Mutiara Hikmah Sabtu,...

Curhat Pagi Koh Halim: Istiqamah dalam Ibadah Berawal dari Rasa Membutuhkan Allah

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA –Sebuah  Curhatan Pagi hari...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Selasa, 15 September 2026, mengajak umat Islam memahami kembali makna bersyukur atas...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Senin, 14 September 2026, mengajak umat Islam mengambil pelajaran dari QS. Al-An'am...

Mutiara Hikmah, BES: Standar Bicara dan Jalan Hidup dalam QS. An-Nisa Ayat 114-115

Oleh: Prof Dr H. Eggi Sudjana SH., M.Si BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah, Minggu 13 September 2026,...